Road to Muswil LDII Kalteng 2026, Warga LDII di Sampit Gelar Pembekalan Eco Enzyme Hewan Ternak

Road to Muswil LDII Kalteng 2026, Warga LDII di Sampit Gelar Pembekalan Eco Enzyme Hewan Ternak

Road to Muswil LDII Kalteng 2026, Warga LDII di Sampit Gelar Pembekalan Eco Enzyme Hewan Ternak

Sampit, 9 Agustus 2026  •  Road to Muswil LDII Kalteng 2026  •  Peternakan  •  Eco Enzyme

Sampit (09/08). Pemanfaatan eco enzyme untuk hewan ternak ditengarai dapat mendukung kualitas pertumbuhan ternak, khususnya ayam. Hal tersebut disampaikan Letkol (Purn) Puji Mulyono, S.Sos., M.M. dalam kegiatan pembekalan dan pelatihan ternak ayam dengan pakan alami yang digelar di Sampit, Minggu, 9 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah warga LDII di Sampit yang memiliki minat terhadap pemanfaatan bahan alami, termasuk eco enzyme, dalam pengembangan peternakan. Pembekalan diarahkan untuk memberikan wawasan mengenai pemanfaatan hasil fermentasi buah-buahan dalam mendukung pengelolaan ternak.

Eco Enzyme untuk Mendukung Pengelolaan Ternak

Eco enzyme yang menjadi materi pembekalan merupakan hasil fermentasi bahan organik, terutama buah-buahan. Dalam pemaparannya, Puji Mulyono menjelaskan sejumlah potensi pemanfaatan enzyme tersebut dalam pemeliharaan ayam.

Eco Enzyme pada Air Minum Ayam

Menurut Puji Mulyono, penambahan enzyme pada air minum ayam disebut dapat memberikan sejumlah manfaat dalam pengelolaan ternak. Ia juga menyampaikan pengalaman pemanfaatan eco enzyme yang menjadi bahan pembekalan kepada peserta.

“Selain meningkatkan kualitas produksi daging ayam, menambahkan enzyme pada air minum ayam juga menghilangkan bau anyir darah ketika disembelih.” — Letkol (Purn) Puji Mulyono, S.Sos., M.M.

Ia menjelaskan bahwa eco enzyme yang dibuat dari buah segar melalui proses fermentasi dan pengolahan yang terjaga juga menjadi salah satu materi yang menarik perhatian peserta.

Pemanfaatan Eco Enzyme Tidak Hanya untuk Ternak

Dalam pemaparannya, Puji juga menyampaikan pengalaman mengenai pemanfaatan enzyme yang menurutnya tidak hanya berkaitan dengan peternakan. Ia menyebut adanya potensi pemanfaatan hasil fermentasi tersebut dalam mendukung proses pencernaan manusia.

“Sifatnya enzyme ini membantu agar protein mudah diserap oleh tubuh.” — Puji Mulyono

Dalam kegiatan tersebut, pembahasan mengenai eco enzyme menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar agar memiliki nilai guna lebih tinggi.

Berbagi Pengalaman dari Sampit

Di hadapan warga LDII di Sampit, Puji Mulyono juga menceritakan perjalanan pengabdiannya. Pria berusia 61 tahun tersebut merupakan ayah dari tiga orang anak laki-laki.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali bertugas di Kompi 631 Antang di Sampit sekitar tahun 1990-an. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan perwira TNI sebelum kemudian mengabdikan diri sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi.

Profil Keterangan
Nama Letkol (Purn) Puji Mulyono, S.Sos., M.M.
Usia 61 tahun
Anak 3 orang
Pengalaman awal di Sampit Kompi 631 Antang, sekitar 1990-an
Pengabdian selanjutnya Dosen di perguruan tinggi

Mendorong Pemanfaatan Bahan Alami

Pembekalan tersebut mendapat perhatian dari warga LDII yang menaruh minat terhadap pemanfaatan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah bagaimana hasil fermentasi buah dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.

Melalui kegiatan seperti ini, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai eco enzyme, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai pengelolaan peternakan ayam dengan pendekatan bahan alami.

Catatan Penting

Pemanfaatan eco enzyme dalam peternakan tetap perlu disesuaikan dengan tata cara, dosis, kebersihan, serta pertimbangan kesehatan hewan. Penggunaan bahan tambahan untuk ternak sebaiknya dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menggantikan rekomendasi tenaga kesehatan hewan atau ahli peternakan.

Bagian dari Road to Muswil LDII Kalteng 2026

Kegiatan pembekalan dan pelatihan ternak ayam tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Muswil DPW LDII Kalimantan Tengah 2026 yang akan diselenggarakan pada November 2026.

Rangkaian kegiatan menuju Muswil tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan yang diharapkan memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi warga LDII serta masyarakat.

“Road to Muswil bukan hanya tentang mempersiapkan sebuah agenda organisasi, tetapi juga bagaimana kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.” — Semangat Road to Muswil LDII Kalteng 2026

Dengan mengangkat berbagai kegiatan di bidang sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, rangkaian menuju Muswil DPW LDII Kalimantan Tengah 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat kontribusi dan sinergi di tingkat daerah.

Road to Muswil LDII Kalteng 2026

Berbagi ilmu, mengembangkan potensi, memperkuat kontribusi dan membangun kemandirian melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sumber: Kegiatan Pembekalan dan Pelatihan Ternak Ayam dengan Pakan Alami, Sampit, 9 Agustus 2026.