Mau Donor Darah? Berikut Syarat yang Harus Kamu Penuhi

Mau Donor Darah? Berikut Syarat yang Harus Kamu Penuhi - UTD PMI Kotim

Mau Donor Darah? Berikut Syarat yang Harus Kamu Penuhi

Panduan lengkap persyaratan donor darah berdasarkan standar Palang Merah Indonesia — UTD PMI Kabupaten Kotawaringin Timur

A+

Setetes Darahmu, Harapan Bagi Mereka

Poster UTD PMI Kabupaten Kotawaringin Timur (@uddpmikabkotim) sebagai panduan persyaratan donor darah. Setiap donor yang memenuhi syarat membantu menjaga ketersediaan stok darah di daerah kita.

22 Juni 2025
6 menit baca
Donor Darah
Pengantar

Mengapa Syarat Donor Darah Itu Penting?

Donor darah adalah tindakan mulia yang dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Namun, bukan berarti siapa pun bisa langsung mendonor. Palang Merah Indonesia (PMI) menetapkan serangkaian persyaratan ketat yang bertujuan melindungi dua pihak sekaligus: keselamatan pendonor dan kualitas darah yang didonorkan kepada penerima.

Poster resmi yang diterbitkan oleh UTD PMI Kabupaten Kotawaringin Timur (akun Instagram: @uddpmikabkotim) merangkum seluruh persyaratan yang harus dipenuhi. Berikut adalah penjelasan lengkap dari setiap poin yang tertera dalam poster tersebut.

Fakta Penting: Indonesia membutuhkan sekitar 5,1 juta kantong darah per tahun. Setiap kantong darah (350 mL) yang kamu donorkan dapat dipisahkan menjadi sel darah merah, trombosit, dan plasma — berpotensi menyelamatkan hingga 3 nyawa. Stok darah di Kotawaringin Timur sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk mendonor.

Persyaratan

Persyaratan Donor Darah Lengkap

Berikut adalah seluruh syarat yang tertera dalam poster PMI Kotawaringin Timur, disertai penjelasan detail setiap parameter:

SEHAT ⚖️≥45 KG 🩸Hb OK 💓TD NORMAL 📅INTERVAL
Sehat Jasmani dan Rohani
Tidak sedang sakit, demam, batuk pilek. Tidak dalam keadaan kelelahan berat atau kurang tidur. Secara mental juga harus dalam kondisi stabil — tidak sedang dalam tekanan psikologis berat.
Usia 17 – 65 Tahun
Usia minimal 17 tahun dengan izin tertulis orang tua untuk yang belum 18 tahun. Maksimal 65 tahun. Untuk pendonor pertama kali, usia maksimal adalah 60 tahun.
Berat Badan Minimal 45 kg
Berat badan harus ≥ 45 kg. Ini memastikan volume darah dalam tubuh cukup untuk diambil 250-350 mL tanpa menyebabkan efek samping yang berarti bagi pendonor.
Tekanan Darah: Sistolik 100–160 / Diastolik 60–95 mmHg
Sesuai poster PMI Kotim: tekanan darah sistolik (angka atas) harus 100–160 mmHg dan diastolik (angka bawah) harus 60–95 mmHg. Di luar rentang ini, donor akan ditunda demi keselamatan pendonor.
Hemoglobin: 12,5 – 17,0 g/dL
Kadar Hb harus berada dalam rentang 12,5 – 17,0 g/dL. Hb akan dicek langsung di lokasi donor menggunakan alat hemocue. Jika Hb rendah, donor ditunda untuk menghindari anemia pada pendonor.
Tidak Sedang dalam Masa Haid
Perempuan yang sedang menstruasi belum boleh mendonor. Donor ditunda hingga haid selesai, biasanya 5–7 hari setelah bersih, untuk menghindari penurunan Hb akibat kehilangan darah haid.
Tidak Sedang Hamil atau Menyusui
Ibu hamil dilarang mendonor darah. Ibu menyusui baru boleh mendonor 6 bulan setelah melahirkan dan setelah masa menyusui berhenti, dengan persetujuan dokter.
Tidak Sedang Sakit atau Mengonsumsi Obat Tertentu
Obat antibiotik menunda donor 7 hari setelah pengobatan selesai. Obat-obatan lain bisa menunda lebih lama. Selalu informasikan petugas tentang semua obat yang sedang dikonsumsi.
Memenuhi Interval Donor (≥ 8 Minggu)
Jarak minimal antar donor darah whole blood adalah 8 minggu (56 hari), dengan maksimal 5 kali dalam setahun. Interval ini memberikan waktu bagi tubuh untuk mengganti kembali darah yang telah didonorkan.
Membawa Identitas Diri
KTP, SIM, atau identitas lain yang masih berlaku. Pendonor pertama kali akan didaftarkan di sistem PMI. Pendonor lama cukup menunjukkan kartu donor darah yang sudah dimiliki.
Tabel Ringkasan

