Tentang Kontak
Terkini

PAC LDII Giriyoso Utus Empat Santri Ikuti Wisuda Al-Qur'an Tingkat Provinsi Sumatera Selatan

PAC LDII Giriyoso Utus Empat Santri Ikuti Wisuda Al-Qur'an Tingkat Provinsi Sumatera Selatan
foto: ilustrasi
PAC LDII Giriyoso Utus Empat Santri Ikuti Wisuda Al-Qur'an Tingkat Provinsi Sumatera Selatan
  • MUSI RAWAS – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Giriyoso menunjukkan komitmen nyata dalam pembinaan generasi muda dengan mengirimkan empat santri terbaiknya untuk mengikuti prosesi wisuda tingkat provinsi. Keempat santri dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) PAC LDII Giriyoso tersebut resmi mengikuti agenda “Wisuda Akbar dan Tasyakuran Bebas Buta Aksara Al-Qur’an” tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang dipusatkan di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas pada Minggu (23/8/2026).

    Kehadiran para santri ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol keberhasilan program pengentasan buta aksara Al-Qur’an yang dijalankan secara konsisten di tingkat akar rumput. Dalam majelis berskala provinsi tersebut, utusan dari Giriyoso bergabung bersama ratusan wisudawan lainnya dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, menciptakan atmosfer religius yang kuat dalam upaya membumikan nilai-nilai kitab suci.

    Capaian Strategis Pembinaan Generasi Muda LDII Giriyoso

    Keberhasilan para santri ini menuai apresiasi mendalam dari jajaran kepengurusan organisasi. Ketua PAC LDII Giriyoso, Ahmad Solihin, mengungkapkan bahwa kelulusan santri-santri tersebut dalam program berskala provinsi ini merupakan buah dari disiplin belajar yang tinggi serta dedikasi para tenaga pendidik di TPA. Proses pembinaan yang dilakukan di PAC Giriyoso memang dirancang untuk memastikan setiap santri tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual dengan Al-Qur'an.

    “Kami dari kepengurusan PAC LDII Giriyoso sangat bersyukur dan bangga melihat anak-anak kami hari ini diwisuda pada tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Ini merupakan capaian yang luar biasa,” ujar Ahmad Solihin saat memberikan keterangan di sela-sela pendampingan santri di lokasi acara.

    Ahmad Solihin menekankan bahwa penguasaan literasi Al-Qur’an adalah fondasi paling awal yang akan menentukan kualitas spiritual generasi penerus di masa depan. Dukungan orang tua dan lingkungan belajar yang kondusif di TPA menjadi faktor kunci di balik suksesnya empat santri tersebut mencapai kualifikasi tingkat provinsi.

    Transformasi Literasi Menuju Pemahaman Makna dan Dalil

    Langkah ini dipandang sebagai gerbang pembuka menuju tahapan keilmuan yang lebih mendalam. Ahmad Solihin mengingatkan kepada para wisudawan bahwa predikat bebas buta aksara hanyalah awal dari perjalanan panjang dalam menuntut ilmu agama. Kemampuan membaca huruf hijaiyah secara tartil (baik dan benar) harus terus diasah agar para santri siap melangkah ke jenjang berikutnya, yakni mempelajari tafsir dan makna Al-Qur’an secara komprehensif.

    “Harapan kami, setelah bebas buta aksara Al-Qur’an ini, mereka justru semakin giat melancarkan bacaannya, tidak malas mengaji, dan bisa menjadi teladan generasi yang berakhlakul karimah di tengah masyarakat,” tambah Ahmad Solihin penuh harap.

    Target jangka panjang dari program ini adalah melahirkan profil generasi muda yang memiliki Tri Sukses: alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Dengan bekal pemahaman agama yang kuat sejak dini, para santri diharapkan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif perkembangan zaman serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

    Momentum Membangun Generasi Emas yang Alim dan Faqih

    Suasana khidmat dan haru menyelimuti Auditorium Kabupaten Musi Rawas sepanjang prosesi wisuda berlangsung. Para orang tua dan pendamping yang hadir tampak bangga menyaksikan putra-putri mereka menerima penghargaan atas ketekunan mempelajari Al-Qur’an. Bagi LDII, kegiatan ini menjadi bagian integral dari penguatan karakter bangsa melalui pendidikan berbasis religi.

    PAC LDII Giriyoso berharap momentum wisuda akbar ini dapat memicu motivasi bagi santri-santri lainnya yang masih dalam tahap belajar. Organisasi terus berkomitmen untuk menyediakan sarana pendidikan agama yang berkualitas demi mewujudkan cita-cita besar mencetak generasi emas Indonesia yang unggul secara intelektual namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Al-Qur’an dan Al-Hadist.

    📖 Glosarium Istilah

    • Alim Faqih: Kriteria individu yang memiliki kedalaman ilmu agama dan pemahaman hukum Islam yang mumpuni.
    • Buta Aksara Al-Qur’an: Ketidakmampuan seseorang dalam membaca teks atau huruf-huruf hijaiyah yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an.
    • Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti mulia yang menjadi standar moral bagi setiap muslim dalam kehidupan bersosialisasi.
    • PAC (Pimpinan Anak Cabang): Tingkat kepengurusan organisasi LDII di level kelurahan atau desa.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

    W F X