Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Parepare menginisiasi kegiatan pembinaan generasi muda melalui perhelatan Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan Pantai Lumpue, Kota Parepare. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Agustus 2026 ini, didesain untuk memadukan penguatan nilai-nilai religius dengan kemandirian serta kepekaan terhadap kelestarian alam. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan yang kuat.
Ilustrasi Visual: Harmonisasi pembinaan karakter generasi muda di alam terbuka melalui kegiatan Camping CAI.
Sinergi Pemerintah Daerah dalam Mendukung Pembentukan Karakter Generasi Muda
Perhelatan tahunan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran Pemerintah Kota Parepare. Kepala BPBD Kota Parepare, Muhammad Rasdi Gery, S.IP., M.Si., yang hadir mewakili Wali Kota, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa inisiatif LDII ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan memiliki integritas moral yang baik.
“Kegiatan CAI ini sangat mendukung apa yang menjadi program Wali Kota Parepare dan sangat bermanfaat untuk perkembangan karakter anak-anak,” ujar Muhammad Rasdi Gery.
Hadirnya berbagai elemen kepemimpinan daerah, mulai dari Kapolsek Bacukiki, Danramil Bacukiki, hingga aparat kecamatan dan kelurahan, menunjukkan adanya dukungan kolektif terhadap pembinaan pemuda. Menurut Rasdi, ruang positif seperti ini sangat dibutuhkan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh buruk arus globalisasi dan perkembangan zaman yang kian kompleks.
Pesan Kewaspadaan dan Kedekatan dengan Alam di Kawasan Pesisir
Sebagai otoritas penanggulangan bencana, Rasdi Gery juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana. Beliau mengingatkan bahwa interaksi manusia dengan alam harus didasari pada sikap saling menjaga. Di tengah potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja, pemahaman mengenai mitigasi bencana menjadi keterampilan krusial bagi setiap peserta.
“Apa pun yang terkait dengan alam, kita harus siaga. Kalau kita menjaga alam, alam juga akan menjaga kita,” tegas Muhammad Rasdi Gery.
Beliau mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya. Dengan menanamkan rasa peduli sejak dini, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk meminimalkan dampak kelalaian manusia terhadap ekosistem alam sekitar.
Kolaborasi Lintas Daerah Demi Terwujudnya Estafet Kepemimpinan yang Kompeten
Camping CAI 2026 di Parepare tidak hanya menjadi agenda internal, melainkan juga wadah silaturahmi bagi pemuda dari wilayah tetangga. Ketua DPD LDII Kota Parepare, Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti pula oleh utusan dari DPD LDII Kabupaten Pinrang, Barru, Enrekang, hingga Polewali Mandar. Perluasan partisipasi ini bertujuan untuk membangun jaringan komunikasi positif antar-generasi muda di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.
“Kami melaksanakan CAI dengan mengundang beberapa utusan dari DPD LDII Kabupaten Pinrang, Barru, Enrekang, dan Polewali Mandar. Tujuannya untuk pembinaan karakter generasi muda agar menjadi generasi yang alim dan faqih, memiliki budi luhur, serta mandiri,” jelas Abdul Hakim.
Abdul Hakim menambahkan bahwa pembinaan karakter ini merupakan proses berkelanjutan. Melalui CAI, peserta didorong untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai kedisiplinan dan kerja sama tim dalam situasi nyata di lapangan. Target utamanya adalah melahirkan figur-figur pemimpin masa depan yang memiliki kemandirian kuat serta pondasi spiritual yang mapan.
Komitmen Pelestarian Lingkungan Melalui Aksi Nyata di Pantai Lumpue
Salah satu aspek yang menonjol dalam pelaksanaan CAI kali ini adalah aksi kepedulian lingkungan yang dilakukan secara konkret. Sebelum tenda-tenda didirikan, warga LDII bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan telah lebih dulu bahu-membahu melaksanakan kerja bakti massal untuk membersihkan kawasan Pantai Lumpue. Hal ini membuktikan bahwa jargon "Cinta Alam Indonesia" bukan sekadar tema, melainkan implementasi nyata.
Aktivitas di alam terbuka yang diikuti peserta selama tiga hari penuh dirancang sedemikian rupa agar mereka merasakan langsung harmoni dengan lingkungan. Dengan menjadikan alam sebagai ruang kelas, para peserta diajarkan untuk menghargai setiap sumber daya dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial.
Camping CAI DPD LDII Kota Parepare Tahun 2026 ini diharapkan mampu meninggalkan jejak positif bagi para peserta. Nilai-nilai yang diserap selama perkemahan diharapkan tetap terjaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun di tengah masyarakat luas. Dengan demikian, estafet pembangunan bangsa dapat diteruskan oleh tangan-tangan yang berkarakter, mandiri, dan mencintai tanah airnya.
📖 Glosarium Istilah
- Camping CAI (Cinta Alam Indonesia): Program pembinaan kepemudaan tahunan LDII yang berfokus pada pembangunan karakter, kemandirian, dan kecintaan terhadap alam.
- Alim dan Faqih: Istilah dalam pembinaan LDII yang merujuk pada individu yang memiliki kedalaman ilmu agama dan pemahaman yang benar dalam menjalankannya.
- BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah): Lembaga pemerintah non-departemen yang melaksanakan tugas penanggulangan bencana di daerah.
- Budi Luhur: Karakter moral yang mulia, mencakup perilaku sopan santun, kejujuran, dan etika sosial yang baik.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.