Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Perkuat Semangat Nasionalisme Lewat Upacara HUT RI

Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Perkuat Semangat Nasionalisme Lewat Upacara HUT RI
foto: ilustrasi
Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Perkuat Semangat Nasionalisme Lewat Upacara HUT RI
  • Ribuan santri bersama jajaran guru dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri menggelar upacara bendera dengan penuh kekhidmatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (17/8) ini menjadi momentum penting bagi lingkungan pesantren untuk mengukuhkan kembali komitmen kebangsaan dan mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Bertempat di halaman utama kompleks Pondok Pesantren Wali Barokah, upacara dipimpin langsung oleh Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, yang bertindak sebagai pembina upacara. Di bawah langit Kediri yang cerah, ribuan peserta mengikuti prosesi dengan disiplin tinggi, mencerminkan nilai-nilai luhur yang selama ini diajarkan di institusi pendidikan tersebut.

    Warisan Semangat Patriotisme dan Penghormatan bagi Pahlawan Bangsa

    Dalam amanatnya yang menyentuh sanubari para peserta, KH Sunarto mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna kemerdekaan sebagai anugerah besar Tuhan Yang Maha Esa. Ia menekankan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini bukanlah hadiah cuma-cuma, melainkan hasil dari tetesan keringat dan darah para pejuang terdahulu.
    “Melalui peringatan ini, mari kita menaruh rasa hormat dan bisa mewarisi semangat nasionalisme dan patriotisme para pejuang kemerdekaan yang telah berkorban, baik jiwa raga dan harta bendanya untuk berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi yang kita cintai,” tutur KH Sunarto di hadapan ribuan santri.
    Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tugas generasi masa kini tidak lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif. Semangat pantang menyerah dari para pahlawan harus ditransformasikan ke dalam etos belajar dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud.

    Pembentukan Karakter Generasi Unggul Berbasis Profesional Religius

    KH Sunarto juga menggarisbawahi peran krusial lembaga pendidikan, baik pesantren maupun sekolah formal di bawah naungan yayasan, dalam membentuk masa depan bangsa. Baginya, mencetak generasi yang cerdas secara intelektual saja tidaklah cukup. Dibutuhkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan kematangan karakter moral.
    “Khusus bagi generasi penerus, para santri pondok dan para siswa-siswi sekolah formal, kalian semua dipersiapkan agar menjadi generasi unggul. Kalian memiliki target sukses dalam mencapai ilmu dunia, ilmu akhirat dan memiliki serta bisa mempraktikkan 29 karakter luhur,” tegasnya.
    Target tersebut bukan tanpa alasan. Konsep "Profesional Religius" yang diusung bertujuan agar para santri tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional secara seimbang. Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, KH Sunarto juga memberikan instruksi khusus terkait etika pergaulan di pesantren. Ia mengimbau agar para santri menjauhi perilaku perundungan (bullying) dan senantiasa menjaga keharmonisan melalui sikap rukun, kompak, serta kerja sama yang baik.

    Komitmen Penanaman Nilai Kebangsaan dan Cinta Tanah Air

    Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, mengungkapkan bahwa upacara 17 Agustus merupakan agenda rutin yang menjadi manifestasi nyata dari ideologi pesantren yang mencintai tanah air. Menurutnya, pemahaman agama yang mendalam harus berjalan beriringan dengan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
    “Peringatan HUT RI di Ponpes Wali Barokah ini untuk menegaskan kembali komitmen santri dalam menjaga NKRI. Kami ingin memastikan bahwa para santri memiliki kematangan ilmu agama, nasionalisme, cinta tanah air dan bela negara yang kuat serta siap berkontribusi bagi bangsa,” ujar Daud Soleh.
    Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam upacara ini menambah makna kebersamaan. Selain pengurus yayasan dan sesepuh pondok, tampak hadir pula jajaran kepala sekolah SMP-SMA Wali Barokah Boarding School, perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), serta perangkat Kelurahan Burengan dan Banjaran. Kehadiran tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat juga menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pesantren dengan lingkungan sekitar dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa.

    📖 Glosarium Istilah

    • Profesional Religius: Konsep pembinaan generasi yang menggabungkan keahlian profesi/ilmu pengetahuan dengan pemahaman agama yang kuat.
    • 29 Karakter Luhur: Pedoman perilaku yang diajarkan untuk membentuk kepribadian santri, meliputi rukun, kompak, kerjasama yang baik, hingga kejujuran dan kemandirian.
    • LVRI: Legiun Veteran Republik Indonesia, organisasi yang menghimpun para pejuang kemerdekaan RI.
    • NKRI: Negara Kesatuan Republik Indonesia, bentuk negara Indonesia yang berdaulat.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.