LDII Perkuat Sinergi Kebangsaan di Harlah ke-51 MUI Purwakarta: Meneguhkan Moderasi dan Harmoni Keumatan

LDII Perkuat Sinergi Kebangsaan di Harlah ke-51 MUI Purwakarta: Meneguhkan Moderasi dan Harmoni Keumatan
foto: ilustrasi
  • Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, Susilo Agus Budiyono, secara resmi menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta yang digelar di Gedung Yudistira, Purwakarta, Jawa Barat. Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam forum yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026) ini menjadi simbol penguatan konektivitas antara ulama, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, serta tokoh lintas agama. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menegaskan kembali komitmen kolektif dalam menjaga stabilitas kerukunan dan persatuan bangsa di tingkat lokal maupun nasional.

    Komitmen Moderasi Beragama Sebagai Fondasi Persatuan Bangsa

    Dalam suasana khidmat tersebut, Ketua MUI Jawa Barat, KH Aang Abdullah Zein, menyampaikan orasi kebangsaan yang menitikberatkan pada pentingnya implementasi moderasi beragama. Menurutnya, moderasi bukan sekadar wacana, melainkan instrumen krusial dalam menjaga keseimbangan kehidupan beragama di tengah keragaman masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi benteng utama dalam menghadapi potensi disintegrasi bangsa.

    "Moderasi beragama mencakup komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya," ujar KH Aang Abdullah Zein saat memaparkan visinya di hadapan para undangan.

    Beliau juga menjabarkan empat prinsip fundamental dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama yang harus dipedomani oleh seluruh elemen umat. Prinsip tersebut meliputi persatuan dalam akidah, kebersamaan dalam ibadah, toleransi terhadap perbedaan pandangan atau khilafiyah, serta kolaborasi aktif dalam dakwah. Pola pikir ini diharapkan menjadi pijakan utama bagi seluruh organisasi Islam untuk tetap solid meskipun memiliki latar belakang perspektif yang beragam.

    Sinergi Strategis Ulama dan Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

    Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, KH M. John Dien, turut memberikan penekanan mengenai urgensi kolaborasi lintas sektoral. Ia memandang bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari sinergi antara ulama, birokrasi pemerintahan, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Fokus utama dari kerja sama ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.

    Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu menciptakan ekosistem sosial yang aman dan harmonis, sehingga program-program pembangunan yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan optimal dengan dukungan moral dari para tokoh agama. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam memitigasi berbagai hambatan sosial yang mungkin muncul di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

    Peran LDII dalam Mempererat Silaturahmi dan Harmoni Sosial

    Menanggapi jalannya forum tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Purwakarta, Susilo Agus Budiyono, menyatakan apresiasi mendalam atas inisiatif MUI yang mempertemukan berbagai elemen strategis daerah. Kehadiran LDII dalam peringatan harlah ini merupakan manifestasi dari komitmen organisasi untuk terus membuka ruang komunikasi yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan.

    "Kehadiran LDII dalam Harlah MUI menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahim dan komunikasi dengan ulama, pemerintah daerah, serta organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis," ujar Susilo Agus Budiyono.

    Lebih lanjut, Susilo mendorong agar sinergi lintas organisasi ini tidak hanya berhenti pada tataran seremonial, tetapi diimplementasikan dalam aksi nyata yang menyentuh persoalan sosial di lapangan. LDII berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kemanusiaan, hingga program pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kerja sama yang inklusif diyakini menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

    📖 Glosarium Istilah

    • Harlah: Singkatan dari Hari Lahir, merujuk pada perayaan ulang tahun atau hari jadi sebuah organisasi atau lembaga.
    • Moderasi Beragama: Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil dan berimbang.
    • Khilafiyah: Perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai masalah hukum Islam yang bersifat cabang (furu'iyah), bukan masalah pokok (usuliyah).
    • LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, sebuah organisasi kemasyarakatan berbasis Islam yang aktif dalam bidang dakwah, pendidikan, dan sosial.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.