Membangun Generasi Profesional Religius: DPD LDII Lahat Gelar Permata CAI ke-47 untuk Perkuat Karakter Pemuda

Membangun Generasi Profesional Religius: DPD LDII Lahat Gelar Permata CAI ke-47 untuk Perkuat Karakter Pemuda
foto: ilustrasi

PAGARALAM – Sebanyak 80 pemuda lintas wilayah yang tergabung dalam Generasi Unggulan Daerah Lahat (GUNDALA) berkumpul di Gedung Serbaguna Al Mansyurin, Kota Pagaralam, pada Rabu (29/7/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47, sebuah agenda tahunan strategis yang dirancang untuk menempa kemandirian serta memperkokoh karakter religius generasi penerus di tengah gempuran tantangan zaman.

⚡ Poin Utama Berita

  • Permata CAI ke-47: Kegiatan perkemahan tahunan yang diikuti oleh 80 peserta dari Muara Enim, Lahat, dan Pagaralam untuk penguatan karakter.
  • Pembinaan Berkelanjutan: DPD LDII Lahat menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, pendidik, dan pembina dalam membentuk profil pemuda yang disiplin dan mandiri.
  • Kesiapan Teknologi: Peserta didorong untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045 tanpa meninggalkan nilai agama.

Bagaimana Strategi LDII Lahat dalam Membentuk Karakter Pemuda?

Ketua DPD LDII Kabupaten Lahat, Amat Sarjono, menegaskan bahwa proses pembinaan generasi muda bukanlah proyek jangka pendek. Menurutnya, dibutuhkan konsistensi dan alur yang terarah sejak usia dini hingga mereka menginjak usia dewasa. Pelaksanaan Permata CAI ini merupakan manifestasi dari komitmen LDII dalam mengawal estafet kepemimpinan bangsa.

"Melalui pembinaan yang berkesinambungan, kami ingin generus tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter luhur, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman," ujar Amat Sarjono saat memberikan arahan di hadapan para peserta.

Amat juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan transformasi karakter ini sangat bergantung pada kolaborasi segitiga emas, yakni lingkungan keluarga, institusi pendidikan, dan peran aktif para pembina di lapangan. Tanpa sinergi tersebut, nilai-nilai luhur akan sulit terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari para pemuda.

Mengapa Adaptasi Teknologi Menjadi Fokus Utama di Permata CAI?

Membuka acara secara resmi, Pembina PPG Lahat, Edi Musi Hartono, berbagi refleksi personal yang cukup mendalam. Ia mengisahkan pengalamannya saat menjadi peserta CAI pada tahun 1997, di mana fasilitas dan kondisi saat itu jauh berbeda dengan kemudahan era digital sekarang. Namun, ia mengingatkan bahwa kenyamanan teknologi saat ini justru membawa tantangan yang lebih kompleks.

"Saya juga pernah menjadi peserta CAI pada tahun 1997. Dulu belum semodern sekarang. Karena itu saya mengajak generasi muda LDII untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman, bukan hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan di berbagai bidang," kata Edi Musi Hartono.

Edi menekankan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Namun, kecanggihan perangkat digital harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang memiliki basis moral yang kuat. Kemandirian dan integritas menjadi jangkar agar para pemuda tidak hanyut oleh arus negatif globalisasi.

"Mau tidak mau kita akan hidup berdampingan dengan teknologi. Karena itu, generasi muda harus memiliki bekal ilmu, karakter, dan kemampuan beradaptasi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman," tambahnya menegaskan urgensi literasi digital bagi para peserta.

Target Melahirkan Generasi Profesional Religius 2045

Sepanjang kegiatan, para peserta dibekali dengan materi yang mengarah pada pembentukan 29 Karakter Luhur. Fokus utama dari kurikulum Permata CAI tahun ini adalah menciptakan profil individu yang "Profesional Religius". Artinya, mereka mampu bekerja secara kompeten di bidang masing-masing namun tetap memegang teguh prinsip-prinsip syariat dan etika yang tinggi.

Harapan besar disematkan pada pundak 80 peserta GUNDALA ini. DPD LDII Kabupaten Lahat optimis bahwa melalui tempaan fisik dan spiritual di Pagaralam, akan lahir barisan pemuda yang siap berkontribusi nyata dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas, bukan sekadar menjadi penonton di negeri sendiri.

📖 Glosarium Istilah

  • Permata CAI: Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia, forum pembinaan karakter tahunan bagi pemuda LDII.
  • GUNDALA: Akronim untuk Generasi Unggulan Daerah Lahat, sebutan bagi komunitas pemuda LDII di wilayah tersebut.
  • Profesional Religius: Konsep pengembangan SDM yang unggul dalam kompetensi profesional sekaligus memiliki basis moral keagamaan yang kuat.
  • 29 Karakter Luhur: Matriks nilai yang diajarkan LDII mencakup kemandirian, kejujuran, amanah, hingga rukun dan kompak.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.