Ribuan Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Gelar Upacara HUT RI ke-81: Perkuat Karakter Profesional Religius

Ribuan Santri Ponpes Wali Barokah Kediri Gelar Upacara HUT RI ke-81: Perkuat Karakter Profesional Religius
foto: ilustrasi
  • KEDIRI – Gemuruh semangat nasionalisme menyelimuti halaman Gedung Wali Barokah, Kota Kediri, saat ribuan santri, jajaran guru, dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah berkumpul untuk melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Senin (17/8). Upacara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini berlangsung sangat khidmat, mencerminkan perpaduan antara ketaatan spiritual dan kecintaan pada tanah air.

    ⚡ Poin Utama Berita

    • Eksistensi Nasionalisme Pesantren: Ribuan santri Ponpes Wali Barokah memperingati HUT RI ke-81 dengan upacara bendera sebagai wujud komitmen menjaga NKRI.
    • Internalisasi 29 Karakter Luhur: KH. Sunarto menekankan pentingnya santri memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional berbasis karakter luhur.
    • Lingkungan Belajar Inklusif: Pesantren menegaskan komitmen untuk menciptakan area bebas perundungan (bullying) demi mencetak generasi unggul yang profesional religius.

    Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, yang bertindak sebagai pembina upacara, memimpin jalannya prosesi dengan penuh wibawa. Di hadapan ribuan peserta yang memadati lapangan, ia menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai makna kemerdekaan di era modern. Upacara ini juga menjadi istimewa karena dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat, mulai dari Pengurus Yayasan Wali Barokah, para sesepuh pondok, hingga perwakilan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

    Apa Makna Strategis Peringatan HUT RI di Lingkungan Pesantren?

    Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, KH. Sunarto dalam amanatnya mengajak seluruh audiens untuk tidak sekadar terjebak dalam seremonial. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah anugerah besar yang menuntut tanggung jawab besar bagi generasi penerus, terutama para santri yang tengah menimba ilmu.

    “Melalui peringatan ini, mari kita menaruh rasa hormat dan bisa mewarisi semangat nasionalisme dan patriotisme para pejuang kemerdekaan yang telah berkorban, baik jiwa raga dan harta bendanya untuk berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi yang kita cintai,” ujar KH. Sunarto dengan nada tegas.

    Pesan ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan bangsa di masa depan membutuhkan fondasi moral yang kuat. KH. Sunarto menekankan bahwa lembaga pendidikan seperti pesantren memiliki peran krusial dalam membentuk narasi kebangsaan yang positif, di mana nilai-nilai agama dan nasionalisme berjalan beriringan tanpa harus saling meniadakan.

    Bagaimana Ponpes Wali Barokah Menyiapkan Generasi Emas melalui 29 Karakter Luhur?

    Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam upacara tersebut adalah mengenai kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global. Di Ponpes Wali Barokah, pendidikan tidak hanya terbatas pada pendalaman kitab suci, tetapi juga pada pembentukan karakter atau character building yang komprehensif.

    “Khusus bagi generasi penerus, para santri pondok dan para siswa-siswi sekolah formal, kalian semua betul-betul dipersiapkan agar menjadi generasi unggul, sukses dalam mencapai ilmu dunia, ilmu akhirat dan memiliki serta bisa mempraktikkan 29 karakter luhur, menjadi generasi penerus yang profesional religius, memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional,” tegas KH. Sunarto.

    Ke-29 karakter luhur yang dimaksud menjadi pedoman perilaku sehari-hari para santri. Hal ini mencakup kedisiplinan, kejujuran, kerukunan, hingga kemandirian. Lebih lanjut, beliau mengingatkan agar lingkungan pesantren tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman. Ia mengimbau keras agar para santri menjauhi perilaku perundungan (bullying) dan selalu menjaga keharmonisan antar sesama teman.

    “Dalam kehidupan sehari-hari, para santri dan siswa-siswi sekolah hendaknya membiasakan disiplin, semangat dalam mencari ilmu, berperilaku yang sopan, rukun, kompak dan bekerja sama yang baik, saling membantu sesama teman, jangan sampai membully, supaya berperilaku hidup bersih dan sehat,” imbau KH. Sunarto menambahkan.

    Siapa Saja Tokoh yang Hadir dalam Upacara Tersebut?

    Kehadiran tokoh lintas sektor dalam upacara ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pesantren dan pemerintah daerah serta masyarakat sekitar. Selain keluarga besar pesantren dan LVRI, tampak hadir perangkat dari Kelurahan Burengan dan Kelurahan Banjaran, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para veteran (LVRI) memberikan sentuhan emosional tersendiri, mengingatkan para santri pada saksi hidup perjuangan fisik bangsa di masa lalu.

    Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, menegaskan bahwa momentum 17 Agustus adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali komitmen kebangsaan. Baginya, pesantren adalah benteng terakhir dalam menjaga moralitas bangsa sekaligus motor penggerak nasionalisme di akar rumput.

    “Peringatan HUT RI di Ponpes Wali Barokah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi momen penting untuk menegaskan kembali komitmen santri dalam menjaga NKRI. Kami ingin memastikan bahwa para santri tidak hanya matang secara keilmuan agama, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang kuat dan siap berkontribusi nyata bagi bangsa,” pungkas Daud Soleh.

    Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kejayaan bangsa Indonesia. Melalui peringatan HUT ke-81 RI ini, Ponpes Wali Barokah kembali membuktikan diri sebagai institusi yang berdedikasi tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mulia secara etika dan kokoh dalam semangat kebangsaan.

    📖 Glosarium Istilah

    • Profesional Religius: Profil individu yang memiliki kompetensi keahlian di bidangnya (profesional) namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama (religius).
    • 29 Karakter Luhur: Serangkaian nilai budi pekerti yang diajarkan di lingkungan LDII untuk membentuk pribadi yang berakhlakul karimah.
    • LVRI: Legiun Veteran Republik Indonesia, organisasi yang menghimpun para pejuang kemerdekaan RI.
    • NKRI: Negara Kesatuan Republik Indonesia, bentuk negara Indonesia yang berdaulat.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.