Persinas ASAD Bengkulu Utara Perkuat Sinergi dalam Latihan Gabungan IPSI di Arga Makmur

Persinas ASAD Bengkulu Utara Perkuat Sinergi dalam Latihan Gabungan IPSI di Arga Makmur
foto: ilustrasi

Alun-alun Rajo Malim Paduko, Kecamatan Arga Makmur, menjadi saksi bisu berkumpulnya para pendekar dari berbagai aliran pencak silat pada Minggu, 2 Agustus 2026. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bengkulu Utara secara resmi menggelar Pembukaan Latihan Gabungan Atraksi Seni, Penyegaran Wasit dan Juri, serta agenda ramah tamah antarperguruan. Kegiatan kolaboratif ini tidak hanya sekadar ajang unjuk kebolehan fisik, melainkan sebuah ikhtiar kolektif dalam memelihara marwah bela diri asli Nusantara sekaligus memperkokoh jalinan persaudaraan di Bumi Ratu Samban.

Momentum Penguatan Marwah Pencak Silat

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh krusial, di antaranya Asisten I Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP, yang hadir mewakili Bupati. Turut serta mengawal jalannya acara, Pasi Ops Kodim 0423/BU Letda Inf. Asmadi, Kabag SDM Polres Bengkulu Utara AKP Sagiran, S.H., M.H., serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan bahwa pencak silat memiliki posisi strategis dalam pembinaan karakter generasi muda dan stabilitas sosial kemasyarakatan.

Wawan Setianto, Ketua IPSI Kabupaten Bengkulu Utara, dalam sambutannya menekankan pentingnya standarisasi kemampuan teknik bagi para pesilat. Menurutnya, latihan gabungan adalah instrumen penting untuk memetakan kualitas atlet dari 13 perguruan yang bernaung di bawah IPSI Bengkulu Utara.

"Kami ingin seluruh perguruan terus bersinergi sehingga pembinaan atlet berjalan berkesinambungan, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pencak silat," ujar Wawan Setianto dengan nada optimis.

Profesionalisme Perangkat Pertandingan

Selain aspek fisik, IPSI menitikberatkan pada peningkatan integritas perangkat pertandingan melalui sesi penyegaran wasit dan juri. Hal ini krusial mengingat dinamika peraturan pertandingan pencak silat yang terus berkembang. Para wasit dan juri dibekali pembaruan standar penilaian demi menjamin objektivitas di setiap gelanggang kompetisi masa depan.

Pemerintah daerah melalui Bari Oktari memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi ini. Ia memandang bahwa olahraga bela diri adalah medium paling efektif untuk menjauhkan pemuda dari pengaruh negatif sekaligus mengasah kedisiplinan.

"Pemerintah daerah mendukung kegiatan yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat," kata Bari Oktari saat memberikan arahan kepada para peserta.

Persinas ASAD: Komitmen untuk Budaya Bangsa

Persinas ASAD Kabupaten Bengkulu Utara menunjukkan eksistensinya dengan mengerahkan ratusan pesilat dari beragam jenjang usia. Mulai dari pesilat cilik hingga pendekar dewasa tampak antusias mengikuti setiap instruksi dalam latihan gabungan tersebut. Partisipasi masif ini merupakan mandat organisasi untuk selalu aktif dalam setiap kegiatan yang dicanangkan oleh IPSI di semua tingkatan.

Sekretaris Persinas ASAD Provinsi Bengkulu, Erik Rahman Hidayat, yang memantau langsung jalannya kegiatan, mengungkapkan bahwa latihan lintas perguruan ini adalah cara terbaik untuk meluruhkan ego sektoral antarorganisasi bela diri.

"Kami mengapresiasi IPSI Kabupaten Bengkulu Utara yang telah menginisiasi kegiatan ini. Latihan gabungan seperti ini bukan hanya meningkatkan kemampuan teknik para pesilat, tetapi juga mempererat ukhuwah, menumbuhkan rasa saling menghormati antarperguruan, serta memperkuat persatuan dalam memajukan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Persinas ASAD siap terus bersinergi dan berkolaborasi demi lahirnya generasi pesilat yang berkarakter, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat," tutur Erik Rahman Hidayat secara mendalam.

Di penghujung hari, suasana formal mencair menjadi kehangatan dalam sesi ramah tamah. Para pelatih dan pengurus perguruan saling bertukar pikiran, mendiskusikan masa depan prestasi pencak silat Bengkulu Utara. Semangat kolektivitas yang terbangun diharapkan menjadi modal sosial yang kuat agar pencak silat tidak hanya jaya di daerah, tetapi mampu berbicara banyak di level nasional maupun internasional.

📖 Glosarium Istilah

  • IPSI: Ikatan Pencak Silat Indonesia, organisasi induk resmi olahraga pencak silat di Indonesia.
  • Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, salah satu perguruan silat besar di Indonesia yang fokus pada pembinaan karakter dan prestasi.
  • Penyegaran Wasit Juri: Kegiatan pelatihan untuk memperbarui pemahaman wasit dan juri terhadap aturan pertandingan terbaru.
  • Ukhuwah: Istilah yang merujuk pada persaudaraan atau ikatan yang kuat antar sesama.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.