KAPUAS — Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, berhasil mencatatkan pencapaian gemilang pada musim panen 2026. Melalui penerapan metode intensifikasi tani yang presisi, para petani di Desa Terusan Makmur dan Desa Terusan Karya sukses memanen padi dengan tingkat produktivitas mencapai 4 hingga 5 ton per hektar, sebuah angka yang memperkuat optimisme terhadap kedaulatan pangan di wilayah tersebut.
Mekanisasi Pertanian: Kunci Efisiensi Produksi
Keberhasilan ini bukan terjadi tanpa alasan. Langkah transformasi dari metode tradisional menuju mekanisasi pertanian menjadi faktor pembeda utama. Ketua PC LDII Kecamatan Bataguh, Nurahmat, mengungkapkan bahwa peningkatan hasil panen ini merupakan buah dari budidaya yang memanfaatkan teknologi mesin secara efektif, mulai dari tahap pengolahan lahan hingga proses pemotongan padi.
“Mekanisasi tersebut untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui sektor pertanian,” ujar Nurahmat.
Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) terbukti mampu menekan biaya operasional sekaligus mempercepat durasi kerja petani di lapangan. Hal ini sejalan dengan ambisi pemerintah daerah dalam menjadikan Kapuas sebagai pilar penyangga pangan bagi Kalimantan Tengah.
Varietas Unggul dan Manajemen Lahan yang Optimal
Selain aspek teknologi mesin, pemilihan bibit menjadi variabel krusial dalam keberhasilan panen kali ini. Abdul Malik, Ketua PAC LDII Desa Terusan Makmur, menjelaskan bahwa para petani setempat kini lebih selektif dalam memilih varietas yang adaptif dengan kondisi lahan gambut dan pasang surut di Kapuas.
Tercatat beberapa varietas unggul seperti Hibrida Supadi, Hibrida Sembada, Inpari 32, hingga MR 129 menjadi andalan. Kondisi tanah yang dikelola dengan baik memungkinkan pola tanam dua kali dalam setahun (IP 200), sebuah kemajuan signifikan bagi kemandirian ekonomi warga.
“Panen ini menjadi kontribusi warga LDII dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Abdul Malik saat memantau jalannya panen di lokasi.
Lebih lanjut, Nurahmat merinci bahwa produktivitas yang stabil juga didukung oleh kedisiplinan dalam pemberian dosis pupuk yang tepat waktu, pengendalian hama yang berkelanjutan, serta pengaturan tata kelola air yang optimal agar tanaman tidak terendam atau kekeringan saat fase kritis.
“Saat panen, petani juga berupaya meminimalkan kehilangan gabah agar hasil yang diperoleh lebih maksimal,” kata Nurahmat menambahkan.
Sektor Pertanian sebagai Bentuk Pengabdian
Menanggapi capaian ini, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kapuas, Subagio, memandang bahwa aktivitas pertanian yang digeluti warga bukan sekadar urusan ekonomi semata, melainkan sebuah bentuk pengabdian nyata kepada bangsa. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu beban pemerintah dalam menjaga stabilitas stok pangan.
“LDII sejak lama mendorong warganya mandiri dan produktif. Pertanian menjadi salah satu bidang yang terus kami kembangkan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Subagio.
Ia menekankan bahwa semangat gotong royong antarpetani harus terus dirawat agar cita-cita swasembada pangan nasional bukan hanya sekadar slogan, melainkan realitas yang dirasakan di tingkat akar rumput.
Sinergi Membangun Daerah
Keberhasilan di Kecamatan Bataguh ini juga mendapat apresiasi dari Ketua DPD LDII Kabupaten Kapuas, Kamaludin. Ia menegaskan bahwa organisasi LDII berkomitmen penuh untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah di berbagai lini, termasuk sektor agrikultur.
“LDII akan terus mendorong warganya meningkatkan produktivitas ketahanan pangan dengan memanfaatkan teknologi dan benih unggul, serta menjalin sinergi dengan pemerintah agar hasil pertanian semakin optimal dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Kamaludin.
Diharapkan, kesuksesan panen dengan sistem intensifikasi ini dapat menular dan menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya di Kalimantan Tengah. Dengan demikian, Kabupaten Kapuas dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan yang tangguh menghadapi tantangan krisis pangan global di masa depan.
📖 Glosarium Istilah
- Intensifikasi Tani: Usaha meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia melalui teknologi, pemupukan, dan pengairan.
- Mekanisasi Pertanian: Penggunaan alat dan mesin pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tenaga kerja.
- Varietas Unggul: Kelompok tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul seperti hasil panen tinggi serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
- IP 200: Indeks Pertanaman yang menunjukkan bahwa dalam satu lahan yang sama dilakukan dua kali penanaman dalam satu tahun.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.