LDII Sidorejo Salatiga Perkuat Kohesi Sosial Melalui Momentum Perayaan HUT ke-81 RI

LDII Sidorejo Salatiga Perkuat Kohesi Sosial Melalui Momentum Perayaan HUT ke-81 RI
foto: ilustrasi

Ratusan warga dari Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Sidorejo, Kota Salatiga, memadati kawasan Sitalang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, untuk mengikuti rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Acara yang berlangsung pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026 tersebut, menjadi ajang strategis untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga dari berbagai lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga kelompok usia lanjut.

Kemeriahan perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan manifestasi nyata dari komitmen warga LDII dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Dengan semangat antusiasme yang tinggi, para peserta mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus memperkokoh jaringan sosial di tingkat akar rumput.

Peningkatan Kohesi Sosial Melalui Momentum Kemerdekaan

Wakil Ketua DPD LDII Kota Salatiga, Tendi Pamuji Rahmat, menekankan bahwa peringatan hari kemerdekaan merupakan sarana yang sangat efektif untuk memperkuat struktur persatuan di tengah masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa keterlibatan aktif warga dalam kegiatan sosial memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas hubungan antarindividu dalam lingkungan sosial yang lebih luas.

“Peringatan HUT RI bukan hanya tentang perayaan. Ada nilai persatuan dan kebersamaan yang perlu terus dijaga. Warga LDII perlu aktif berinteraksi dan bekerja sama dengan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Tendi Pamuji Rahmat.

Lebih lanjut, Tendi mendorong agar setiap warga LDII tidak mengeksklusifkan diri, melainkan harus mampu membuka ruang komunikasi yang luwes dengan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Harmonisasi hubungan sosial semacam inilah yang diyakini mampu menciptakan atmosfer lingkungan yang aman, tenteram, dan kondusif bagi pembangunan daerah.

“Kerukunan harus dibangun melalui komunikasi dan kegiatan bersama. Kami mendorong warga LDII untuk terbuka dalam berinteraksi dan ikut mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat,” tambahnya.

Implementasi Nilai Gotong Royong dan Cinta Tanah Air

Senada dengan hal tersebut, Ketua PC LDII Sidorejo, Supantiyono, mengungkapkan rasa bangganya atas partisipasi masif warga dalam agenda ini. Baginya, kehadiran ratusan warga menjadi indikator kuat terhadap tingginya kepedulian sosial yang dimiliki masyarakat LDII Sidorejo. Momentum HUT RI ini pun dimanfaatkan untuk mentransfer nilai-nilai luhur gotong royong kepada generasi muda agar tidak luntur tergerus zaman.

“Kami senang melihat warga dari berbagai usia dapat berkumpul dan mengikuti kegiatan bersama. Ini menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mengenalkan nilai gotong royong kepada generasi muda,” jelas Supantiyono.

Supantiyono juga memberikan pandangan bahwa aktualisasi rasa cinta tanah air tidak harus selalu dilakukan melalui pergerakan besar yang kompleks. Menurutnya, kontribusi nyata terhadap bangsa justru seringkali lahir dari tindakan-tindakan sederhana namun konsisten dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menaati aturan yang berlaku.

“Cinta tanah air tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Mengikuti kegiatan masyarakat, menjaga kebersihan, membantu tetangga, dan menjaga kerukunan juga merupakan bagian dari kontribusi kepada bangsa,” pungkas Supantiyono.

Melalui konsistensi dalam menggelar kegiatan serupa, DPD LDII Kota Salatiga bertekad untuk terus mencetak warga negara yang aktif dan solutif. Ke depan, LDII berharap peran sertanya dapat memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi lingkungan tempat tinggal masing-masing, selaras dengan semangat persatuan nasional.

📖 Glosarium Istilah

  • PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi LDII di tingkat kecamatan.
  • Kohesi Sosial: Tingkat keterikatan dan kebersamaan di antara anggota masyarakat atau kelompok sosial.
  • Gotong Royong: Budaya bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil yang didambakan tanpa mengharapkan imbalan materiil secara langsung.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.