Sinergi Ulama dan Umara: Kapolres Kediri Kota Perkuat Kolaborasi Kamtibmas di Ponpes Wali Barokah

Sinergi Ulama dan Umara: Kapolres Kediri Kota Perkuat Kolaborasi Kamtibmas di Ponpes Wali Barokah
foto: ilustrasi
  • Harmonisasi Keamanan Melalui Kedekatan Ulama dan Umara

    Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan kunjungan silaturahim resmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kediri, pada Rabu pagi (5/8/2026). Langkah taktis ini diambil guna memperkuat sinergitas antara institusi kepolisian dengan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kehadiran pejabat nomor satu di jajaran Polres Kediri Kota ini sekaligus menjadi momentum perkenalan diri bagi pejabat baru guna membangun jalur komunikasi yang lebih cair dan kolaboratif dengan elemen ulama di wilayah tersebut.

    Kunjungan ini tak sekadar formalitas protokoler. Didampingi oleh Wakapolres Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.H., S.I.K., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota, rombongan kepolisian disambut dengan suasana penuh kehangatan di Wisma Tenteram. Hadir menyambut secara langsung Ketua Yayasan Wali Barokah K.H. Achmad Fawwaz Abd. Aziz, Ketua Ponpes Wali Barokah K.H. Sunarto, serta jajaran pengurus harian pondok dan perwakilan Bhabinkamtibmas Kelurahan Burengan dan Banjaran.

    Tata Kelola Pesantren Mandiri Berbasis Gotong Royong

    Dalam dialog yang berlangsung santai namun produktif, Ketua Yayasan Wali Barokah, K.H. Achmad Fawwaz Abdul Aziz, memberikan pemaparan mendalam mengenai operasional institusi pendidikan Islam tersebut. Salah satu poin menarik yang ditekankan adalah sistem pendidikan inklusif yang tidak membebani santri dengan biaya pendidikan atau SPP.

    “Pondok Pesantren Wali Barokah menerapkan sistem pendidikan tanpa memungut biaya kepada para santri. Seluruh operasional pondok didukung oleh gotong royong para alumni dan pelaku usaha yang tergabung dalam jaringan yayasan. Kami berharap hubungan harmonis dengan Polres Kediri Kota yang selama ini telah terjalin baik dapat terus dipelihara, sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” ujar K.H. Achmad Fawwaz Abdul Aziz.

    Penjelasan tersebut menggambarkan kemandirian ekonomi pesantren yang berakar pada semangat kolektif. Fawwaz menegaskan bahwa keberlanjutan program pendidikan di Ponpes Wali Barokah sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari pihak keamanan untuk menjamin iklim belajar yang kondusif bagi ribuan santri yang menimba ilmu di sana.

    Apresiasi Terhadap Prestasi dan Inovasi Lingkungan

    Ketua Ponpes Wali Barokah, K.H. Sunarto, turut menambahkan bahwa kerja sama antara pesantren dan kepolisian telah melampaui isu keamanan semata. Kolaborasi yang ada mencakup berbagai program strategis, mulai dari pembinaan disiplin santri hingga dukungan terhadap program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Prestasi Ponpes Wali Barokah sebagai role model pesantren berstandar kesehatan dan lingkungan terbaik di tingkat Jawa Timur juga menjadi topik bahasan.

    “Silaturahmi ini menjadi langkah positif untuk mempererat hubungan ulama dan umara. Harapannya, dengan kehadiran Kapolres baru di Kota Kediri, kita bisa saling membantu demi mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan umat,” tutur K.H. Sunarto.

    Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto melontarkan pujian atas kontribusi nyata pesantren bagi masyarakat luas. Ia menilai Ponpes Wali Barokah telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan inovasi praktis yang bermanfaat secara sosial.

    “Ponpes Wali Barokah ini luar biasa, prestasinya banyak, baik di bidang keagamaan maupun kesehatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini menjadi contoh positif bagi pondok pesantren lainnya,” kata AKBP Kresno Wisnu P.

    Menjaga Kamtibmas Adalah Mandat Bersama

    Bagi AKBP Kresno, Polri menyadari sepenuhnya bahwa tantangan dalam menjaga kondusivitas wilayah tidak mungkin dihadapi tanpa dukungan masyarakat, khususnya para ulama yang memiliki pengaruh moral kuat di tengah warga. Sinergi ini dianggap sebagai modal sosial utama untuk mendinginkan suasana jika terjadi gesekan di masyarakat.

    “Menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Polri dan ulama sangat penting dalam menjaga kesejukan kehidupan bermasyarakat. Masukan serta doa dari para tokoh agama menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian,” tambahnya.

    Sebagai simbol penguatan kemitraan, agenda silaturahmi ditutup dengan pertukaran cinderamata dan buku. Doa bersama yang dipimpin oleh K.H. Sabela Rosada dari Majelis Taujih Wal Irsyad mengakhiri pertemuan di dalam ruangan sebelum rombongan melakukan peninjauan ke beberapa fasilitas unggulan pesantren. Kapolres beserta jajaran berkesempatan melihat langsung operasional Al Qomar Bakery serta instalasi PLTS Rooftop (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang menjadi bukti nyata komitmen Ponpes Wali Barokah terhadap kemandirian energi dan kelestarian lingkungan.

    📖 Glosarium Istilah

    • Umara: Pemimpin pemerintahan atau pemegang otoritas politik/formal (seperti pejabat negara, TNI, dan Polri).
    • Kamtibmas: Keamanan dan Ketertiban Masyarakat; suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional.
    • PLTS Rooftop: Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang dipasang di atap bangunan untuk menghasilkan energi listrik secara mandiri dan ramah lingkungan.
    • Sinergitas: Bentuk kerja sama yang menghasilkan nilai tambah atau hasil yang lebih besar dibandingkan jika dilakukan secara sendiri-sendiri.

    Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.