KRIAN, SIDOARJO — Plt Camat Krian, Kusdianto, secara resmi menutup perhelatan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) ke-47 yang berlangsung di Masjid Baitul Jannah, Sirapan, Desa Kraton, Kabupaten Sidoarjo. Agenda tahunan yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Krian ini sukses mengumpulkan ratusan pemuda dan pelajar untuk mengikuti serangkaian pembinaan karakter di masa liburan sekolah.
Kehadiran Plt Camat Krian didampingi langsung oleh Ketua PC LDII Kecamatan Krian, Tri Wahyu Utomo, beserta jajaran Dewan Penasehat organisasi. Acara ini juga melibatkan personel Senkom Mitra Polri yang turut mengawal jalannya kegiatan agar tetap kondusif. PERMATA CAI tahun ini mengusung misi besar untuk menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan dengan memberikan alternatif kegiatan yang edukatif dan menantang mentalitas kepemimpinan mereka.
Sinergi Pembinaan Karakter dan Kemandirian Remaja Sidoarjo
Dalam sambutan resminya, Kusdianto memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi LDII dalam membina generasi penerus bangsa. Ia menilai bahwa tantangan zaman bagi anak muda saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan landasan karakter yang kokoh agar tidak mudah tergerus oleh pergaulan bebas maupun penyalahgunaan teknologi.
"Kegiatan seperti PERMATA CAI menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk belajar disiplin, mandiri, bekerja sama, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama," ujar Kusdianto saat memberikan arahan di hadapan para peserta.
Ia menambahkan bahwa masa liburan sekolah merupakan momentum krusial. Alih-alih menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia, para peserta justru diajak untuk menyelami dinamika organisasi dan kerja sama tim di alam terbuka. Hal ini dianggap sebagai laboratorium sosial yang efektif untuk membentuk jiwa tanggung jawab.
Optimalisasi Waktu Libur Melalui Kegiatan Edukatif Positif
Tri Wahyu Utomo, Ketua PC LDII Kecamatan Krian, menjelaskan bahwa PERMATA CAI adalah bagian integral dari kurikulum pembinaan berkelanjutan bagi pemuda LDII. Melalui perkemahan ini, para pemuda tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga dibekali dengan wawasan kebangsaan dan pendalaman nilai-nilai religius.
Partisipasi pemuda-pemudi dari berbagai desa di wilayah Krian menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka diberikan materi tentang kemandirian, cara menghadapi tantangan bonus demografi, hingga simulasi kerja sama tim yang menuntut konsentrasi dan empati. Penyelenggaraan yang rutin setiap tahun ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi lintas generasi di wilayah tersebut.
Implementasi Nilai Perkemahan dalam Kehidupan Bermasyarakat
Harapan besar digantungkan kepada para alumnus PERMATA CAI ke-47 ini agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Kusdianto menekankan bahwa nilai-nilai yang didapat selama berkemah jangan hanya berhenti saat tenda dibongkar, melainkan harus dibawa pulang dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemandirian yang telah dilatih selama beberapa hari diharapkan mampu membentuk pribadi yang tangguh, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di tengah masyarakat luas. Dengan berakhirnya kegiatan ini, LDII Krian berkomitmen untuk terus memantau perkembangan karakter para kadernya melalui program rutin mingguan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).
📖 Glosarium Istilah
- PERMATA CAI: Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia, sebuah program pembinaan karakter pemuda yang rutin dilaksanakan oleh LDII.
- Senkom Mitra Polri: Organisasi masyarakat yang sadar akan keamanan dan ketertiban serta menjadi mitra Polri dalam hal kamtibmas.
- Bonus Demografi: Suatu kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan usia non-produktif.
- PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia di tingkat kecamatan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.