Sinergi LDII dan DLH Gunungkidul: Kolaborasi Aksi Bersih Kali Kepek Menuju Gerakan Indonesia ASRI

Sinergi LDII dan DLH Gunungkidul: Kolaborasi Aksi Bersih Kali Kepek Menuju Gerakan Indonesia ASRI
foto: ilustrasi

Mendukung terwujudnya ekosistem lingkungan yang sehat dan asri, DPD LDII Kabupaten Gunungkidul bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam agenda "Gerakan Jumat Bersih Gunungkidul Bebas Sampah". Aksi kolektif ini dipusatkan di aliran Kali Kepek, Wonosari, sebagai langkah konkret memitigasi risiko bencana ekologis sekaligus menjaga kualitas air di wilayah tersebut.

⚡ Poin Utama Berita

  • Gerakan Jumat Bersih: Aksi kolaborasi antara DLH Gunungkidul, LDII, TNI-Polri, dan komunitas lokal untuk membersihkan kawasan Kali Kepek.
  • Gerakan Indonesia ASRI: Keterlibatan LDII merupakan implementasi dari program nasional Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
  • Edukasi Pengelolaan Sampah: LDII mendorong perubahan perilaku masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah guna mencegah pendangkalan sungai.

Bagaimana Jalannya Gerakan Jumat Bersih di Kali Kepek?

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026) ini diawali dengan apel kesiapsiagaan yang dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul. Kehadiran berbagai elemen, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), personel TNI-Polri, komunitas pemerhati sungai, hingga Paguyuban Pedagang Taman Kuliner (Tamkul), menunjukkan adanya kesadaran kolektif terhadap kelestarian lingkungan.

Setelah apel selesai, para peserta segera bergerak menyisir aliran Kali Kepek dan area sekitarnya. Dengan berbekal peralatan manual seperti sapu lidi, garuk, arit, hingga mesin pemotong rumput dan tangga, mereka bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah serta tumbuhan liar yang menghambat aliran air. Suasana gotong royong tampak kental saat warga dan aparat bekerja sama membersihkan sedimentasi di dasar sungai.

Mengapa LDII Menekankan Pentingnya Menjaga Kebersihan Sungai?

Bagi LDII Gunungkidul, partisipasi ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian dari komitmen organisasi terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Fokus pada kebersihan sungai dianggap krusial karena dampak langsungnya terhadap sanitasi dan kualitas hidup masyarakat luas.

“Sungai yang bersih membantu menjaga kualitas lingkungan, memperlancar aliran air, serta mengurangi risiko pencemaran dan banjir. Karena itu, kebersihan sungai perlu dijaga secara rutin,” ujar Joko Edi Wardoyo, Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Joko, ekosistem sungai yang terjaga akan menciptakan ruang hidup yang lebih sehat bagi masyarakat. Namun, ia juga memberikan catatan kritis bahwa tantangan utama dalam pelestarian sungai bukanlah pada pembersihan fisik semata, melainkan pada aspek konsistensi pemeliharaan.

Bagaimana Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Masyarakat?

LDII memandang bahwa persoalan sampah adalah isu hulu yang membutuhkan perubahan paradigma di tingkat rumah tangga. Bersih-bersih sungai hanya solusi sementara jika kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terus dilakukan oleh warga di sepanjang aliran sungai.

“Kebiasaan tidak membuang sampah ke sungai perlu terus ditanamkan. Masyarakat juga perlu memahami cara memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah,” tegas Joko.

Ia mendorong agar edukasi lingkungan dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Dengan memahami cara memilah sampah organik dan anorganik, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) maupun sungai dapat ditekan secara signifikan.

Apa Langkah Kolaborasi Selanjutnya antara LDII dan Pemerintah?

Hubungan kerja sama antara LDII Gunungkidul dan DLH sebenarnya telah terjalin lama. Setahun sebelumnya, kedua pihak juga terlibat dalam aksi serupa. Melihat dampak positif yang dihasilkan, LDII membuka peluang untuk memperluas cakupan kolaborasi ke bidang-bidang lingkungan lainnya yang lebih strategis.

“Kerja sama ini dapat diperluas melalui edukasi pengelolaan sampah, penghijauan, serta kegiatan lingkungan yang melibatkan warga. Kami siap mendukung program pemerintah sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Joko Edi Wardoyo.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, LDII berharap kesadaran lingkungan dapat menjadi budaya yang mendarah daging di masyarakat Gunungkidul. Upaya ini merupakan bentuk nyata dari kontribusi organisasi dalam mendukung program-program sosial dan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan.

📖 Glosarium Istilah

  • DLH: Dinas Lingkungan Hidup, instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan perlindungan lingkungan di tingkat daerah.
  • Gerakan Indonesia ASRI: Program lingkungan yang mengusung nilai Aman, Sehat, Resik (Bersih), dan Indah.
  • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi LDII di tingkat kabupaten atau kota.
  • Mitigasi Ekologis: Upaya untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan atau bencana alam melalui tindakan preventif.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.