Sinergi FKKI dan LDII Kota Bogor Perkuat Kesehatan Santri Lewat Program Sahabat Pesantren

Sinergi FKKI dan LDII Kota Bogor Perkuat Kesehatan Santri Lewat Program Sahabat Pesantren
foto: ilustrasi

BOGOR – Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) Kota Bogor berkolaborasi dengan DPD LDII Kota Bogor dan Pondok Pesantren Nurul Iman sukses menyelenggarakan agenda penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan komprehensif bagi para santri. Mengusung tajuk program "FKKI Sahabat Pesantren", kegiatan yang berlangsung pada Minggu (23/8/2026) ini dirancang sebagai upaya preventif untuk memastikan kondisi fisik santri tetap prima selama menjalani masa pendidikan di lingkungan pesantren.

Komitmen Deteksi Dini dan Edukasi Kesehatan Lingkungan Pesantren

Inisiatif ini lahir dari kesadaran akan pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala bagi masyarakat pesantren. Ketua FKKI Kota Bogor, Yan Ajie Nugroho, menegaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi nyata kepedulian terhadap kesejahteraan santri. Menurutnya, banyak masalah kesehatan yang seringkali tidak disadari secara mandiri oleh para santri, sehingga memerlukan skrining profesional agar dapat segera diberikan penanganan yang tepat.

“Kami melakukan edukasi, kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan untuk menjaring masalah-masalah kesehatan yang ada pada adik-adik santri untuk ditindaklanjuti, diberikan pengobatan, kemudian juga mungkin perlu dirujuk kalau memang ada masalah kesehatan yang memang perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujar Yan Ajie Nugroho.

Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan secara sistematis, mencakup berbagai parameter medis mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan untuk memantau status gizi, tekanan darah, hingga pemeriksaan fisik menyeluruh. Selain itu, dilakukan sesi anamnesis atau wawancara medis oleh tim dokter guna menggali keluhan kesehatan yang mungkin tersembunyi.

Kolaborasi Multi-Profesional Medis untuk Jangkauan Layanan Luas

Guna memastikan kualitas pemeriksaan, sebanyak 14 tenaga kesehatan lintas disiplin diterjunkan langsung ke lokasi. Tim ini terdiri atas dokter, paramedis, perawat, ahli gizi, fisioterapis, hingga apoteker yang bekerja secara sinergis melayani ratusan santri. Yan Ajie menjelaskan bahwa komposisi tim yang beragam ini sengaja disiapkan agar penanganan kesehatan bisa dilihat dari berbagai aspek keilmuan medis.

“Kita pada kesempatan ini mempersiapkan 14 tenaga medis, meliputi tiga dokter, kemudian ada teman-teman dari paramedis, ahli gizi, fisioterapi, serta dari apoteker,” kata Yan menambahkan detail teknis keterlibatan personil medis.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Yan berharap inisiatif FKKI Sahabat Pesantren tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan, melainkan bertransformasi menjadi agenda rutin yang terintegrasi dengan kurikulum atau kegiatan di lingkungan DPD LDII Kota Bogor.

Apresiasi dan Harapan Keberlanjutan Program bagi Generasi Santri

Respon positif datang dari pihak internal pesantren. Pinisepuh Pondok Pesantren Nurul Iman, H. Akhyar Risef, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tim medis. Ia memandang program ini sebagai fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif santri mengenai gaya hidup sehat di asrama.

“Alhamdulillah luar biasa sekali, FKKI sudah melakukan langkah usaha kita menjaga kesehatan anak-anak, siswa-siswi pondok,” tutur H. Akhyar Risef penuh syukur.

Mengingat adanya dinamika pergantian santri yang terjadi setiap semester, H. Akhyar menekankan bahwa kebutuhan akan edukasi kesehatan merupakan hal yang berkelanjutan. Ia berharap kerjasama ini terus terjaga demi menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan produktif bagi generasi penerus bangsa.

Membangun Kebiasaan Hidup Bersih dan Sehat di Pondok

Selain tindakan kuratif dan skrining, sisi edukasi menjadi pilar utama dalam kegiatan ini. Santri dibekali pengetahuan mengenai higienitas lingkungan pondok oleh dr. Anang Kurniawan. Sementara itu, dr. Elian Devina, M.Med.Ed., memfokuskan bahasannya pada kesehatan sistem pencernaan, khususnya cara menjaga kesehatan lambung yang sering menjadi keluhan umum di kalangan pelajar berasrama.

“Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus mendukung santri agar dapat mengikuti kegiatan belajar dan aktivitas pesantren dengan kondisi tubuh yang baik,” ungkap dr. Anang Kurniawan.

📖 Glosarium Istilah

  • Anamnesis: Kegiatan komunikasi atau wawancara medis antara dokter dan pasien untuk mendapatkan informasi mengenai riwayat penyakit dan keluhan.
  • FKKI: Forum Komunikasi Kesehatan Islam, sebuah wadah para profesional kesehatan untuk pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.
  • Higienitas: Standar atau praktek menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyakit.
  • Fisioterapi: Bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk memelihara atau memulihkan gerak dan fungsi tubuh.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.