TANGERANG SELATAN – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Jurang Mangu Barat melaksanakan aksi nyata bertajuk Kerja Bakti Nasional. Mengusung tema besar “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri”, kegiatan yang melibatkan warga dan para santri ini dipusatkan di lingkungan Majelis Taklim Manbaul Ulum, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (9/8/2026). Langkah ini menjadi simbol penguatan karakter bangsa sekaligus bentuk syukur atas kemerdekaan Indonesia.
⚡ Poin Utama Berita
- Kerja Bakti Nasional: PAC LDII Jurang Mangu Barat menggelar aksi bersih lingkungan massal menyambut HUT RI.
- Implementasi 29 Karakter: Kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan nilai luhur LDII, mencakup kepedulian sosial dan cinta tanah air.
- Keterlibatan Santri: Melibatkan santri Pondok Pesantren Manbaul Ulum untuk membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, dan toleran.
Apa Tujuan Utama Kerja Bakti Nasional LDII di Jurang Mangu Barat?
Aksi gotong-royong ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ketua PAC LDII Jurang Mangu Barat, Fauzi Darmawan, menegaskan bahwa kerja bakti ini adalah bentuk pengejawantahan dari 29 karakter luhur yang dibina di dalam LDII. Fokus utamanya terletak pada pembangunan mentalitas warga agar memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap lingkungan dan negara.
“Kami ingin menanamkan semangat gotong-royong kepada seluruh warga dan santri. Menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari iman, sekaligus bentuk bakti nyata kita kepada bangsa dan negara,” ujar Fauzi Darmawan dengan penuh semangat saat memantau jalannya kegiatan.
Kehadiran seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda, menciptakan sinergi yang kuat. Mereka bahu-membahu membersihkan setiap sudut fasilitas umum, memastikan area ibadah dan ruang publik tetap asri dan nyaman digunakan oleh masyarakat luas.
Bagaimana Dampak Keterlibatan Santri dalam Aksi Sosial Ini?
Salah satu pemandangan menarik dalam kerja bakti kali ini adalah kehadiran para santri dari Pondok Pesantren Manbaul Ulum. Mereka tidak hanya belajar ilmu agama di dalam kelas, tetapi juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk mempraktikkan nilai-nilai pengabdian masyarakat.
Fauzi Darmawan menambahkan bahwa keterlibatan aktif para santri sangat krusial bagi pembentukan jati diri mereka di masa depan. Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke masyarakat akan memberikan perspektif yang berbeda tentang tanggung jawab sosial.
“Keterlibatan santri pondok pesantren dalam kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, peduli lingkungan, toleran dan memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sejak pagi buta, para peserta terlihat antusias menyisir area masjid, merapikan halaman, mencabut rumput liar, hingga memastikan saluran air tidak tersumbat. Aksi ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dapat dipupuk melalui tindakan sederhana namun berdampak besar bagi kelestarian lingkungan hidup.
Mengapa Gotong Royong Tetap Relevan Bagi Generasi Muda?
Di tengah gempuran modernitas, budaya gotong-royong seringkali mulai luntur. LDII melalui PAC Jurang Mangu Barat berupaya menghidupkan kembali nilai tersebut sebagai fondasi utama kerukunan warga. Suasana kekeluargaan terasa kental saat warga berbagi tugas, mulai dari menata fasilitas majelis taklim hingga membersihkan area drainase untuk mencegah genangan saat hujan melanda.
Aksi ini tidak berhenti pada kebersihan fisik semata. Melalui interaksi yang terjadi selama kerja bakti, tali silaturahim antarwarga semakin erat. Hal ini sejalan dengan komitmen LDII untuk terus memberikan kontribusi positif yang inklusif bagi lingkungan sekitar, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah Jurang Mangu Barat.
📖 Glosarium Istilah
- PAC (Pimpinan Anak Cabang): Tingkatan kepengurusan organisasi LDII di level kelurahan atau desa.
- 29 Karakter Luhur: Sistem nilai pembinaan karakter dalam LDII yang mencakup sifat-sifat mulia seperti jujur, amanah, kerja keras, hingga rukun dan kompak.
- Majelis Taklim: Wadah atau tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar agama Islam bagi masyarakat umum.
- Santri: Sebutan bagi murid atau peserta didik yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.