Perkokoh Karakter Luhur Generasi Muda Bangka Belitung, LDII Gelar Kemah CAI ke-47

Perkokoh Karakter Luhur Generasi Muda Bangka Belitung, LDII Gelar Kemah CAI ke-47
foto: ilustrasi

BANGKA TENGAH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi penerus yang unggul melalui penyelenggaraan perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Berpusat di Kompleks Masjid Al-Haq, Kelurahan Dul, Kabupaten Bangka Tengah, agenda tahunan ini menjadi kawah candradimuka bagi 80 pemuda delegasi dari tingkat DPD, PC, hingga PAC LDII se-Pulau Bangka untuk menempa karakter luhur dan jiwa kemandirian.

Pembentukan Karakter Luhur dan Kemandirian Pemuda Bangka

Kegiatan CAI bukan sekadar ajang berkumpul rutin, melainkan sebuah instrumen pembinaan sistematis yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang kian dinamis. Ketua DPW LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Supriyadi, menjelaskan bahwa konsistensi pelaksanaan CAI merupakan bagian integral dari strategi organisasi dalam membentengi moralitas generasi muda.

"CAI ini merupakan kegiatan tahunan LDII yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang dapat membentuk karakter luhur serta meningkatkan kemandirian," ujar Supriyadi di sela-sela kegiatan.

Supriyadi menambahkan, di tengah arus informasi yang tak terbendung, pemuda harus memiliki filter internal yang kuat. Karakter luhur dan akhlakul karimah menjadi bekal utama agar mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual. Fokus utama perkemahan ini adalah menyelaraskan antara ketangkasan fisik, kepekaan terhadap lingkungan, dan kedalaman ilmu agama.

Investasi Strategis dalam Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul

LDII memandang pembinaan generasi muda sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan kualitas bangsa di masa depan. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan estafet kepemimpinan diisi oleh individu yang bertanggung jawab. Tantangan masa depan menuntut sumber daya manusia yang memiliki daya tahan (resilience) tinggi dan integritas yang tidak tergoyahkan.

"Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik. Mereka tidak hanya perlu memiliki kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga harus dibekali dengan karakter luhur, akhlak yang baik, serta rasa tanggung jawab," tegas Supriyadi kembali.

Target akhir dari pembinaan ini adalah lahirnya pribadi yang mandiri. Kemandirian yang dimaksud mencakup kemampuan mengelola potensi diri sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, hingga tingkatan negara. LDII Babel meyakini bahwa pemuda yang berkarakter kuat akan menjadi pilar stabilitas sosial di daerah.

Sinergi Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembinaan Pemuda

Penyelenggaraan CAI ke-47 ini turut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudkepora) Babel, Eko Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif LDII dalam melakukan pembinaan kepemudaan secara mandiri dan terstruktur.

"Pembinaan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas," ungkap Eko Kurniawan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Yasir Mustafa, menilai bahwa aspek moral dan tanggung jawab sosial yang ditekankan dalam CAI sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan SDM daerah saat ini.

"Kami mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilakukan LDII. Upaya seperti ini penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan tanggung jawab," tutur M. Yasir Mustafa.

Sementara itu, Ketua Pelaksana CAI ke-47, Ahmad Ridwan, merincikan bahwa seluruh peserta menjalani serangkaian materi yang mengombinasikan wawasan kebangsaan, materi keagamaan, dan praktik lapangan. Kedisiplinan serta kebersamaan antarpeserta menjadi poin penilaian penting selama kegiatan berlangsung, guna memupuk rasa persaudaraan yang inklusif.

📖 Glosarium Istilah

  • CAI (Cinta Alam Indonesia): Program pembinaan kepemudaan tahunan LDII yang menitikberatkan pada pembangunan karakter, kemandirian, dan kepedulian lingkungan.
  • Karakter Luhur: Konsep pembinaan moral yang mencakup enam tabiat luhur yaitu rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, dan mujhid-muzhid (hemat/kerja keras).
  • DPW LDII: Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia di tingkat provinsi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.