Perkuat Kualitas Pembinaan Generasi Muda, LDII Jombang Gelar Seminar 'Connect Before Correct' untuk Ratusan Pendidik

Perkuat Kualitas Pembinaan Generasi Muda, LDII Jombang Gelar Seminar 'Connect Before Correct' untuk Ratusan Pendidik
foto: ilustrasi
  • JOMBANG – Dinamika zaman yang kian kompleks membawa tantangan yang tidak ringan bagi para pendidik dalam membentuk karakter generasi muda, terutama bagi mereka yang memasuki fase krusial pra-remaja dan remaja. Menanggapi urgensi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jombang melalui Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah menyelenggarakan program upgrading kompetensi pendidik melalui seminar bertajuk "Connect Before Correct" yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam, Selasa (28/7/2026).

    Langkah strategis ini bertujuan untuk menyelaraskan pola asuh dan metode pengajaran agar tetap relevan dengan karakteristik psikologis anak muda masa kini. Sebanyak 257 peserta yang terdiri dari jajaran pembina, pengajar, serta tenaga pendidik LDII dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jombang hadir untuk menyerap ilmu parenting dan komunikasi efektif.

    Membangun Jembatan Emosional Sebelum Mengoreksi

    Acara yang dibuka secara resmi oleh Drs. Widodo, M.Si., M.Pd. ini menghadirkan narasumber ahli, Ustaz Denni Ali, seorang praktisi yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan kelas pra-remaja dan remaja. Dalam sesi pemaparannya, ia menekankan bahwa kesalahan fatal yang sering dilakukan pendidik adalah terburu-buru memberikan koreksi tanpa terlebih dahulu membangun keterikatan batin dengan anak.

    "Sangat penting bagi setiap pendidik untuk membangun kedekatan emosional dengan anak sebelum memberikan arahan maupun pembinaan," ujar Ustaz Denni Ali di hadapan ratusan peserta.

    Melalui paradigma Connect Before Correct, para peserta diajak untuk memahami bahwa instruksi atau nasihat hanya akan efektif jika sang anak merasa dimengerti dan diterima secara emosional. Strategi komunikasi ini dirancang agar proses pembinaan karakter tidak lagi dirasakan sebagai tekanan, melainkan sebagai dialog yang humanis dan persuasif, sesuai dengan tahap perkembangan kognitif remaja.

    Adaptasi Pembinaan di Tengah Disrupsi Teknologi

    Seminar ini tidak hanya menjadi ajang transfer teori, namun juga berkembang menjadi ruang diskusi interaktif yang produktif. Para pendidik saling berbagi pengalaman mengenai realitas tantangan di lapangan, terutama mengenai pengaruh masif teknologi informasi dan media sosial terhadap perilaku sosial remaja saat ini.

    Dinamika diskusi tersebut menunjukkan bahwa pola pembinaan yang kaku sudah tidak lagi memadai. Pendidik dituntut untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menyisipkan nilai-nilai moral di tengah gempuran informasi global. DPD LDII Kabupaten Jombang berharap, melalui pelatihan intensif ini, para tenaga pendidik mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki kriteria 'Tri Sukses': alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.

    Visi Mencetak Generasi Profesional Religius

    Target akhir dari program upgrading ini adalah terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif di seluruh PAC dan PC di Jombang. Dengan membekali pendidik dengan ilmu komunikasi yang tepat, LDII optimistis mampu mencetak kader-kader muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.

    Menjelang penghujung acara, H. Abubakar, S.H., selaku Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Jombang memberikan arahan penutupnya menekankan pentingnya aplikasi nyata dari ilmu yang didapat. Ia berharap seminar ini tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi titik balik perubahan pola pembinaan di tingkat akar rumput.

    "Saya mengajak seluruh peserta untuk segera mengimplementasikan ilmu dan strategi yang telah diperoleh ke dalam proses pembinaan sehari-hari. Tujuannya jelas, agar kita mampu melahirkan generasi penerus yang profesional religius, berkarakter luhur, dan siap menghadapi tantangan zaman yang kian berat," tutur H. Abubakar, S.H. dengan nada tegas namun penuh optimisme.

    📖 Glosarium Istilah

    • Connect Before Correct: Paradigma komunikasi yang mendahulukan hubungan emosional (koneksi) sebelum melakukan perbaikan perilaku atau pemberian nasihat (koreksi).
    • Profesional Religius: Profil individu yang memiliki kompetensi teknis dan profesional di bidangnya, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan etika.
    • Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang terpuji sesuai dengan ajaran moral agama Islam.
    • Tri Sukses: Target pembinaan generasi muda LDII yang mencakup kefahaman agama, karakter yang baik, dan kemandirian dalam hidup.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.