TANGERANG – Dunia sepak bola tanah air kembali mencatatkan kisah inspiratif melalui kiprah Arjoena Benzema Ferizqo, seorang santri yang berhasil menembus skuad Timnas Pelajar Garuda Muda Indonesia. Remaja kelahiran Tangerang, 27 Februari 2010 ini terpilih untuk berlaga di ajang internasional Youth World Cup 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 20-23 Agustus 2026. Kehadiran Benzema di lapangan hijau membuktikan bahwa dedikasi di pondok pesantren beriringan dengan prestasi olahraga di level dunia.
Benzema merupakan putra dari pasangan Junaedi dan Ana, yang dikenal aktif sebagai pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kunciran. Kesehariannya dihabiskan sebagai santri di Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang. Namun, di balik jubah santrinya, tersimpan bakat luar biasa yang membawanya mengenakan jersi Garuda untuk bertarung di panggung internasional.
Kepercayaan Membela Garuda Muda di Stadion Megah Indonesia
Gelaran Youth World Cup 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Benzema. Turnamen bergengsi ini diselenggarakan di dua stadion kebanggaan Indonesia, yakni Jakarta International Stadium (JIS) dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Berada di tengah atmosfer stadion megah dengan tekanan kompetisi internasional tidak menyurutkan nyali remaja berusia 16 tahun ini.
Kesempatan ini disambut Benzema dengan penuh rasa syukur dan determinasi tinggi. Ia menyadari bahwa perannya bukan sekadar mengejar bola, melainkan membawa representasi identitas santri ke kancah yang lebih luas.
“Bagi saya, ini adalah kesempatan besar dan pengalaman yang sangat berharga. Saya ingin membuktikan bahwa seorang santri pun bisa bersaing di tingkat internasional. Dulu saya hanya berlatih di lapangan kecil, tetapi sekarang bisa mendapat kesempatan bermain di GBK dan JIS. Saya berharap ini jadi langkah awal menuju Timnas Indonesia senior,” ujar Benzema saat menjelaskan ambisinya.
Perjalanan Karier dari Pembinaan Usia Dini hingga Prestasi Nasional
Bakat Benzema tidak muncul secara instan. Perjalanan kariernya dimulai sejak usia 10 tahun melalui pembinaan awal di FORSGI Tangtim. Di sana, ia ditempa dengan dasar-dasar sepak bola yang kuat sebelum akhirnya merambah ke berbagai turnamen usia muda yang lebih kompetitif. Ketekunannya terasah melalui keikutsertaan dalam ajang Forsekot, Piala Kini, hingga kompetisi prestisius LaLiga Youth.
Meskipun memiliki jadwal padat sebagai santri, prestasi Benzema di bidang akademik dan olahraga di sekolah formalnya, SMK Budi Mulia Karawang, tetap gemilang. Ia tercatat pernah membawa tim sekolahnya meraih juara di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta memenangkan Piala Proton di tingkat Kabupaten Karawang.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa manajemen waktu yang baik dan dukungan lingkungan sangat krusial dalam membentuk karakter atlet yang juga memiliki kedalaman spiritual.
Patahkan Stigma Negatif Terhadap Dunia Pesantren melalui Prestasi
Keberhasilan Benzema menembus skuad nasional pelajar menjadi angin segar bagi dunia pendidikan pesantren. Hal ini membuktikan bahwa kurikulum pesantren yang selama ini identik dengan kajian kitab dan moralitas, mampu memberikan ruang ekspresi bagi bakat-bakat non-akademik seperti olahraga.
Dukungan penuh dari pihak pondok pesantren dan keluarga menjadi fondasi utama bagi Benzema dalam menyeimbangkan dua dunia yang berbeda. Perwakilan pembina Pondok Pesantren Sumber Barokah menekankan bahwa sinergi antara agama dan prestasi adalah hal yang mutlak.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Benzema. Ini mematahkan stigma bahwa anak pesantren hanya fokus pada kegiatan keagamaan saja. Selama ada tekad, disiplin, kerja keras, serta dukungan penuh dari keluarga, pondok pesantren, dan sekolah, santri bisa berprestasi di bidang apa pun, termasuk olahraga papan atas,” ungkap salah satu pembina Ponpes Sumber Barokah.
Langkah Benzema di Youth World Cup 2026 diharapkan dapat menjadi mercusuar inspirasi bagi jutaan santri di seluruh Indonesia. Pesan yang dibawa sangat jelas: dinding pesantren bukanlah pembatas untuk meraih mimpi setinggi langit, asalkan dibarengi dengan kedisiplinan dan doa yang tak terputus.
📖 Glosarium Istilah
- Youth World Cup: Turnamen sepak bola internasional yang mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai negara dalam kategori pelajar atau usia dini.
- FORSGI: Forum Sepak Bola Generasi Indonesia, sebuah organisasi yang berfokus pada pembinaan karakter dan bakat sepak bola anak-anak sejak usia dini.
- O2SN: Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, ajang kompetisi olahraga tahunan antar siswa di Indonesia yang diselenggarakan secara berjenjang.
- PAC LDII: Pimpinan Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi LDII di tingkat kelurahan atau desa.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.