Pemberdayaan Ekonomi Santri Melalui Pelatihan Menjahit Berbasis Kompetensi di Kediri

Pemberdayaan Ekonomi Santri Melalui Pelatihan Menjahit Berbasis Kompetensi di Kediri
foto: ilustrasi

KEDIRI – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Miftahul Huda Blawe secara resmi membuka Program Pelatihan Menjahit Gelombang 7 Berbasis Kompetensi Kejuruan dan Garmen pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Langkah strategis ini melibatkan 20 santriwati dari berbagai pelosok tanah air yang akan menjalani pelatihan intensif selama 260 jam pelajaran (JPL). Program yang dipusatkan di Kabupaten Kediri ini direncanakan berlangsung hingga 22 September 2026 mendatang, dengan fokus utama mencetak tenaga terampil di sektor industri kreatif.

Seremoni pembukaan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Kediri, Moh. Saefurrizal, S.Th.I., Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, KH. Sunarto, serta perwakilan pemerintah desa setempat. Kehadiran para tokoh lintas instansi ini menegaskan dukungan kuat terhadap integrasi antara pendidikan karakter berbasis agama dan penguasaan keterampilan teknis bagi generasi muda pesantren.

Sinergi Antarpesantren dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia

Direktur BLKK Miftahul Huda Blawe, Kompol (Purn) Hariyanto, S.H., mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara Ponpes Blawe dan Ponpes Wali Barokah Kediri. Rekam jejak BLKK Miftahul Huda dalam mencetak tenaga kerja mandiri sudah teruji secara konsisten. Hingga saat ini, lembaga tersebut telah berhasil meluluskan sedikitnya 136 alumni yang siap bersaing, baik sebagai pekerja profesional di industri garmen maupun sebagai wirausahawan mandiri.

Dukungan senada datang dari Pemerintah Desa Blawe. Ketua BPD Desa Blawe, Supriyono, menyatakan apresiasi mendalam atas konsistensi penyelenggaraan pelatihan yang kini telah menginjak angkatan ketujuh. Selain memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kualitas ekonomi santri, program ini dinilai berhasil memperkuat reputasi Desa Blawe sebagai salah satu sentra pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional.

Relevansi Keterampilan Garmen dengan Kemandirian Ekonomi

Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Kediri, Moh. Saefurrizal, menitikberatkan pentingnya keseimbangan antara aspek spiritual dan keterampilan hidup (life skills). Menurutnya, pemilihan kejuruan garmen sangatlah tepat sasaran mengingat kebutuhan akan sandang merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak akan pernah surut.

“Kebutuhan berbusana adalah hal pokok bagi setiap manusia. Melalui pelatihan ini, santri diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis menjahit yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi serta merebut pasar busana muslim di Indonesia,” ujar Moh. Saefurrizal saat membuka kegiatan.

Potensi pasar busana muslim di tanah air memang sangat menjanjikan. Dengan bekal teknis yang mumpuni, para santriwati diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam industri ini, tetapi menjadi pemain utama yang mampu menyediakan produk berkualitas tinggi bagi masyarakat luas.

Harapan Penguatan Jaringan Kewirausahaan Alumni

Ketua Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, KH. Sunarto, menekankan bahwa aspek terpenting dari pelatihan ini adalah keberlanjutan pasca-program. Ia mendorong para instruktur untuk memberikan pendampingan optimal agar setiap peserta mencapai standar kompetensi yang dipersyaratkan. Lebih lanjut, ia juga menginstruksikan para peserta untuk mulai membangun jejaring kerja sejak masa pelatihan.

“Kami berharap interaksi antar peserta dari berbagai provinsi ini dimanfaatkan untuk memperluas jaringan usaha. Pelatihan ini tidak boleh berhenti pada penguasaan materi saja, tetapi harus ada keberlanjutan (follow up) melalui wirausaha mandiri maupun kemitraan,” tegas KH. Sunarto.

Dengan partisipasi peserta yang berasal dari berbagai provinsi, peluang untuk membangun ekosistem bisnis berskala nasional terbuka lebar. Program ini diharapkan menjadi katalisator bagi santriwati untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter religius sekaligus memiliki kemandirian finansial yang kuat.

📖 Glosarium Istilah

  • BLKK (Balai Latihan Kerja Komunitas): Unit pelatihan kerja yang didirikan di lembaga keagamaan atau komunitas untuk memberikan keterampilan teknis kepada masyarakat sekitar dan santri.
  • JPL (Jam Pelajaran): Satuan waktu yang digunakan untuk mengukur durasi kegiatan belajar mengajar atau pelatihan kompetensi.
  • Garmen: Sektor industri yang memproduksi pakaian jadi dalam skala besar.
  • PD Pontren: Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di bawah naungan Kementerian Agama yang mengurusi regulasi dan pembinaan pesantren.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.