Lapangan Sempo di Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, menjadi saksi bisu khidmatnya upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Di tengah barisan pasukan pengibar bendera (Paskibra), muncul sosok Izzatul Laili, siswi SMKN 1 Sarudu yang juga merupakan remaja putri binaan PAC LDII Kumasari. Ia sukses menjalankan tugas negara dengan penuh dedikasi dalam upacara yang digelar pada Senin (17/8) tersebut.
Pelaksanaan Upacara Kemerdekaan di Kecamatan Sarudu
Upacara peringatan hari bersejarah ini dipimpin langsung oleh Camat Sarudu, Arifuddin, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Suasana di Lapangan Sempo terasa begitu emosional saat sang saka Merah Putih mulai dibentangkan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat memperkuat rasa persatuan dalam bingkai nasionalisme.
Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pimpinan tingkat kecamatan yang tergabung dalam Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para Kepala Desa se-Kecamatan Sarudu. Selain itu, perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan, aparatur sipil negara (ASN), serta para pelajar dari tingkat dasar hingga menengah turut memenuhi lapangan upacara guna memberikan penghormatan tertinggi pada jasa para pahlawan.
Dedikasi Izzatul Laili dalam Pasukan Pengibar Bendera
Keterlibatan Izzatul Laili dalam korps Paskibra Kecamatan Sarudu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari latihan keras dan disiplin tinggi. Sebagai putri dari pasangan Bapak Tugiyo dan Ibu Nety Khofifah, warga binaan PAC LDII Kumasari, Izzatul menunjukkan bahwa nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab telah tertanam kuat sejak dini.
"Keikutsertaannya dalam Paskibra menjadi pengalaman berharga sekaligus wadah untuk membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan cinta tanah air,"
Selama prosesi pengibaran bendera, ketenangan dan presisi gerakan Izzatul bersama rekan-rekan setimnya mendapat apresiasi dari para hadirin. Tugas sebagai Paskibra memang dikenal berat karena menuntut sinkronisasi fisik dan mental yang luar biasa di bawah sorotan ribuan mata.
Penguatan Karakter dan Semangat Nasionalisme Generasi Muda
Langkah nyata yang ditunjukkan oleh Izzatul Laili merupakan cerminan dari peran aktif generasi muda LDII dalam kegiatan positif di tengah masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan komitmen organisasi dalam mencetak individu yang memiliki karakter luhur (alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri).
Pembinaan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkup PAC LDII Kumasari bertujuan agar para remaja memiliki kepedulian sosial tinggi serta semangat untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara. Semangat nasionalisme ini diharapkan tidak berhenti pada upacara seremonial belaka, namun mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari.
Prestasi dan peran aktif seperti ini diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi bagi remaja lainnya di wilayah Pasangkayu dan sekitarnya. Dengan modal karakter yang baik dan kompetensi yang mumpuni, generasi muda diyakini akan mampu memegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa menuju Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
📖 Glosarium Istilah
- Paskibra: Pasukan Pengibar Bendera, kelompok siswa yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka dalam upacara peringatan kemerdekaan.
- Forkopimcam: Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, unsur pimpinan di tingkat kecamatan yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil.
- PAC LDII: Pimpinan Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi LDII di tingkat desa atau kelurahan.
- Karakter Luhur: Konsep pembinaan generus LDII yang mencakup kemandirian, budi pekerti yang baik, serta pemahaman agama yang mendalam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.