Sambut Era New Media, DPP LDII Bekali Gen Z Kemampuan Jurnalistik dan Literasi Digital Kritis

Sambut Era New Media, DPP LDII Bekali Gen Z Kemampuan Jurnalistik dan Literasi Digital Kritis
foto: ilustrasi
  • Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) mengambil langkah proaktif dalam membekali generasi muda menghadapi kompleksitas informasi di era digital. Melalui Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM), organisasi ini menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik LINES Batch 7 yang berfokus pada penguatan daya kritis Gen Z. Kegiatan yang dihelat di Kantor DPP LDII, Jakarta, pada Sabtu (22/8/2026) tersebut diikuti oleh 56 pemuda berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang antusias mendalami dunia literasi digital.

    Pentingnya Etika dan Verifikasi dalam Penggunaan Media Sosial

    Kehadiran media sosial saat ini diibaratkan sebagai pisau bermata dua yang mampu memberikan dampak positif sekaligus negatif secara bersamaan. Menanggapi fenomena ini, Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi dalam materinya yang bertajuk "Bijak Bermedia Sosial" memberikan penekanan khusus pada bahaya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang kerap mengecoh pengguna internet.

    "Sesuatu yang kita unggah di media sosial itu menjadi konsumsi publik, jadi verifikasi sumber dulu. Saring sebelum sharing, jangan asal membagikan informasi di media sosial," ujar Rulli Kuswahyudi.

    Lebih lanjut, Rulli menjelaskan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral atas konten yang mereka sebarkan. Fokus utama dalam bermedia sosial bukan lagi sekadar mengejar tingkat interaksi atau engagement, melainkan harus tetap berlandaskan pada etika jurnalistik dan nilai-nilai kebenaran. Ia berharap para peserta pelatihan dapat menjadi penggerak mesin organisasi yang cerdas dalam mengelola arus informasi.

    Peran Strategis Kontributor Muda dalam Membangun Narasi Organisasi

    Selain aspek teknis bermedia sosial, pemahaman mendalam mengenai jati diri organisasi menjadi fondasi penting bagi para calon jurnalis muda. Ketua Departemen KIM DPP LDII, Ludhy Cahyana, memaparkan sejarah panjang organisasi sekaligus memberikan pelatihan intensif mengenai teknik penulisan straight news atau berita langsung yang faktual.

    "Semoga kawan-kawan semua bisa menjadi garda terdepan LDII dalam memberitakan karya, kontribusi, serta mengomunikasikan hal-hal positif tentang organisasi kepada masyarakat luas," kata Ludhy Cahyana.

    Kehadiran peserta dari berbagai penjuru Jabodetabek menunjukkan adanya gairah literasi yang kuat di kalangan generasi muda LDII. Ludhy menegaskan bahwa kemampuan menulis bukan hanya soal merangkai kata, melainkan instrumen penting untuk menyuarakan kontribusi nyata organisasi kepada khalayak umum secara akurat dan elegan.

    Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan Melalui Program Bootcamp Jurnalistik

    Pelatihan kali ini tidak berhenti pada satu pertemuan saja. Ketua pelaksana Pelatihan Jurnalistik DPP LDII, Muhammad Rizal, mengungkapkan bahwa program ini dirancang dengan konsep bootcamp intensif yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan. Kurikulum yang disusun mencakup berbagai disiplin ilmu komunikasi modern yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

    Rizal merinci bahwa materi yang akan dipelajari meliputi pengelolaan media sosial secara profesional, teknik penyiaran televisi, hingga kolaborasi dengan tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPP LDII untuk pengolahan data yang valid. Komitmen ini merupakan upaya nyata LDII dalam menghidupkan kembali budaya literasi di tengah masyarakat yang cenderung konsumtif terhadap informasi instan.

    "Harapannya, generasi muda tidak mudah terkelola oleh hoaks atau tergiring opini media, melainkan fokus menyebarkan berita-berita baik," pungkas Muhammad Rizal.

    Dengan adanya rangkaian pelatihan ini, diharapkan lahir kader-kader muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang konsisten menyebarkan pemberitaan positif yang membawa manfaat luas bagi pembangunan bangsa dan keharmonisan masyarakat.

    📖 Glosarium Istilah

    • New Media: Media yang memanfaatkan teknologi digital dan internet, memungkinkan interaksi dua arah antara pengirim dan penerima informasi.
    • LINES: Lembaga Informasi dan Komunikasi, unit di bawah LDII yang bergerak dalam pengelolaan informasi dan pemberitaan.
    • Straight News: Gaya penulisan berita singkat yang melaporkan fakta-fakta penting secara langsung menggunakan pola piramida terbalik.
    • Bootcamp: Program pelatihan intensif dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan meningkatkan keterampilan spesifik secara mendalam.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.