PAC LDII Pegundan dan Pemerintah Desa Bersinergi Tata Lingkungan Jelang HUT RI dan Expo Desa

PAC LDII Pegundan dan Pemerintah Desa Bersinergi Tata Lingkungan Jelang HUT RI dan Expo Desa
foto: ilustrasi

PEMALANG — Menyambut euforia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia serta agenda besar Expo Desa, Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII Desa Pegundan mengambil langkah nyata dalam pelestarian lingkungan. Pada Jumat pagi (14/8), puluhan warga LDII berbaur dengan masyarakat sekitar untuk melakukan aksi bersih-bersih massal di kawasan bantaran sungai yang terletak tepat di depan Lapangan Krida Muda, Desa Pegundan.

⚡ Poin Utama Berita

  • Sinergi Komunitas: PAC LDII Pegundan berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Desa Pegundan dalam menjaga estetika lingkungan jelang hari nasional.
  • Fokus Area Strategis: Pembersihan difokuskan pada bantaran sungai dan Lapangan Krida Muda yang akan menjadi pusat upacara bendera dan Expo Desa.
  • Komitmen Sosial: Kegiatan ini menegaskan peran LDII dalam mempererat tali silaturahmi melalui aksi gotong royong yang berkesinambungan.

Apa Tujuan Utama Aksi Bersih Lingkungan Ini?

Kegiatan gotong royong yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Fokus utama dari aksi ini adalah menata kembali wajah Lapangan Krida Muda dan area sekitarnya. Hal ini menjadi krusial mengingat lapangan tersebut akan bertransformasi menjadi pusat konsentrasi massa untuk Upacara Bendera HUT RI tingkat Kecamatan Petarukan serta lokasi utama perhelatan Expo Desa Pegundan.

Dengan sapu lidi, arit, dan cangkul di tangan, warga bekerja dengan cekatan menyisir rumput liar yang mulai meninggi serta mengangkut sampah yang mengendap di aliran sungai. Aliran air yang lancar dan lingkungan yang bersih diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para tamu undangan dan warga yang akan memadati area tersebut dalam waktu dekat.

Bagaimana Tanggapan Pemerintah Desa Terhadap Partisipasi LDII?

Kehadiran warga LDII dalam agenda ini mendapat sambutan hangat dari perangkat desa setempat. Kepala Dusun (Kadus) Desa Pegundan, Joko Mulyono, yang terjun langsung memantau jalannya kegiatan, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kekompakan yang ditunjukkan.

"Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan warga, termasuk jajaran PAC LDII Desa Pegundan. Kebersihan kawasan Lapangan Krida Muda dan bantaran sungai ini sangat krusial, mengingat area ini akan menjadi pusat perhatian warga pada rangkaian acara tingkat kecamatan dan desa," — Joko Mulyono, Kepala Dusun Desa Pegundan.

Senada dengan hal tersebut, antusiasme warga lintas elemen yang bahu-membahu menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur gotong royong masih mendarah daging di Desa Pegundan. Tidak ada sekat pembatas; semua bekerja demi satu tujuan: menciptakan desa yang asri dan representatif untuk perayaan hari kemerdekaan.

Bagaimana Komitmen LDII Dalam Kontribusi Sosial di Masyarakat?

Bagi PAC LDII Desa Pegundan, keterlibatan dalam kegiatan lingkungan adalah manifestasi dari instruksi organisasi untuk selalu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara, dimulai dari lingkungan terkecil di tingkat desa. Ketua PAC LDII Desa Pegundan, Sonadi, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerukunan antarwarga.

"Keikutsertaan kami bukan sekadar kerja bakti fisik, melainkan bentuk kontribusi warga LDII untuk lingkungan sekitar. Kami ingin terus memupuk nilai-nilai gotong royong dan menjaga kerukunan antarwarga di Desa Pegundan," — Sonadi, Ketua PAC LDII Desa Pegundan.

Melalui aksi kolektif yang melibatkan pelbagai lapisan masyarakat ini, wajah Lapangan Krida Muda kini nampak jauh lebih rapi dan asri. Semangat kebersamaan yang terjalin erat ini menjadi modal sosial yang tak ternilai dalam membangun desa yang lebih harmonis, maju, dan berkelanjutan. Dengan berakhirnya kegiatan ini, Desa Pegundan secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menyambut puncak peringatan kemerdekaan dengan suasana yang bersih dan penuh semangat nasionalisme.

📖 Glosarium Istilah

  • PAC LDII: Pengurus Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, unit organisasi di tingkat desa atau kelurahan.
  • Expo Desa: Ajang pameran yang menampilkan produk unggulan, potensi ekonomi, serta inovasi pembangunan di tingkat desa.
  • Bantaran Sungai: Lahan di sisi kanan dan kiri sepanjang sungai yang memiliki fungsi teknis dan ekologis sebagai penyangga.
  • Gotong Royong: Tradisi bekerja sama demi kepentingan bersama tanpa pamrih yang menjadi fondasi sosial masyarakat Indonesia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.