Medan – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh generasi muda LDII di kancah nasional. Asnan Rizqy Benarivo, pemuda asal LDII Batam yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau, sukses membawa pulang medali emas dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) XV Politeknik se-Indonesia. Kompetisi yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai politeknik di seluruh tanah air ini berlangsung khidmat di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 25 hingga 29 Juli 2026.
⚡ Poin Utama Berita
- Asnan Rizqy Benarivo: Mahasiswa Politeknik Batam sekaligus pemuda LDII yang memenangkan medali emas Pencak Silat Kelas C.
- Porseni XV Politeknik: Ajang olahraga dan seni nasional yang diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara.
- Kemenangan Mutlak: Asnan mengalahkan perwakilan Semarang di babak final dengan skor meyakinkan 8-3.
Bagaimana Perjalanan Asnan Rizqy Meraih Medali Emas di Porseni XV?
Langkah Asnan menuju podium tertinggi tidaklah instan. Bertanding di Kelas C, ia harus melewati hadangan para pesilat tangguh dari berbagai penjuru nusantara sejak putaran awal. Kedisiplinan dalam menjaga fokus dan ketahanan mental menjadi modal utamanya dalam menghadapi tekanan di atas gelanggang.
“Saya bertanding di kelas C. Sejak babak awal, menghadapi lawan tangguh dari berbagai daerah. Kuncinya, saya terus fokus, berstrategi dan menguatkan mental bertanding,” ujar Asnan saat menceritakan pengalamannya menghadapi persaingan ketat tersebut.
Momentum krusial terjadi pada babak semifinal, di mana mahasiswa Politeknik Batam ini harus berhadapan dengan lawan kuat asal Malang. Pertarungan tersebut berlangsung sengit dan menuntut ketajaman taktik. Namun, berkat ketenangan dan penerapan strategi yang matang, Asnan berhasil mengatasi perlawanan tersebut dan mengamankan tiket menuju partai puncak.
“Dengan strategi yang terukur, alhamdulillah saya bisa melewati babak krusial tersebut. Melangkah ke babak final,” kata Asnan dengan penuh syukur.
Strategi dan Dominasi di Partai Final Melawan Semarang
Memasuki partai final, kepercayaan diri Asnan semakin memuncak. Di babak penentuan ini, ia dipertemukan dengan atlet berbakat dari Politeknik Negeri Semarang. Meski menyadari lawan memiliki kualitas mumpuni, Asnan mampu mendominasi jalannya pertandingan dengan teknik serangan dan pertahanan yang solid.
Pertandingan berakhir dengan skor kemenangan 8-3 untuk keunggulan Asnan. Hasil ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai juara pertama dan memastikan medali emas cabang olahraga Pencak Silat jatuh ke tangan kontingen Kepulauan Riau.
“Alhamdulillah bisa tampil percaya diri dan mendominasi pertandingan. Saya menang dengan skor 8 berbanding 3. Sekaligus memastikan medali emas cabang pencak silat,” pungkasnya penuh bangga.
Apa Rahasia di Balik Keberhasilan Pembinaan Karakter Pemuda LDII?
Kemenangan ini bukan sekadar keberhasilan teknis di arena pertandingan, melainkan hasil dari proses panjang pembinaan yang komprehensif. Asnan mengakui bahwa keterlibatannya dalam pembinaan pemuda di lingkungan LDII memberikan dampak signifikan terhadap performanya sebagai atlet.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan fisik (jasmani) dengan kematangan mental serta spiritual. Nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, integritas, dan semangat pantang menyerah yang diajarkan dalam organisasi menjadi fondasi kuat saat ia menghadapi situasi sulit di lapangan.
“Medali emas ini adalah buah pembinaan yang baik, dari sisi mental, spiritual, dan jasmani. Juga dengan penerapan nilai-nilai karakter luhur, disiplin dan pantang menyerah,” tutur Asnan menutup pembicaraan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ribuan pemuda LDII lainnya di seluruh Indonesia untuk terus berprestasi di bidang masing-masing, dengan tetap mengedepankan karakter moral yang kuat sebagai ciri khas generasi profesional religius.
📖 Glosarium Istilah
- Porseni Politeknik: Pekan Olahraga dan Seni yang merupakan ajang kompetisi dua tahunan bagi mahasiswa politeknik se-Indonesia.
- Pencak Silat Kelas C: Kategori pertandingan bela diri pencak silat yang ditentukan berdasarkan berat badan atlet (biasanya berkisar antara 55kg hingga 60kg).
- Karakter Luhur: Konsep pembinaan moral dalam LDII yang mencakup sifat-sifat seperti rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, serta kerja keras (mujhid-muzhid).
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.