Tabel Parameter Donor Darah PMI Kotim

Ringkasan seluruh parameter berdasarkan poster resmi UTD PMI Kabupaten Kotawaringin Timur:

ParameterRentang NilaiStatus
Usia17 – 65 tahunWajib
Berat Badan≥ 45 kgWajib
TD Sistolik100 – 160 mmHgWajib
TD Diastolik60 – 95 mmHgWajib
Hemoglobin (Hb)12,5 – 17,0 g/dLWajib
Nadi50 – 100 kali/menitWajib
Suhu Tubuh36,5 – 37,5 °CWajib
Masa HaidTidak boleh sedang haidPerhatian
Hamil / MenyusuiTidak bolehPerhatian
Riwayat ObatBebas obat tertentuPerhatian
Interval Donor≥ 8 minggu (56 hari)Cek Jadwal
Tindik / Bekam≥ 6 bulan yang laluPerhatian
HIV / Hepatitis B/CTidak boleh positifDitolak
Sifilis / MalariaTidak boleh positifDitolak
Grafik

Visualisasi Rentang Parameter Donor

Grafik berikut menampilkan rentang aman setiap parameter yang diperiksa sebelum donor darah sesuai standar PMI Kotim:

Rentang Parameter Donor Darah
Sumber: Poster PMI Kabupaten Kotawaringin Timur — zona hijau = boleh donor, merah = ditunda/ditolak
TD Sistolik (mmHg)
60 200
<100 ditunda100 – 160 ✅>160 ditunda
TD Diastolik (mmHg)
30 130
<60 ditunda60 – 95 ✅>95 ditunda
Hemoglobin (g/dL)
8 20
<12,5 ditolak12,5 – 17,0 ✅>17,0 ditunda
Berat Badan (kg)
30 120
<45 ditolak≥ 45 ✅
Usia (tahun)
0 80
<17 ditunda17 – 65 ✅>65 ditolak
Distribusi

Kebutuhan Darah Berdasarkan Golongan Darah

Tidak semua golongan darah sama peminatnya. Berikut distribusi kebutuhan darah di Indonesia:

Persentase Kebutuhan Darah per Golongan
Golongan O paling banyak dibutuhkan sebagai donor universal
🩸 Gol. Darah
Golongan O (universal)~36%
Golongan A~28%
Golongan B~18%
Golongan AB~8%
Lainnya (Komponen)~10%

Tahukah kamu? Darah golongan O positif disebut "universal donor" karena sel darah merahnya tidak memiliki antigen A atau B, sehingga aman ditransfusikan ke hampir semua golongan darah. Inilah sebabnya stok darah golongan O paling sering kekurangan.

Alur

Alur Proses Donor Darah di UTD PMI

Jika kamu memenuhi semua syarat di atas, berikut alur yang akan kamu lalui saat mendonor di UTD PMI Kotawaringin Timur:

📋
Pendaftaran & Identitas
Menunjukkan KTP/SIM dan mengisi formulir pendaftaran. Pendonor lama cukup menunjukkan kartu donor. Petugas akan memverifikasi data dan riwayat donor sebelumnya.
🩺
Pemeriksaan Fisik
Petugas medis akan memeriksa tekanan darah, nadi, suhu tubuh, dan berat badan. Jika semua parameter dalam rentang normal, lanjut ke tahap berikutnya.
💉
Pengecekan Hemoglobin
Darah diambil sedikit dari ujung jari untuk dicek kadarnya menggunakan alat hemocue. Hasil keluar dalam hitungan detik. Hb harus ≥ 12,5 g/dL.
🩸
Proses Pengambilan Darah
Berbaring di kursi donor, darah diambil melalui vena di lipatan siku. Volume yang diambil sekitar 250-350 mL. Proses ini memakan waktu sekitar 5-10 menit.
🥤
Istirahat & Minum
Setelah selesai, pendonor beristirahat minimal 15 menit sambil minum minuman yang telah disediakan. Snack ringan juga diberikan untuk mengembalikan energi.
🎁
Menerima Sertifikat Donor
Pendonor menerima kartu donor, sertifikat, dan kadang kalung/souvenir dari PMI. Kartu donor ini penting untuk mencatat riwayat donor dan memantau jadwal donor berikutnya.
Tips

