KEDIRI – Menegaskan komitmen dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat sinergi lintas sektoral, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Kota Kediri melakukan kunjungan silaturahmi resmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, Kota Kediri, pada Rabu (12/8) pagi. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen antar-tokoh, namun juga menjadi ruang diskusi strategis mengenai pemberdayaan ekonomi pesantren dan isu krusial mengenai ketahanan lingkungan hidup.
⚡ Poin Utama Berita
- Sinergi Kelembagaan: Penguatan hubungan historis dan komunikasi antara purnawirawan TNI/Polri dengan institusi pesantren dalam menjaga kondusivitas wilayah.
- Kemandirian Ekonomi: Eksplorasi unit usaha Al Qomar Bakery sebagai model nyata pemberdayaan santri dan kemandirian finansial lembaga pendidikan.
- Ketahanan Lingkungan: Kesepakatan bersama untuk mendorong edukasi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dari lingkup pesantren untuk masyarakat.
Apa Fokus Utama Kunjungan Pepabri ke Ponpes Wali Barokah?
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menyambut hangat kehadiran rombongan DPC Pepabri dengan penuh rasa kekeluargaan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberadaan pesantren dan para purnawirawan memiliki benang merah yang kuat dalam menjaga keutuhan bangsa. Silaturahmi ini dinilai menjadi momentum berharga untuk memperbarui komunikasi yang selama ini telah terjalin sangat baik.
"Alhamdulillah, hubungan Ponpes Wali Barokah dengan TNI dan Polri selama ini berjalan dengan sangat baik. Silaturahim seperti ini penting untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta membangun sinergi dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar KH. Sunarto.
Tak hanya berbicara soal ukhuwah, pertemuan ini juga membedah dapur kemandirian pesantren. KH. Sunarto secara gamblang memaparkan keberadaan Al Qomar Bakery. Unit usaha ini bukan sekadar entitas bisnis yang mencari laba semata, melainkan sebuah laboratorium hidup bagi para santri untuk belajar mengenai integritas, manajemen ekonomi, dan kewirausahaan.
Bagaimana Peran Al Qomar Bakery dalam Kemandirian Ekonomi Pesantren?
Kemandirian ekonomi menjadi salah satu pilar utama bagi Ponpes Wali Barokah dalam menghadapi tantangan zaman. Melalui Al Qomar Bakery, warga pesantren diajarkan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan luar, melainkan mampu menciptakan nilai tambah melalui produk-produk berkualitas.
"Al Qomar Bakery merupakan salah satu ikhtiar kami untuk mengembangkan kemandirian dan keterampilan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat secara ekonomi sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para santri," lanjut KH. Sunarto menjelaskan filosofi di balik unit usaha tersebut.
Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran purnawirawan. Ketua DPC Pepabri Kota Kediri, Suratin BW, mengungkapkan kekagumannya terhadap model pemberdayaan yang diterapkan di Ponpes Wali Barokah. Baginya, melihat pesantren yang progresif secara ekonomi memberikan harapan baru bagi ketahanan nasional di tingkat akar rumput.
Mengapa Ketahanan Lingkungan Menjadi Bahasan Penting?
Di sela-sela dialog hangat tersebut, isu lingkungan hidup muncul sebagai topik yang tak kalah krusial. Pesantren dengan ribuan warga di dalamnya memiliki potensi besar dalam mempengaruhi perilaku sadar lingkungan di tengah masyarakat Kota Kediri. KH. Sunarto menegaskan bahwa menjaga ekosistem adalah bagian integral dari nilai-nilai spiritual dan sosial pesantren.
"Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Pesantren memiliki peran untuk memberikan contoh kepada masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang baik, kebersihan, penghijauan, hingga pemanfaatan sumber daya secara bijaksana," jelas beliau dengan tegas.
Suratin BW menilai, langkah konkret pesantren dalam isu lingkungan dan ekonomi ini patut dicontoh oleh lembaga lain. Ia berharap kolaborasi antara Pepabri dan Ponpes Wali Barokah tidak berhenti pada seremoni kunjungan saja, melainkan berlanjut pada aksi nyata yang memperkuat harmoni warga Kediri.
"Kami melihat kegiatan Al Qomar Bakery sebagai sesuatu yang positif karena ada unsur pendidikan, keterampilan, sekaligus pemberdayaan ekonomi. Hubungan Wali Barokah dengan TNI dan Polri selama ini sudah sangat baik. Kami berharap silaturahim ini semakin memperkuat hubungan tersebut demi menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, guyub, dan kondusif," pungkas Suratin BW.
Acara yang berlangsung penuh keakraban tersebut ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi mendalam mengenai potensi kerja sama di masa depan, terutama dalam mendukung program-program pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat dan pelestarian lingkungan.
📖 Glosarium Istilah
- Pepabri: Organisasi kemasyarakatan sebagai wadah purnawirawan dan warakawuri TNI/Polri untuk mengabdi kepada bangsa.
- Warakawuri: Istri seorang anggota TNI atau Polri yang telah meninggal dunia.
- Kemandirian Ekonomi Pesantren: Konsep di mana pesantren mengelola unit usaha sendiri untuk mendukung operasional pendidikan dan kesejahteraan warga pesantren.
- Al Qomar Bakery: Unit usaha produksi roti milik Ponpes Wali Barokah yang menjadi sarana edukasi kewirausahaan santri.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.