Sinergi LDII Kaltim dan Bontang Optimalkan Peran Media Sosial dalam Publikasi Organisasi

Sinergi LDII Kaltim dan Bontang Optimalkan Peran Media Sosial dalam Publikasi Organisasi
foto: ilustrasi
  • SAMARINDA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Bontang bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Timur menyelenggarakan sesi berbagi (sharing session) bertajuk Penguatan Media Sosial di Samarinda, Minggu (27/7/2026). Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan organisasi untuk meningkatkan kualitas publikasi digital sekaligus menanamkan semangat beramal saleh melalui penyebaran konten yang positif, edukatif, dan inspiratif.

    Bertempat di ONG KopiTea Samarinda, agenda ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW LDII Kalimantan Timur, Prof. Dr. Ir. H. Krishna Purnawan Candra, M.S., serta para pengelola media dari berbagai daerah di wilayah tersebut. Forum ini dirancang sebagai ruang diskusi terbuka untuk saling bertukar pengalaman dan inovasi dalam mengelola platform digital agar informasi yang disampaikan lebih akurat, estetis, dan memberikan manfaat nyata bagi publik luas.

    Inovasi Publikasi Digital Sebagai Jembatan Komunikasi Organisasi

    Dalam arahannya, Prof. Krishna Purnawan Candra menekankan bahwa penguatan sektor media telah menjadi program prioritas DPW LDII Kalimantan Timur. Kehadiran media sosial saat ini bukan sekadar pelengkap, melainkan jembatan krusial yang menghubungkan visi organisasi dengan realitas sosial di tengah masyarakat.

    "Kegiatan semacam ini memang sudah menjadi agenda rutin kami di tingkat wilayah. Media sosial memegang peran sentral sebagai kanal komunikasi antara organisasi dengan khalayak. Oleh sebab itu, setiap konten yang diproduksi tidak boleh berhenti pada aspek informatif saja, tetapi harus mampu memicu inspirasi, membangun optimisme, dan memberikan harapan baru," ujar Prof. Krishna.

    Beliau menambahkan bahwa setiap unggahan di media sosial mencerminkan wajah organisasi. Kualitas narasi dan visual yang disajikan harus mampu bersaing di tengah arus informasi yang sangat cepat, sehingga pesan-pesan dakwah dan kegiatan sosial LDII dapat diterima dengan baik oleh berbagai lapisan generasi.

    Rencana Pembentukan Kelompok Kerja LDII News Network Kalimantan Timur

    Satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) LDII News Network (LINES) di tingkat Kalimantan Timur. Struktur ini diharapkan mampu mempererat rantai koordinasi antarwilayah, mempercepat distribusi berita, serta memastikan standarisasi kualitas jurnalistik di tiap daerah tetap terjaga.

    Prof. Krishna menilai, keberhasilan sebuah tim media tidak hanya bertumpu pada kemahiran teknis dalam mengoperasikan gadget atau perangkat lunak desain. Kedekatan emosional dan kesamaan visi antaranggota menjadi fondasi utama dalam membangun kolaborasi yang solid dan berkelanjutan.

    "Pertemuan ini harus kita bangun dengan pendekatan dari hati ke hati. Tanpa adanya ikatan emosional yang kuat, kerja sama tim akan terasa berat. Kita semua memiliki tugas yang sama, yakni beramal saleh melalui peran masing-masing. Di sini, para pemuda berada di garda terdepan dalam menangkal informasi negatif dengan menyebarkan kabar-kabar baik," tegasnya.

    Regenerasi Tim Media Menuju Ekosistem Digital yang Berkelanjutan

    Seiring dengan pergeseran zaman, Prof. Krishna juga menyoroti pentingnya regenerasi. Jika pada masa lalu 'pena adalah senjata', maka di era modern ini, jempol para jurnalis dan penggiat media sosial menjadi instrumen utama dalam berdakwah. Tangan-tangan kreatif anak muda LDII kini memegang tanggung jawab besar untuk menyajikan kebenaran di tengah maraknya disinformasi.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kota Bontang, Anton Kuswanto, memberikan apresiasi atas terselenggaranya diskusi hangat ini. Ia berharap momentum ini mampu menyuntikkan semangat baru bagi tim media lokal untuk terus bertransformasi menjadi lebih profesional.

    "Kami berharap seluruh tim media semakin termotivasi untuk bersinergi dan mampu menghadirkan pemberitaan yang cepat serta akurat dengan tetap mengedepankan nilai-nilai santun. Media sosial harus dioptimalkan menjadi instrumen dakwah dan edukasi yang efektif untuk mensosialisasikan berbagai kontribusi positif LDII bagi bangsa," kata Anton Kuswanto.

    Diskusi yang berlangsung santai namun mendalam tersebut menjadi sinyal kuat bahwa LDII di Kalimantan Timur siap menghadapi tantangan era Generative AI dan transformasi digital. Kolaborasi yang semakin erat antara tingkat wilayah dan daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi literasi digital masyarakat di Kalimantan Timur.

    📖 Glosarium Istilah

    • LINES (LDII News Network): Jaringan jurnalisme internal LDII yang fokus pada publikasi kegiatan organisasi dan edukasi publik.
    • Pokja (Kelompok Kerja): Tim khusus yang dibentuk untuk menangani proyek atau bidang tertentu secara lebih fokus dan terstruktur.
    • Sharing Session: Metode pertemuan informal untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi antar anggota organisasi.
    • Amal Saleh Digital: Konsep pemanfaatan teknologi informasi untuk menyebarkan kebaikan dan pesan moral sebagai bentuk ibadah.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.