BANTUL – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Sanden, Bantul, berlangsung meriah melalui kegiatan outbound yang diikuti oleh sekitar 150 peserta dari kalangan ibu-ibu dan kelompok lanjut usia (lansia), Minggu (2/8). Acara yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang (PC) LDII Sanden bersama Persinas ASAD Kecamatan Sanden ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus mempererat kerukunan antarwarga di wilayah tersebut.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi ajang silaturahmi produktif lintas generasi. Melalui atmosfer yang penuh kegembiraan, panitia berupaya menghadirkan nuansa perayaan kemerdekaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental para peserta, khususnya bagi kaum ibu dan para lansia.
Penanaman Nilai Kebangsaan Melalui Aktivitas Fisik dan Edukasi
Wakil Ketua PC LDII Sanden, Jumadi, menjelaskan bahwa agenda outbound ini merupakan manifestasi rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia. Menurutnya, menjaga semangat kemerdekaan harus dilakukan melalui berbagai aktivitas positif yang mampu menguatkan kohesi sosial dan kecintaan terhadap tanah air.
"Kita wajib mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Itulah bentuk syukur dan terima kasih kita kepada para pejuang kemerdekaan," ujar Jumadi saat memberikan sambutan di sela-sela acara.
Kemeriahan acara dimulai sejak pagi hari saat para peserta berkumpul dengan penuh antusiasme. Sebelum memulai kompetisi, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk membangkitkan spirit patriotisme. Rangkaian kegiatan pun berlanjut dengan penyampaian nasihat agama yang menyejukkan, sesi ice breaking untuk mencairkan suasana, hingga berbagai jenis perlombaan yang menuntut kerja sama tim yang solid.
Diversifikasi Lomba untuk Menjaga Kekompakan Lintas Generasi
Panitia membagi peserta ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kategori usia guna menyesuaikan intensitas permainan dengan kondisi fisik peserta. Untuk kelompok lansia, panitia menyiapkan lomba meronce sedotan yang melatih kesabaran, fokus, dan kemampuan motorik halus. Kegiatan ini terbukti mampu memicu keceriaan di wajah para sesepuh yang hadir.
Sementara itu, kelompok ibu-ibu beradu ketangkasan dalam berbagai lomba yang lebih dinamis, seperti estafet karet, bola bowling, hingga tantangan eja kata. Berbagai permainan tersebut dirancang sedemikian rupa untuk membangun kekompakan, melatih komunikasi, dan meningkatkan rasa saling percaya antarpeserta dalam satu tim.
Imah, selaku panitia penyelenggara, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sekadar ajang hiburan musiman. Ia menekankan pentingnya wadah produktif bagi para ibu dan lansia agar tetap aktif bergerak dan bersosialisasi di tengah masyarakat.
"Kegiatan itu juga diharapkan memperkuat persatuan dan kesatuan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat," tutur Imah menutup keterangannya.
📖 Glosarium Istilah
- PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi LDII di tingkat kecamatan.
- Persinas ASAD: Organisasi pencak silat nasional yang fokus pada pembinaan karakter dan prestasi olahraga di Indonesia.
- Outbound: Bentuk pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan pendekatan yang menyenangkan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.