Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Muntilan menyelenggarakan agenda munaqosah atau ujian evaluasi pembelajaran agama bagi generasi penerus untuk periode semester genap tahun 2026. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta tersebut dipusatkan di Aula Al-Manshurin, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (28/6/2026). Perhelatan ini menjadi momentum krusial untuk menakar efektivitas kurikulum keagamaan sekaligus memastikan kualitas pembinaan karakter berjalan sesuai target organisasi.
Optimalisasi Evaluasi Kurikulum dan Strategi Pembelajaran Berkelanjutan
Munaqosah bukan sekadar rutinitas akademik tahunan, melainkan instrumen vital untuk memetakan sejauh mana materi agama dapat diserap oleh para santri. Penanggung jawab kegiatan, Afiyat Setiawan, menegaskan bahwa hasil dari evaluasi ini akan menjadi basis data utama dalam merumuskan metode pengajaran yang lebih adaptif pada semester mendatang.
"Kami ingin melihat perkembangan peserta secara menyeluruh. Hasil munaqosah akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan materi dan strategi pembelajaran pada semester berikutnya," ujar Afiyat di sela-sela kegiatan.
Afiyat memaparkan bahwa pendekatan yang bersifat personal sangat ditekankan dalam proses ini. Hal tersebut dilakukan mengingat setiap rentang usia memiliki daya tangkap dan kebutuhan psikologis yang berbeda. Evaluasi berkala memungkinkan para pengajar untuk mendeteksi hambatan belajar lebih dini serta menyesuaikan pola pembinaan yang paling efektif bagi setiap kelompok umur.
"Pembinaan anak usia dini tentu berbeda dengan peserta usia sekolah dasar. Karena itu, hasil evaluasi kami gunakan untuk melihat kebutuhan setiap kelompok dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran," tambahnya.
Penanaman Nilai Karakter dan Pembiasaan Perilaku Positif Sejak Dini
Aspek kognitif atau pemahaman teks agama hanyalah satu sisi dari koin pembinaan di LDII Muntilan. Sisi lainnya yang tidak kalah penting adalah internalisasi karakter luhur ke dalam tindakan nyata sehari-hari. Pembina PC LDII Kecamatan Muntilan, Heri Widiyanto, menyoroti pentingnya menyelaraskan antara kecerdasan spiritual dengan kedisiplinan sosial.
"Kami ingin generasi muda LDII tumbuh menjadi pribadi profesional religius. Ilmu agama perlu diterapkan melalui sikap disiplin, jujur, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan," jelas Heri Widiyanto.
Menurutnya, fondasi karakter yang kokoh harus dibangun saat anak-anak masih dalam masa usia emas. Dengan demikian, nilai-nilai kejujuran dan kemandirian bukan lagi menjadi teori yang dihafalkan untuk ujian, melainkan identitas yang melekat erat dalam perilaku mereka di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.
Komitmen Kolaboratif Mewujudkan Investasi Sumber Daya Manusia Unggul
Keberhasilan pembinaan generasi muda memerlukan sinergi yang harmonis antara institusi pendidikan, orang tua, dan lingkungan sosial. Ketua DPD LDII Kabupaten Magelang, Gunawan Budi Sulistyo, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi PC LDII Muntilan dalam menyelenggarakan munaqosah yang terstruktur dan sistematis.
"Munaqosah menjadi salah satu instrumen untuk melihat hasil pembinaan. Kami berharap pengurus dan pengajar terus meningkatkan kualitas pendidikan agar generasi muda memiliki pemahaman agama, karakter luhur, dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman," kata Gunawan.
Gunawan memandang bahwa pendidikan generasi muda adalah bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh bangsa dan negara di masa depan. Fokus utama LDII tidak hanya berhenti pada kemampuan peserta didik dalam menjawab soal-soal ujian, namun lebih pada kapasitas mereka untuk menjadi problem solver yang berlandaskan nilai agama.
"Targetnya bukan hanya anak mampu menjawab soal atau menyelesaikan ujian. Kami ingin mereka mampu membawa nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara," pungkasnya.
📖 Glosarium Istilah
- Munaqosah: Proses ujian atau evaluasi lisan dan tertulis untuk mengukur tingkat pemahaman santri terhadap materi agama yang telah dipelajari.
- Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, istilah kolektif untuk anak-anak dan remaja yang berada dalam masa pembinaan di lingkungan LDII.
- Profesional Religius: Profil ideal SDM yang memiliki kompetensi teknis (skill) yang mumpuni sekaligus didasari oleh integritas moral dan pemahaman agama yang kuat.
- PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi di tingkat kecamatan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.