BANYUWANGI — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Jawa Timur bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur merealisasikan komitmen nyata dalam pelestarian alam melalui aksi ekologi di kawasan pesisir. Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Cemara, Kabupaten Banyuwangi, pada Minggu (23/8/2026) ini melibatkan penanaman 1.000 bibit mangrove dan pelepasan puluhan tukik ke habitat aslinya. Langkah kolaboratif ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk memitigasi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem maritim di ujung timur Pulau Jawa.
Apresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap Gerakan Ekologis LDII
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diusung oleh LDII dan MUI ini. Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suratno, yang hadir membuka acara tersebut, menegaskan bahwa aksi lingkungan ini merupakan wujud pengejawantahan nilai-nilai keimanan yang dituangkan dalam kepedulian terhadap kelestarian bumi.
"Ini adalah bentuk supporting real LDII terhadap Gerakan Banyuwangi Asri. Termasuk mendukung gerakan ekonomi karena di dalamnya ada potensi pariwisata dan potensi ekonomi lainnya. Gerakan ini memberikan warisan lingkungan yang baik bagi generasi mendatang," ujar Suratno.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah menaruh harapan besar agar konsistensi LDII dalam mengawal isu lingkungan hidup dapat menjadi tolok ukur atau blueprint bagi organisasi kemasyarakatan lainnya. Sinergi antara elemen ormas dan pemerintah diharapkan mampu mempercepat pemulihan kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi.
Implementasi Program Bakti untuk Negeri melalui Aksi Pelestarian Alam
Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Amrodji Konawi, memaparkan bahwa agenda di Pantai Cemara ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan turunan langsung dari instruksi nasional Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII. Program bertajuk "Kerja Bersama Bakti untuk Negeri" ini diterjemahkan ke dalam aksi-aksi lokal yang relevan dengan kebutuhan daerah masing-masing.
"LDII Jatim menerjemahkan program DPP tersebut dengan hal yang lebih khusus, yaitu mengajak masyarakat Jawa Timur untuk menanam pohon mangrove. Alhamdulillah, iktikad baik ini disambut sangat baik oleh Pemkab Banyuwangi dan DPD LDII setempat," ujar KH Amrodji Konawi.
Dukungan bibit mangrove sebanyak 1.000 batang diperoleh melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Selain penghijauan, pelepasan tukik dilakukan sebagai langkah preventif terhadap penurunan populasi penyu yang kian mengkhawatirkan di perairan Jawa Timur. Interaksi langsung dengan alam ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang lebih mendalam bagi seluruh kader organisasi.
Menjaga Ekosistem Maritim dalam Perspektif Amal Jariyah
Ketua MUI Jawa Timur, KH Abd. Halim Soebahar, memberikan tinjauan religius terkait urgensi menjaga keseimbangan alam. Dalam sambutannya, beliau mengutip pesan mendalam dari Surat Ar-Rum ayat 41, yang memperingatkan manusia tentang dampak kerusakan yang timbul akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
"Menanam sesuatu yang bisa menyelamatkan alam dan generasi di masa mendatang itu menjadi amal jariyah. Karena gerakan penanaman mangrove belum banyak dilakukan secara konsisten, maka LDII harus tetap konsisten mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan kawasan mangrove," tegas KH Abd. Halim Soebahar.
Menurutnya, menjaga ekosistem pesisir adalah bagian dari dakwah bil-hal (dakwah dengan perbuatan). Dengan memastikan pohon mangrove tumbuh subur, manusia sebenarnya sedang mempersiapkan perlindungan bagi kehidupan generasi masa depan dari ancaman bencana alam pesisir.
Komitmen Perluasan Dampak Dakwah Ekologis di Wilayah Sekitar
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan DPD LDII dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M. Kehadirannya menunjukkan adanya kesolidan antarwilayah dalam mendukung agenda besar organisasi terkait isu lingkungan hidup.
"Kami dari DPD LDII Kabupaten Jember sangat mengapresiasi langkah progresif DPW LDII Jatim dan MUI Jatim ini. Penanaman mangrove ini membuktikan bahwa dakwah LDII tidak hanya sebatas di atas mimbar, tetapi juga menyentuh dakwah ekologis yang memberi manfaat nyata bagi alam dan masyarakat," tutur H. Akhmad Malik Afandi.
Pihaknya berencana untuk mengadaptasi semangat pelestarian ini ke wilayah Jember, baik di kawasan pesisir selatan maupun area perkotaan. Sinergi lintas sektor antara ulama, umaro (pemerintah), dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan bumi demi kehidupan yang lebih sehat dan harmonis.
📖 Glosarium Istilah
- Mangrove: Hutan bakau yang tumbuh di air payau dan berfungsi menahan abrasi air laut serta menjadi habitat berbagai biota laut.
- Tukik: Sebutan untuk anak penyu yang baru menetas dan siap untuk dilepaskan kembali ke laut lepas.
- Amal Jariyah: Perbuatan baik yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang melakukannya telah meninggal dunia, dalam hal ini termasuk menanam pohon.
- Dakwah Bil-Hal: Metode penyampaian ajaran agama melalui aksi nyata atau perbuatan yang memberikan manfaat langsung bagi umat dan lingkungan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.