Tips Agar Lolos Pemeriksaan Donor Darah

  • Tidur cukup minimal 6-8 jam malam sebelum hari donor. Kurang tidur bisa membuat tekanan darah turun dan nadi tidak stabil.
  • Sarapan terlebih dahulu sebelum mendonor. Jangan donor dalam keadaan perut kosong. Makan makanan bergizi, terutama yang mengandung zat besi.
  • Minum air putih cukup, setidaknya 3-4 gelas sebelum mendonor untuk menjaga hidrasi dan volume darah.
  • Hindari makanan berlemak tinggi sehari sebelum donor karena bisa membuat darah terlihat "lipemik" (berlemak) dan tidak bisa digunakan.
  • Jangan minum alkohol minimal 24 jam sebelum donor.
  • Kenakan pakaian longgar khususnya di lengan atas agar mudah digulung saat pengambilan darah.
  • Bawa daftar obat yang sedang dikonsumsi agar petugas bisa memberikan penilaian apakah aman untuk mendonor.

Tips Khusus Agar Hb Tidak Rendah: Konsumsi makanan kaya zat besi seperti hati ayam, bayam, kacang hijau, daging merah, dan jambu biji selama 3-7 hari sebelum donor. Kombinasikan dengan makanan yang mengandung vitamin C (jeruk, tomat) untuk meningkatkan penyerapan zat besi.

Penundaan

Kondisi yang Menunda Donor Darah

Beberapa kondisi tidak secara permanen melarang donor, namun mengharuskan penundaan untuk waktu tertentu:

KondisiDitunda SelamaKeterangan
Minum antibiotik7 hariSetelah pengobatan terakhir
Operasi kecil6 bulanCekup, pencabutan gigi, dll
Operasi besar12 bulanBedah perut, jantung, orthopedi
Tindik / bekam6 bulanRisiko infeksi
Tato / tindik permanen6 bulanMenggunakan jarum tidak steril
Vaksinasi (hidup)4 mingguBCG, MMR, campak
Vaksinasi (mati)48 jamCOVID-19, influenza, tetanus
Perjalanan ke luar negeriBervariasiTergantung negara (malaria: 1-3 tahun)
Masa haid5-7 hariSetelah haid bersih
Melahirkan6 bulanSetelah persalinan normal

Penting: Selalu jujurlah kepada petugas PMI tentang riwayat kesehatanmu. Menyembunyikan informasi bisa membahayakan penerima darah. PMI menjamin kerahasiaan seluruh data pendonor.

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berat badan minimal untuk donor darah adalah 45 kg sesuai standar Palang Merah Indonesia. Ini berlaku untuk semua jenis kelamin. Jika berat badan kurang dari 45 kg, pendonor akan diminta untuk menunda dan kembali setelah berat badan tercapai.
Sesuai poster PMI Kotawaringin Timur, tekanan darah harus: sistolik 100-160 mmHg dan diastolik 60-95 mmHg. Di luar rentang ini, petugas akan menunda donor untuk keselamatan pendonor.
Hemoglobin harus berada dalam rentang 12,5 – 17,0 g/dL. Jika di bawah 12,5 g/dL, donor ditunda karena risiko anemia pada pendonor. Jika di atas 17,0 g/dL, juga perlu evaluasi lebih lanjut.
Tidak boleh. Perempuan yang sedang haid harus menunda donor darah hingga masa haid selesai, biasanya 5-7 hari setelah bersih. Ini untuk mencegah penurunan hemoglobin yang lebih lanjut akibat kehilangan darah menstruasi.
Interval minimal antar donor darah whole blood adalah 8 minggu (56 hari), dengan maksimal 5 kali donor dalam setahun. Tubuh butuh waktu sekitar 4-6 minggu untuk menggantikan seluruh sel darah merah yang telah didonorkan.
Anda bisa mendonor di UTD PMI Kabupaten Kotawaringin Timur di Kota Sampit. Untuk jadwal donor darah keliling dan informasi terbaru, silakan follow akun Instagram @uddpmikabkotim.
Bagikan:
Link berhasil disalin!