LDII Sukaraja Helat Lomba Tahfidz Al Quran untuk Perkuat Karakter Generasi Muda di Momentum HUT RI

LDII Sukaraja Helat Lomba Tahfidz Al Quran untuk Perkuat Karakter Generasi Muda di Momentum HUT RI
foto: ilustrasi
  • Prabumulih — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Sukaraja mengambil langkah progresif dalam membina generasi muda dengan menyelenggarakan Lomba Tahfidz Al Quran. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid Sabilul Muttaqin, Sukaraja, pada Senin (10/8/2026) ini digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, gelaran ini menjadi sarana strategis dalam mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus meneguhkan peran sosial organisasi dalam pembinaan keagamaan di akar rumput.

    Apresiasi Pemerintah Kelurahan terhadap Pembinaan Nilai Keagamaan

    Kehadiran Lurah Sukaraja, Andriansyah, yang membuka secara resmi kegiatan ini memberikan sinyal positif atas kolaborasi sektor formal dan organisasi kemasyarakatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif PAC LDII Sukaraja yang mampu mengolaborasikan semangat nasionalisme kemerdekaan dengan penguatan nilai-nilai spiritualitas sejak dini.

    “Lomba Tahfidz Al Quran bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Kegiatan seperti ini perlu terus didukung agar anak-anak memiliki kegiatan positif dan bermanfaat,” ujar Andriansyah saat memberikan pengarahan di hadapan para peserta.

    Menurutnya, pembentukan karakter bangsa harus dimulai dari fondasi moral yang kuat. Dengan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan kitab suci, pemerintah setempat meyakini akan tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi di tengah arus tantangan zaman.

    Komitmen Kontribusi LDII dalam Pendidikan dan Pengembangan Sosial

    Ketua PAC LDII Sukaraja, H. Sutarji, menegaskan bahwa peran aktif organisasi dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap lingkungan masyarakat. Momentum HUT RI dijadikan titik tolak untuk memicu semangat pengabdian yang lebih luas, mencakup aspek pendidikan dan sosial secara berkesinambungan.

    “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus berkontribusi dalam pembinaan keagamaan, pendidikan, dan sosial. Semoga semangat kebersamaan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI dapat menjadi motivasi untuk terus menebar manfaat,” tutur H. Sutarji dengan penuh optimisme.

    Upaya ini sejalan dengan visi organisasi untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul. LDII Sukaraja memandang bahwa penguasaan hafalan Al-Quran merupakan pintu masuk bagi pemahaman nilai-nilai luhur yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bertetangga dan bernegara.

    Mewujudkan Generasi Religius yang Berkarakter dan Nasionalis

    Lebih jauh lagi, pembinaan tahfidz ini diproyeksikan untuk melahirkan pribadi yang seimbang. Sutarji menitikberatkan bahwa kemampuan menghafal bukanlah tujuan akhir. Harapan besarnya adalah para santri dan generasi muda mampu mentransformasikan nilai-nilai Al-Quran ke dalam perilaku nyata sehari-hari, mulai dari kejujuran, kedisiplinan, hingga kepedulian sosial.

    “Kami berharap generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta tumbuh menjadi pribadi yang religius, berkarakter, dan mencintai bangsa serta negara,” kata H. Sutarji menambahkan.

    Kegiatan yang berlangsung meriah namun tetap khusyuk ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai tingkatan umur. Sinergi antara pengurus LDII, tokoh masyarakat, dan pemerintah kelurahan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan karakter yang berkelanjutan di wilayah Sukaraja, demi menyongsong masa depan Indonesia yang lebih gemilang.

    📖 Glosarium Istilah

    • Tahfidz Al Quran: Proses menghafal kitab suci Al Quran sebagai bentuk pelestarian dan pendalaman nilai-nilai religi.
    • PAC LDII: Pimpinan Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi di tingkat desa atau kelurahan.
    • Karakter Generasi Muda: Nilai-nilai moral dan etika yang ditanamkan pada anak muda untuk membentuk kepribadian yang luhur.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.