MUSI RAWAS (12/8) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Musi Rawas mengambil langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pembinaan organisasi di tengah tantangan jarak dan waktu. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, LDII Musi Rawas sukses menyelenggarakan pengajian rutin yang dilakukan secara daring bagi jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) pada Kamis (30/7) lalu.
⚡ Poin Utama Berita
- Pembinaan Daring: DPD LDII Musi Rawas menyelenggarakan pengajian rutin khusus pengurus PC dan PAC menggunakan platform digital untuk efisiensi komunikasi.
- Fokus Keilmuan: Kegiatan ini menitikberatkan pada kajian mendalam Al-Qur’an dan Al-Hadis sebagai pondasi dasar bagi para pelayan umat di tingkat akar rumput.
- Visi Organisasi: Selain aspek religius, pertemuan virtual ini menjadi wadah koordinasi strategis untuk menyinkronkan program kerja organisasi menjelang bulan Agustus.
Mengapa Pengajian Daring Menjadi Prioritas LDII Musi Rawas?
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Serbaguna DPD LDII Musi Rawas ini diikuti dengan antusias oleh para pengurus dari wilayah masing-masing. Langkah adaptif ini dilakukan untuk memastikan bahwa fungsi pembinaan dan koordinasi tetap berjalan optimal tanpa hambatan geografis. Ketua LDII Musi Rawas, Wasiyat, menekankan bahwa integrasi teknologi adalah kunci untuk menjaga soliditas pengurus di berbagai tingkatan.
“Teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjaga komunikasi dan kesinambungan pembinaan pengurus. Meski pengajian dilaksanakan secara daring, kami berharap seluruh pengurus PC dan PAC tetap mengikuti dengan sungguh-sungguh,” ujar Wasiyat.
Wasiyat menambahkan bahwa pembinaan spiritual merupakan elemen krusial bagi seorang pengurus organisasi dakwah. Hal ini bertujuan agar setiap individu memiliki pemahaman yang selaras dalam mengemban amanah organisasi serta menjalankan visi besar untuk melayani kepentingan umat secara luas.
Bagaimana Peran Teknologi dalam Menjaga Kekompakan Pengurus?
Jarak fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi LDII untuk menanamkan nilai-nilai kerukunan dan kemandirian. Dalam pandangan Wasiyat, keseriusan dan kekompakan para pengurus dalam mengikuti setiap arahan adalah modal utama keberhasilan program kerja organisasi yang telah disusun sebelumnya.
“Kita tidak boleh menjadikan jarak sebagai alasan untuk berhenti mengkaji keilmuan serta bermusyawarah untuk mufakat. Dengan adanya teknologi, nyatanya pembinaan tetap bisa berjalan dan komunikasi antarpengurus dapat terus terjaga,” kata Wasiyat menjelaskan pentingnya adaptasi digital.Ia menegaskan bahwa melalui sarana digital, proses transfer ilmu keagamaan dan penyampaian kebijakan organisasi dapat dilakukan secara simultan, sehingga meminimalisir adanya kesenjangan informasi antara pengurus kabupaten dengan tingkat kecamatan maupun desa.
Apa Saja Materi Utama yang Disampaikan dalam Pertemuan Tersebut?
Sesi pengajian ini diisi dengan kajian mendalam teks-teks suci Al-Qur’an dan Al-Hadis. Materi ini dirancang untuk memperkuat basis religiusitas pengurus agar tetap teguh pada nilai-nilai syariat dalam menjalankan roda organisasi. Namun, tidak hanya sebatas kajian agama, pertemuan ini juga difungsikan sebagai rapat koordinasi bulanan.
“Selain diberikan ilmu keagamaan, kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi organisasi dan program kerja bulan Agustus mendatang,” ujar Wasiyat menutup pernyataannya. Hal ini menunjukkan bahwa LDII Musi Rawas senantiasa menyeimbangkan antara kebutuhan spiritual dan kematangan manajerial organisasi.
Melalui konsistensi penyelenggaraan pengajian rutin seperti ini, LDII Musi Rawas menaruh harapan besar agar para pengurus di tingkat PC dan PAC semakin termotivasi. Semangat perjuangan dalam menyiarkan kebaikan diharapkan terus tumbuh, sehingga kontribusi nyata LDII dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas.
📖 Glosarium Istilah
- PC (Pimpinan Cabang): Struktur organisasi LDII yang berada di tingkat kecamatan.
- PAC (Pimpinan Anak Cabang): Struktur organisasi LDII yang berada di tingkat kelurahan atau desa.
- DPD (Dewan Pimpinan Daerah): Tingkatan organisasi LDII di level kabupaten atau kota.
- Daring (Dalam Jaringan): Sebutan untuk aktivitas yang dilakukan melalui koneksi internet atau secara online.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.