KARIMUN — Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan strategis ke kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri, KH Afrizal, di Kabupaten Karimun pada Sabtu (1/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam mempertegas komitmen kedua belah pihak untuk menggaungkan dakwah yang moderat dan inklusif di tengah dinamika masyarakat yang kian kompleks.
⚡ Poin Utama Berita
- Sinergi Kelembagaan: DPW LDII Kepri dan MUI Kepri memperkuat kolaborasi dalam mendukung program dakwah yang menyejukkan dan mempersatukan umat.
- Dakwah Bil Hal: LDII menekankan pentingnya aksi nyata melalui pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial sebagai solusi menghadapi tantangan zaman.
- Respons MUI: KH Afrizal mengapresiasi peran aktif LDII yang konsisten berkontribusi di bawah naungan MUI sebagai rumah besar ormas Islam.
Apa Poin Utama Pertemuan LDII dan MUI Kepri?
Fokus utama dalam silaturahim ini adalah penyelarasan visi antara LDII sebagai organisasi kemasyarakatan dengan MUI sebagai payung besar ulama. Ketua DPW LDII Kepri, Rulifa Syahroel, menyatakan bahwa dukungan penuh terhadap MUI adalah bagian dari upaya memperkokoh ukhuwah Islamiyah di wilayah Kepulauan Riau.
“Melalui silaturahim ini, kami menyampaikan dukungan pada MUI untuk mendukung penguatan program dakwah yang moderat dan inklusif. Serta berbagai upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujar Ketua DPW LDII Kepri, Rulifa Syahroel.
Rulifa memaparkan bahwa dakwah di masa kini tidak bisa lagi hanya mengandalkan retorika lisan semata. Menurutnya, implementasi di lapangan jauh lebih berdampak bagi masyarakat. “Penguatan dakwah tidak sekadar menyampaikan syiar lisan, melainkan perlu aksi nyata atau dakwah bil hal yang menyentuh kesejahteraan sosial,” tambahnya dengan tegas.
Bagaimana Strategi Dakwah LDII Menghadapi Arus Digitalisasi?
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai kompleksitas tantangan dakwah di era modern, termasuk isu kemiskinan dan disrupsi teknologi. LDII memandang bahwa dakwah harus mampu bertransformasi menjadi instrumen pemberdayaan umat secara mandiri.
“Salah satunya mengenai isu kemiskinan. Maka dakwah harus mampu mendorong kemandirian ekonomi umat,” imbuh Rulifa.
Tak hanya soal ekonomi, pembentukan karakter atau akhlakul karimah bagi generasi muda juga menjadi sorotan tajam. Di tengah gempuran media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (AI), LDII berkomitmen mengarahkan teknologi sebagai alat dakwah yang positif.
”Di tengah arus digitalisasi dan globalisasi yang masif. Pemanfaatan teknologi seperti media sosial dan kecerdasan buatan harus diarahkan secara positif. Sebagai instrumen strategis penunjang dakwah,” kata Rulifa di hadapan jajaran pengurus MUI.
Mengapa MUI Mengapresiasi Langkah Proaktif LDII?
Ketua MUI Kepri, KH Afrizal, menyambut hangat kedatangan rombongan LDII. Beliau menilai langkah proaktif ini sangat penting untuk menjaga komunikasi yang harmonis antara ulama dan organisasi Islam. KH Afrizal mengakui bahwa selama ini LDII telah menunjukkan konsistensi dalam berkontribusi bagi program keumatan, khususnya di wilayah Karimun.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. MUI adalah payung besar yang menaungi seluruh ormas Islam. LDII menjadi bagian penting di dalamnya,” tegas KH Afrizal.
Beliau juga menambahkan bahwa kebersamaan antara MUI dan LDII telah terjalin lama melalui berbagai gerakan dakwah yang turun langsung ke masyarakat. Baginya, komunikasi yang intensif adalah kunci utama dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman.
“MUI sering berdakwah bersama, turun ke masyarakat, dan menjalankan berbagai program yang menjadi gerakan bersama MUI. Komunikasi yang baik adalah kunci menjaga kerukunan umat,” tuturnya mengakhiri pembicaraan.
Turut hadir dalam pertemuan penuh keakraban tersebut beberapa tokoh kunci, di antaranya Ketua DPD LDII Karimun, Ust. Rahmatullah; Wakil Ketua DPW LDII Kepri, H. Haikal Hamid; serta Ketua Dewan Penasehat LDII Karimun, HM. Almansa Fitra.
📖 Glosarium Istilah
- Dakwah Bil Hal: Metode dakwah melalui perbuatan nyata atau aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
- Ukhuwah Islamiyah: Konsep persaudaraan antara sesama umat Islam yang didasari oleh ikatan akidah.
- Inklusif: Pendekatan yang bersifat terbuka, mengajak, dan merangkul berbagai kalangan tanpa membedakan latar belakang.
- Moderasi Beragama: Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.