SUKOHARJO – Ribuan warga tumpah ruah di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Sukoharjo guna mengikuti gelaran “Jalan Sehat Kebangsaan” yang diinisiasi oleh DPD LDII Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi simbol sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan masyarakat luas dalam memupuk semangat nasionalisme. Sejak pagi buta, antusiasme peserta sudah terlihat menyemut di area pintu gerbang Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo, Selasa (25/8/2026).
Lautan manusia mulai memadati halaman Gedung Setda sekitar pukul 07.00 WIB. Bendera start dikibarkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, sebagai tanda dimulainya perjalanan sehat yang menempuh rute strategis di jantung kabupaten berjuluk Kota Makmur tersebut.
Antusiasme Peserta Melebihi Ekspektasi Panitia
Kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan betapa tingginya kerinduan masyarakat akan kegiatan positif yang mempererat tali silaturahmi. Machmud Lutfi Huzain, Ketua Panitia Jalan Sehat Kebangsaan, mengungkapkan bahwa partisipasi warga melampaui target awal yang ditetapkan oleh penyelenggara.
Menurut Machmud, awalnya panitia memproyeksikan kehadiran sekitar 1.500 orang. Namun, saat pelaksanaan berlangsung, jumlah peserta melonjak tajam hingga menyentuh angka 2.610 orang. Lonjakan ini dianggap sebagai bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan yang diusung dalam acara tersebut.
“Garis start jalan sehat di halaman Gedung Setda Sukoharjo. Para peserta berjalan kaki menyusuri rute hingga finis di Pondok Pesantren Barokah LDII Sukoharjo di Bendosari,” ujar Eko Sapto Purnomo saat melepas rombongan peserta.
Untuk menambah kemeriahan, panitia juga telah menyiapkan setidaknya 200 hadiah menarik atau doorprize yang diundi di akhir acara. Pemberian hadiah ini menjadi pelengkap kegembiraan warga setelah menempuh rute jalan santai dari pusat kota menuju Bendosari.
Komitmen Sinergi Memperkuat Nilai Kebangsaan dan Gotong Royong
Pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama yang apik antara LDII dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Machmud, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo, menegaskan bahwa sinergi ini menjadi kunci suksesnya acara yang melibatkan ribuan orang tersebut.
“Kami bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam pelaksanaan kegiatan jalan sehat. Alhamdulillah, warga sangat antusias mengikuti jalan sehat,” ungkap Machmud Lutfi Huzain.
Senada dengan hal tersebut, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengapresiasi peran aktif ormas seperti LDII dalam merawat semangat gotong royong. Ia menekankan bahwa fasilitas pemerintahan seperti halaman Gedung Setda pada dasarnya merupakan ruang publik yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan produktif dan pemersatu.
“Kami terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin menggelar kegiatan di halaman Gedung Setda Sukoharjo. Ini fasilitas ruang publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegas Sapto, sapaan akrabnya.
Kesehatan Jasmani Sebagai Modal Utama Beribadah dan Pengabdian
Di sisi lain, Ketua DPD LDII Sukoharjo, Dalono Abdul Rosyid, menyoroti aspek kesehatan dari kegiatan ini. Bagi LDII, menjaga kebugaran jasmani bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan bagian dari kesiapan fisik dalam menjalankan kewajiban agama dan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Dalono percaya bahwa raga yang sehat akan mendukung kelancaran aktivitas ibadah sehari-hari. Dengan kondisi fisik yang prima, kontribusi setiap individu terhadap bangsa dan negara dapat dilakukan secara lebih maksimal.
“Kalau fisik kita sehat, ibadah pun menjadi lancar. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan kesehatan bagi kita semua,” tutur Dalono Abdul Rosyid mengapresiasi ribuan partisipan.
Kegiatan yang berakhir di Pondok Pesantren Barokah ini berjalan tertib dan penuh kekeluargaan, mencerminkan harmoni antara keragaman masyarakat Sukoharjo yang tetap bersatu di bawah semangat kemerdekaan Indonesia.
📖 Glosarium Istilah
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur kepengurusan organisasi LDII di tingkat kabupaten atau kota.
- Gedung Setda: Gedung Sekretariat Daerah, pusat administrasi dan birokrasi utama di tingkat pemerintahan daerah.
- Nasionalisme: Paham atau semangat kebangsaan yang menjunjung tinggi persatuan dan kedaulatan negara.
- Sinergi: Kerjasama antara berbagai elemen (pemerintah dan masyarakat) untuk menghasilkan dampak yang lebih besar.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.