DENPASAR – Memasuki pekan pertama bulan Agustus, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali melakukan langkah proaktif dalam memperkokoh struktur sosial keagamaan di Pulau Dewata. Pada Senin, 4 Agustus 2026, mereka melangsungkan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bali guna menyelaraskan visi dan memperkuat sinergi institusional yang selama ini telah terbangun dengan baik.
Memaparkan Program Strategis 'LDII Untuk Bangsa'
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum bagi LDII Bali untuk memperkenalkan struktur kepengurusan terbaru sekaligus membedah peta jalan program kerja strategis organisasi. Salah satu agenda yang mencuri perhatian adalah rencana penyelenggaraan Festival Generus Taqwa, sebuah inisiatif pembinaan mental dan spiritual bagi generasi muda muslim di Bali.
Dalam dialog tersebut, LDII Bali menyatakan harapannya agar pihak Kementerian Agama dapat hadir secara resmi untuk membuka gelaran tersebut. Lebih jauh, ormas ini menegaskan komitmennya untuk selalu siap sedia dilibatkan dalam berbagai konsolidasi lintas ormas keagamaan di bawah naungan Kemenag.
"Kami telah menyampaikan berbagai program kerja yang sudah maupun yang akan berjalan. Selaras dengan tagline 'LDII untuk Bangsa', kerukunan umat beragama di Bali memang harus terus kita jaga bersama. Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mempererat tali persaudaraan, baik di antara sesama umat muslim maupun dengan umat beragama lainnya," ujar Wakil Ketua DPW LDII Bali, H. Agus Purmadi.
Apresiasi Pemerintah terhadap Eksistensi LDII
Pemerintah, melalui Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., merespons positif inisiatif tersebut. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi teknis LDII selama ini, terutama dalam peran aktif mereka membantu pemerintah dalam agenda krusial seperti penentuan rukyatul hilal untuk hari besar Islam serta verifikasi akurasi arah kiblat di berbagai titik wilayah Bali.
Mengingat status Bali sebagai sentral pariwisata internasional, Sunartha menekankan bahwa merawat harmoni dalam heterogenitas masyarakat bukanlah tugas yang ringan. Ia menilai LDII sebagai organisasi yang telah mencapai tingkat kemapanan struktural dan manajerial yang mumpuni untuk menjadi mitra strategis pemerintah.
"Kita ketahui bersama bahwa Bali selalu menjadi destinasi pariwisata internasional. Tentu membangun dan merawat harmoni dalam keberagaman ini bukanlah hal yang mudah. Saya mengakui LDII adalah organisasi yang cukup mapan. Oleh karena itu, saya sangat berharap LDII dapat terus membangun sinergi bersama Kemenag, khususnya dalam pembinaan generasi muda untuk mencegah kenakalan remaja, serta membekali mereka dengan kemandirian dan keimanan yang kokoh menjelang usia dewasa," kata Dr. I Gusti Made Sunartha.
Dakwah Dinamis dan Relevansi Zaman
Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Kabid Bimas Islam) Kanwil Kemenag Bali, H. Aminullah, S.Ag., M.A., menyoroti transformasi gerakan dakwah LDII yang kini tampil lebih fleksibel. Menurutnya, pendekatan dakwah yang adaptif sangat diperlukan agar pesan-pesan keagamaan dapat diterima oleh lapisan masyarakat yang semakin modern.
"LDII saat ini telah memperkuat visi dan misinya dengan bergerak dalam dakwah yang lebih dinamis. Kami berharap keberadaan dan kontribusi ormas LDII ini dapat dirasakan secara nyata manfaat serta dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat, selagi terus berandil aktif menjalankan kegiatan yang selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Bali," tegas H. Aminullah.
Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, melainkan berlanjut pada implementasi program-program nyata yang mampu mengawal stabilitas sosial dan spiritualitas warga Bali di masa depan.
📖 Glosarium Istilah
- Rukyatul Hilal: Metode observasi astronomis untuk melihat bulan sabit muda guna menentukan pergantian bulan dalam kalender Hijriah.
- Sinergitas: Bentuk kerja sama dua pihak atau lebih yang saling melengkapi untuk mencapai hasil yang lebih besar daripada bekerja sendiri-sendiri.
- Generus: Akronim dari 'Generasi Penerus', istilah yang sering digunakan dalam pembinaan usia dini hingga remaja di lingkungan LDII.
- Ormas Keagamaan: Organisasi kemasyarakatan yang berbasis pada nilai-nilai agama dan memiliki badan hukum resmi di Indonesia.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.