KALIWATES, JEMBER – Dalam upaya memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Pimpinan Cabang (PC) LDII Kaliwates secara resmi menggelar perhelatan tahunan Festival Anak Sholeh (FAS) pada Minggu, 2 Agustus 2026. Ajang yang diikuti oleh ratusan santri mulai dari tingkat PAUD hingga Sekolah Dasar ini tidak hanya menjadi kompetisi semata, melainkan instrumen vital dalam mengevaluasi efektivitas program pembinaan karakter yang dijalankan secara berkesinambungan.
Wadah Evaluasi dan Pengembangan Potensi Santri
Antusiasme tinggi tampak menyelimuti wajah-wajah ceria para peserta yang memadati lokasi kegiatan. FAS 2026 dirancang secara sistematis untuk menguji hasil belajar santri selama satu tahun terakhir, sekaligus menjadi panggung bagi mereka untuk mengeksplorasi potensi diri dalam balutan nilai-nilai Islami. Melalui kegiatan ini, jalinan ukhuwah Islamiyah antar sesama generasi penerus serta para orang tua terjalin semakin erat, menciptakan ekosistem pendidikan yang suportif.
Beragam mata lomba dihadirkan untuk mengasah aspek spiritualitas, intelektualitas, hingga kemandirian anak. Berikut adalah beberapa cabang perlombaan yang menjadi pusat perhatian:
- Lomba Mewarnai dan Menyusun Huruf Hijaiyah untuk melatih kreativitas serta pengenalan dasar literasi Al-Qur'an.
- Hafalan Surat Pendek dan Doa Harian guna memperkuat ingatan spiritual sejak dini.
- Praktek dan Bacaan Sholat sebagai evaluasi kepatuhan ibadah yang benar.
- Cerdas Cermat Agama untuk memacu wawasan keagamaan yang luas.
- Lomba Kemandirian yang melatih ketangkasan serta tanggung jawab pribadi.
Komitmen Pembinaan Berbasis Karakter Luhur
Kehadiran Festival Anak Sholeh bukan sekadar rutinitas organisasi. Bagi LDII, pendidikan karakter di usia emas adalah investasi peradaban. Ketua Penggerak Pembina Generus (PPG), Fawas Baihaqi, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab kolektif dalam mencetak generasi profesional religius.
"Melalui Festival Anak Sholeh ini, kami berharap anak-anak semakin termotivasi untuk terus belajar Al-Qur'an dan Al-Hadits, memiliki akhlakul karimah, serta tumbuh menjadi generasi yang profesional religius," ujar Fawas Baihaqi.
Pola pembinaan yang diterapkan tidak hanya berhenti pada aspek kognitif. Nilai-nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, hingga kepedulian sosial diinternalisasi melalui metode pembelajaran yang menyenangkan namun tetap berbobot.
Dukungan Penuh Struktur Organisasi
Pelaksanaan FAS 2026 ini mendapat dukungan penuh dari struktural organisasi di tingkat cabang. Ketua PC LDII Kaliwates, Tugimin, menyatakan bahwa pembinaan generasi muda menempati urutan teratas dalam prioritas program kerjanya. Menurutnya, landasan agama yang kokoh adalah benteng utama bagi anak-anak dalam menghadapi arus globalisasi.
"Kami di tingkatan PC Kaliwates sangat mendukung penuh kegiatan positif ini. Pembinaan generasi penerus tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan butuh wadah dan konsistensi. Melalui ajang FAS ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita tidak hanya dibekali keilmuan umum, tetapi juga memiliki landasan agama dan moral yang kokoh agar siap menjadi tumpuan masa depan," ujar Tugimin.
Apresiasi serupa juga datang dari Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M. Ia melihat inisiatif yang dilakukan oleh PC Kaliwates sebagai langkah progresif dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas tinggi yang selaras dengan visi bangsa menuju Indonesia Emas.
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras PC Kaliwates dan seluruh panitia atas terselenggaranya Festival Anak Sholeh ini. Pembinaan generus adalah fondasi utama organisasi. Apa yang dilakukan hari ini adalah bukti nyata komitmen kita dalam membentengi moral anak-anak bangsa dari dampak negatif globalisasi. Semoga kegiatan ini dapat terus menjadi agenda rutin dan menginspirasi PC LDII lainnya," ujar H. Akhmad Malik Afandi.
Kesuksesan Festival Anak Sholeh ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan organisasi mampu menciptakan ruang yang inklusif bagi tumbuh kembang anak. Harapannya, para peserta yang telah berpartisipasi mampu menjelma menjadi sosok yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri, serta menjadi cahaya bagi masa depan agama dan negara.
📖 Glosarium Istilah
- PPG (Penggerak Pembina Generus): Badan atau kelompok kerja dalam organisasi LDII yang fokus pada pembinaan generasi muda melalui program terstruktur.
- Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang mulia sesuai dengan ajaran agama Islam.
- Alim-Faqih: Istilah untuk individu yang memiliki pemahaman agama yang mendalam sekaligus mampu mengamalkannya dengan benar.
- Profesional Religius: Visi LDII untuk mencetak individu yang ahli di bidang profesinya namun tetap teguh menjalankan nilai-nilai agama.
- Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan antar sesama pemeluk agama Islam yang didasari oleh rasa cinta dan keimanan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.