MARTAPURA – Jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur secara resmi menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur. Kehadiran organisasi kemasyarakatan berbasis dakwah ini menjadi cerminan komitmen dalam merawat nilai-nilai nasionalisme sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektoral di tingkat daerah.
Pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di lapangan Kantor Pemkab OKU Timur pada Senin pagi. Di tengah barisan peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, perwakilan LDII tampak mengikuti setiap prosesi dengan disiplin sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa-jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Partisipasi ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan langkah strategis organisasi untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Penghormatan Terhadap Jasa Pahlawan dan Penguatan Sinergi Daerah
Ketua DPD LDII OKU Timur, Mulyanto, S.Pd., yang hadir langsung dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa momentum hari kemerdekaan merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan. Menurutnya, kehadiran LDII dalam agenda resmi pemerintah adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai warga negara untuk menjaga keutuhan NKRI dan mendukung keharmonisan sosial di wilayah OKU Timur.
“Alhamdulillah, sudah hadir di lapangan Kantor Pemkab OKU Timur untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia,” ujar Mulyanto saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa keikutsertaan organisasi dalam upacara ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hubungan yang harmonis antara organisasi masyarakat dan pemerintah dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan stabilitas daerah yang kondusif bagi dakwah dan pembangunan ekonomi kemasyarakatan.
Pembentukan Karakter Generasi Muda yang Profesional Religius
Selain aspek formalitas kenegaraan, LDII menitikberatkan pada esensi kemerdekaan sebagai motor penggerak transformasi karakter bagi generasi muda. Di bawah terik matahari yang menyinari lapangan Martapura, jalannya upacara yang tertib memberikan inspirasi mengenai pentingnya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dalam berbangsa.
Mulyanto menaruh harapan besar agar semangat juang 1945 dapat terserap ke dalam jiwa para generasi penerus (generus) LDII. Fokus pembinaan yang dilakukan organisasi saat ini adalah mencetak sumber daya manusia yang unggul, yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat.
“Melalui momentum ini, kami berharap semangat kemerdekaan dapat memotivasi para generus untuk menjadi insan yang profesional religius, serta senantiasa menerapkan karakter rukun dan kompak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjut Mulyanto menekankan pentingnya integrasi nilai agama dan nasionalisme.
Dengan berakhirnya rangkaian upacara tersebut, LDII OKU Timur berkomitmen untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai kemerdekaan melalui berbagai program kerja organisasi yang menyentuh langsung kepentingan umat, mulai dari penguatan dakwah yang menyejukkan hingga program pemberdayaan masyarakat yang mandiri.
📖 Glosarium Istilah
- Profesional Religius: Konsep pembinaan karakter unggul yang menggabungkan kompetensi profesional (skill) dengan pemahaman agama yang mendalam.
- Sinergi Kebangsaan: Kerja sama yang harmonis antara elemen masyarakat dengan pemerintah demi tujuan kemajuan bangsa.
- Generus: Istilah yang merujuk pada generasi penerus bangsa yang menjadi fokus pembinaan berkelanjutan.
- Forkopimda: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang terdiri dari unsur pemerintahan, kepolisian, militer, dan kejaksaan di tingkat daerah.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.