Pupuk Karakter Mandiri Sejak Dini, PC LDII Bontang Utara Ajarkan Anak Keterampilan Melipat Baju

Pupuk Karakter Mandiri Sejak Dini, PC LDII Bontang Utara Ajarkan Anak Keterampilan Melipat Baju
foto: ilustrasi

BONTANG — Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bontang Utara mengambil langkah konkret dalam menanamkan karakter mandiri pada generasi penerus dengan menggelar workshop melipat baju khusus bagi anak-anak usia Sekolah Dasar (SD). Kegiatan edukatif ini berlangsung khidmat di Kompleks Masjid Al-Akbar, Kota Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (24/7/2026), sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter anak sejak usia belia.

Menanamkan Kebiasaan Positif Melalui Hal Sederhana

Kemandirian bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari pembiasaan yang dipupuk secara konsisten. Melalui workshop ini, anak-anak diajarkan bahwa tanggung jawab atas keperluan pribadi, seperti merapikan pakaian, adalah langkah awal menuju kedewasaan. Pelatihan ini sengaja dirancang dengan metode praktik langsung agar anak-anak dapat memahami teknik melipat baju yang rapi sekaligus efisien.

Ririn, salah satu guru pembimbing yang mendampingi jalannya kegiatan, menekankan bahwa urgensi melatih anak-anak beraktivitas mandiri harus dimulai dari lingkungan terkecil dan aktivitas harian. Ia percaya bahwa penerapan nilai-nilai ini sejak dini akan membentuk pola pikir (mindset) yang kuat saat mereka beranjak dewasa kelak.

“Mereka nantinya terbiasa menyelesaikan tugas-tugas sederhana di mana pun tanpa selalu bergantung kepada orang lain,” ujar Ririn.

Dampak Jangka Panjang Bagi Perkembangan Anak

Dalam proses pembinaan tersebut, para peserta tidak hanya sekadar belajar teknis melipat kain. Lebih dari itu, mereka diberikan pemahaman mendalam mengenai filosofi tanggung jawab terhadap diri sendiri. Workshop ini diharapkan mampu mengikis mentalitas ketergantungan yang seringkali menghambat kreativitas dan inisiatif anak.

Diharapkan, perubahan perilaku ini tidak hanya tampak saat mereka berada di lingkungan pengajian atau kegiatan organisasi, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Dengan mampu mengurus hal-hal kecil, beban orang tua juga secara tidak langsung akan terbantu, menciptakan harmoni di dalam keluarga.

“Harapan saya, anak-anak juga bisa membantu orang tua dengan kemandirian. Minimal mereka mampu melakukan hal-hal sederhana, seperti melipat baju sendiri. Dari kebiasaan kecil itulah rasa tanggung jawab akan tumbuh,” tutur Ririn dengan penuh harap.

Komitmen Pembinaan Generasi Unggul

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DPD LDII Kota Bontang dalam menjalankan program kerja pembinaan generasi penerus. Fokus utama tidak hanya pada aspek spiritual, tetapi juga pada aspek sosial dan personal yang komprehensif. Melalui agenda rutin seperti ini, organisasi berupaya mencetak individu-individu yang memiliki karakter luhur, berakhlakul karimah, alim fakih, serta mandiri.

Pembekalan keterampilan hidup (life skills) semacam ini diharapkan menjadi fondasi bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat luas.

📖 Glosarium Istilah

  • Mandiri: Kemampuan individu untuk mengatur diri sendiri, berani mengambil keputusan, dan tidak bergantung pada bantuan orang lain dalam tugas harian.
  • Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang terpuji dan mulia sesuai dengan ajaran nilai-nilai luhur.
  • Alim Fakih: Memiliki pemahaman agama yang mendalam sekaligus mampu mengamalkannya dengan benar dalam kehidupan.
  • Generasi Penerus: Kelompok usia muda yang dipersiapkan untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan dan nilai-nilai positif di masa depan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.