Rakorda III LDII Muba Perkuat Internalisasi 29 Karakter Luhur Menuju Musi Banyuasin Maju

Rakorda III LDII Muba Perkuat Internalisasi 29 Karakter Luhur Menuju Musi Banyuasin Maju
foto: ilustrasi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Musi Banyuasin secara resmi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) III di kawasan Pinang Banjar pada Kamis (20/8/2026). Forum strategis ini menjadi tonggak penting bagi organisasi dalam upaya mengejawantahkan 29 Karakter Luhur sebagai landasan pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mandiri di tingkat daerah.

Agenda tahunan ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah evaluasi kinerja, melainkan juga sebagai ruang konsolidasi ideologis untuk memastikan setiap tingkatan kepengurusan LDII di Musi Banyuasin memiliki visi yang selaras dengan program pemerintah daerah. Fokus utama yang diangkat adalah bagaimana nilai-nilai religiusitas dan nasionalisme dapat berpadu secara harmonis guna mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Internalisasi Karakter Luhur Sebagai Pilar Pembangunan SDM

Langkah LDII dalam menitikberatkan pembinaan pada 29 karakter luhur dinilai sebagai respons konkret terhadap tantangan degradasi moral di era modern. Warga LDII didorong untuk memiliki kemandirian, kejujuran, serta dedikasi tinggi yang menjadi bagian integral dari karakter tersebut. Implementasi nilai-nilai ini diharapkan mampu melahirkan individu yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.

"Rakorda III LDII Muba kali ini menjadi momentum untuk mempertegas komitmen kami dalam melakukan internalisasi 29 karakter luhur bagi seluruh warga. Hal ini merupakan kontribusi nyata LDII dalam mencetak generasi yang berdaya saing tinggi dan berakhlakul karimah," ujar perwakilan pengurus DPD LDII Kabupaten Musi Banyuasin.

Program internalisasi ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari penguatan rukun kompak, kerja sama yang baik, hingga prinsip kejujuran dalam berorganisasi dan bermasyarakat. Melalui Rakorda ini, instruksi-instruksi strategis diturunkan ke tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) agar implementasi di lapangan berjalan serentak dan masif.

Sinergi Strategis Demi Akselerasi Visi Muba Maju Lebih Cepat

Keberadaan LDII di tengah masyarakat Musi Banyuasin diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas dan kemajuan daerah. Keselarasan program organisasi dengan visi pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa setiap potensi yang dimiliki organisasi dapat tersalurkan dengan tepat sasaran, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan pendidikan karakter.

Dalam jalannya rapat koordinasi tersebut, ditekankan bahwa akselerasi pembangunan memerlukan kolaborasi lintas sektor. LDII Muba berkomitmen menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam menyukseskan berbagai program kemasyarakatan. Sinergi ini dibangun atas dasar semangat pengabdian untuk membawa perubahan yang lebih cepat dan terarah bagi kemakmuran warga Bumi Serasan Sekate.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah perjuangan LDII sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah menuju Muba yang maju lebih cepat. Sinergi ini mutlak diperlukan agar keberadaan organisasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah," tambah pengurus DPD LDII Muba dalam pernyataan resminya.

Para delegasi yang hadir dalam Rakorda III ini juga merumuskan berbagai rekomendasi internal untuk memperkuat manajemen organisasi yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan manajemen yang sehat, LDII Muba optimis mampu menjalankan program pembinaan umat yang berkelanjutan dan berbasis pada kearifan lokal.

📖 Glosarium Istilah

  • Rakorda: Forum pertemuan tingkat daerah yang melibatkan seluruh jajaran pengurus untuk koordinasi dan pengambilan keputusan strategis.
  • 29 Karakter Luhur: Kurikulum pembinaan karakter dalam LDII yang mencakup nilai moral, etika, dan kemandirian untuk membentuk SDM unggul.
  • Bumi Serasan Sekate: Julukan atau semboyan khas Kabupaten Musi Banyuasin yang mencerminkan semangat kebersamaan dan mufakat.
  • Internalisasi: Proses mendalam untuk memasukkan nilai-nilai atau norma ke dalam diri seseorang hingga menjadi kebiasaan dan prinsip hidup.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.