NUNUKAN – Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Nunukan Selatan mengambil langkah proaktif dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Berkolaborasi dengan Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI), organisasi ini menyelenggarakan sosialisasi mendalam mengenai bahaya kanker dan tumor di Masjid Baitul Izza, Jalan Pattimura, Kelurahan Selisun, Nunukan, pada Sabtu (22/08/2026).
Agenda edukatif ini menghadirkan Raihan Al-Hafizh dari YSKI sebagai pemateri utama yang memaparkan data terkini serta langkah preventif menghadapi penyakit tidak menular tersebut. Puluhan warga beserta jajaran pengurus LDII setempat mengikuti jalannya pemaparan dengan antusiasme tinggi, merefleksikan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu kesehatan kronis.
Edukasi Pencegahan Penyakit Kanker dan Tumor Bagi Masyarakat
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan akan tingginya angka risiko kanker yang seringkali baru disadari saat mencapai stadium lanjut. Ketua PC LDII Nunukan Selatan, Muhammad Delvian NM, S.Sos, menyatakan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari kontribusi organisasi dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap warga LDII dan masyarakat umum bisa lebih paham tentang pentingnya menjaga kesehatan, mengenali gejala sejak dini, dan tidak takut untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujar Muhammad Delvian.
Kegiatan ini secara spesifik bertujuan memberikan wawasan mendalam mengenai jenis-jenis kanker, mengenali gejala awal secara mandiri, hingga prosedur penanganan medis yang tepat. Fokus utamanya adalah mendorong deteksi dini terhadap beberapa jenis kanker yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia, seperti kanker serviks, kanker payudara, serta kanker prostat pada pria.
Strategi Deteksi Dini Sebagai Kunci Keberhasilan Penanganan Medis
Dalam sesi pemaparannya, Raihan Al-Hafizh menegaskan sebuah fakta medis krusial bahwa meskipun kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi, penyakit ini bukanlah vonis akhir jika ditemukan lebih awal. Deteksi pada tahap dini secara signifikan meningkatkan peluang kesembuhan pasien hingga mencapai angka 80 persen.
Raihan menekankan pentingnya skrining berkala bagi setiap individu, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat genetik atau gaya hidup berisiko. Partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemeriksaan mandiri maupun melalui fasilitas kesehatan dianggap sebagai garda terdepan dalam memutus rantai keterlambatan penanganan medis.
“Dan yang tak kalah pentingnya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining secara berkala seperti IVA Test, SADARI, dan pemeriksaan prostat agar kanker dapat terdeteksi sejak dini,” pesan Raihan Al-Hafizh di hadapan para peserta.
Empat Pilar Utama Pencegahan Kanker Dalam Kehidupan Sehari-hari
Tidak hanya membahas aspek kuratif, sosialisasi ini juga merumuskan empat materi pencegahan utama yang praktis untuk diterapkan oleh warga. Pertama adalah kedisiplinan dalam menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang. Raihan menyarankan untuk memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan ikan, sembari membatasi konsumsi makanan cepat saji, produk berpengawet, serta makanan yang diproses dengan cara dibakar hingga gosong.
Pilar kedua berkaitan dengan aktivitas fisik secara rutin. Olahraga dengan durasi minimal 150 menit per minggu sangat dianjurkan untuk menjaga berat badan ideal serta mengoptimalkan sistem imun tubuh. Ketiga, warga diingatkan untuk menjauhi faktor risiko eksternal seperti asap rokok dan minuman beralkohol yang menjadi pemicu utama kerusakan sel tubuh.
Pilar terakhir adalah kewaspadaan terhadap paparan zat karsinogenik berbahaya di lingkungan sekitar. Sebagai penutup, acara diisi dengan diskusi interaktif dan pembagian materi edukatif dalam bentuk leaflet. PC LDII Nunukan Selatan berkomitmen untuk menjadikan kegiatan semacam ini sebagai agenda berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh.
📖 Glosarium Istilah
- SADARI: Metode pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi adanya benjolan atau perubahan fisik sejak dini.
- IVA Test: Metode skrining awal untuk mendeteksi kanker serviks menggunakan asam asetat guna melihat perubahan pada leher rahim.
- Karsinogenik: Zat atau paparan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh manusia.
- Skrining: Prosedur pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi adanya penyakit sebelum gejala klinis muncul.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.