AMBON – Menghadapi ancaman banjir di musim penghujan, Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII Waiheru mengambil langkah preventif dengan menggandeng personel TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 733 serta warga setempat. Aksi nyata ini diwujudkan melalui kerja bakti massal bertajuk "Kerja Bersama Bakti untuk Negeri" yang difokuskan pada normalisasi aliran sungai di kawasan Air Salak, RT 32, Kota Ambon, Maluku, pada Jumat (7/8/2026).
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelestarian Lingkungan
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini bukan sekadar seremoni belaka. Para peserta yang terdiri dari puluhan pemuda LDII, prajurit TNI, dan warga sekitar tampak bahu-membahu menyisir bantaran sungai. Fokus utama mereka adalah mengevakuasi sampah domestik yang menyumbat aliran air, memangkas semak belukar yang tumbuh liar, serta mengeruk endapan sedimen yang memicu pendangkalan sungai.
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat topografi wilayah Air Salak yang rentan terdampak luapan air saat intensitas hujan meningkat. Kehadiran personel Yonif 733 dalam agenda ini menambah kekuatan fisik sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam misi kemanusiaan dan lingkungan.
Wujud Nyata Pengabdian Masyarakat
Ketua PAC LDII Waiheru, M. Iksan Taipabu, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari doktrin organisasi untuk selalu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam menjaga ekosistem perkotaan tetap sehat.
"Kegiatan ini merupakan implementasi semangat gotong-royong yang menjadi bagian dari pengabdian LDII kepada masyarakat. Kami berharap kepedulian terhadap kebersihan sungai terus tumbuh sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk semua," ujar M. Iksan Taipabu di sela-sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa aksi bersih sungai ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisir risiko bencana banjir yang kerap mengintai kawasan permukiman padat penduduk di Ambon.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Kehadiran TNI di tengah masyarakat disambut hangat oleh warga RT 32 Air Salak. Perwakilan Yonif 733 menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang digagas oleh LDII Waiheru. Kolaborasi semacam ini dipandang sebagai model ideal dalam memecahkan masalah sosial-lingkungan secara swadaya. Menjaga kebersihan bukan lagi dipandang sebagai tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Masyarakat setempat pun merespons positif dengan ikut turun langsung ke aliran sungai. Mereka berharap agenda serupa bisa dijadwalkan secara rutin untuk memastikan sistem drainase alamiah di wilayah mereka tetap berfungsi optimal sepanjang tahun.
Melalui payung program Kerja Bersama Bakti untuk Negeri, PAC LDII Waiheru berkomitmen untuk terus konsisten dalam penguatan budaya gotong-royong. Upaya ini merupakan kontribusi konkret dalam mendukung terciptanya lingkungan yang berkelanjutan dan harmonis bagi seluruh warga Maluku.
📖 Glosarium Istilah
- PAC LDII: Pengurus Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi di tingkat desa atau kelurahan.
- Yonif 733: Batalyon Infanteri 733/Masariku, satuan tempur infanteri di bawah komando Kodam XV/Pattimura.
- Mitigasi Bencana: Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
- Sedimentasi: Proses pengendapan material seperti lumpur atau pasir yang terbawa oleh air, yang dapat menyebabkan pendangkalan sungai.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.