LDII NTB Perkuat Sinergi Media Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas Pembangunan SDM dan Lingkungan

LDII NTB Perkuat Sinergi Media Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas Pembangunan SDM dan Lingkungan
foto: ilustrasi

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Nusa Tenggara Barat secara resmi menggelar kegiatan Media Gathering sebagai rangkaian strategis menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII NTB. Silaturahim yang mempertemukan jajaran pengurus dengan puluhan awak media ini berlangsung dalam suasana hangat di Sunset Land, Sekarbela, Kota Mataram, pada Senin (24/8). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk membedah arah kebijakan, visi besar, serta delapan klaster program prioritas yang akan menjadi fokus pengabdian LDII di Bumi Gora selama lima tahun ke depan.

Delapan Klaster Pengabdian dan Strategi Pembangunan Berkelanjutan

Ketua DPW LDII Nusa Tenggara Barat, Abdullah A. Karim, menjelaskan bahwa Muswil VIII bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan forum krusial untuk mengevaluasi capaian sekaligus mempertajam peta jalan pengabdian masyarakat. Dengan mengusung tema besar pembangunan sumber daya manusia yang profesional dan religius, LDII berupaya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kompetensi teknis untuk mendukung kemajuan daerah secara komprehensif.

“Muswil tahun ini mengusung tema Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia,” ujar Abdullah A. Karim di hadapan wartawan.

Dalam pemaparannya, Abdullah merinci delapan klaster pengabdian yang menjadi landasan gerak organisasi. Delapan bidang tersebut meliputi wawasan kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan alami, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, hingga pengembangan energi baru terbarukan. LDII NTB berkomitmen untuk memastikan setiap program selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah, khususnya dalam aspek penguatan ideologi negara dan pelestarian ekosistem.

“Ini upaya LDII dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Untuk itu LDII NTB berupaya melaksanakannya, salah satunya tentang kebangsaan dan lingkungan hidup,” tegas Abdullah.

Transformasi Masjid Sebagai Pionir Pengelolaan Sampah Mandiri

Persoalan lingkungan, khususnya darurat sampah yang menjadi isu krusial di Nusa Tenggara Barat, mendapatkan porsi perhatian khusus dalam rancangan program Muswil VIII. Ketua Panitia Pengarah Muswil LDII NTB, M. Ramadhani, mengungkapkan bahwa sinergi dengan pemangku kebijakan terus diperkuat melalui langkah-langkah nyata di tingkat akar rumput. Salah satu inovasi yang ditonjolkan adalah peran institusi keagamaan dalam menjaga kelestarian alam.

Ramadhani menekankan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan perubahan perilaku yang masif dan sistematis mulai dari lingkungan terkecil. LDII mendorong setiap masjid, majelis taklim, hingga pondok pesantren di bawah naungannya untuk menjadi penggerak utama dalam mengelola sisa konsumsi rumah tangga secara produktif.

“Kami memiliki program di setiap masjid, majelis taklim dan pondok pesantren naungan LDII di NTB, agar menjadi pelopor ‘Masjid Bebas Sampah’ dan menggerakkan bank sampah di lingkungan masing-masing,” jelas M. Ramadhani.

Gagasan ini diwujudkan melalui Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM). Melalui program ini, masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat peribadatan ritual, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat edukasi lingkungan. Jamaah diajak untuk disiplin dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, sehingga masjid hadir sebagai solusi nyata bagi problematika lingkungan di sekitarnya.

Fokus Pembinaan Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas

Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, memberikan catatan mendalam mengenai pentingnya pembinaan generasi muda. Menurutnya, LDII terus konsisten mengembangkan model dakwah yang moderat dan inklusif, sesuai dengan arahan Kementerian Agama. Fokus utama dakwah LDII adalah mengedepankan keteladanan (dakwah bil hal) serta penguatan semangat nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“LDII berupaya mencetak generasi yang profesional, religius, dan berakhlakul karimah. Generasi yang memiliki kemampuan menghadapi perkembangan zaman, memiliki jiwa nasionalisme, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Dody Taufiq Wijaya.

Pembinaan karakter yang berkelanjutan sejak usia dini dipandang sebagai investasi jangka panjang demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Dody menekankan bahwa sumber daya manusia yang unggul harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual agar mampu menghadapi dinamika global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Simpati atas Musibah Desa Adat Sade dan Komitmen Rehabilitasi Budaya

Dalam kesempatan tersebut, LDII juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah kebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Lombok Tengah. Kawasan yang menjadi simbol warisan budaya masyarakat Sasak tersebut mengalami kerusakan signifikan, yang secara tidak langsung berdampak pada sektor pariwisata budaya di NTB. Dody Taufiq Wijaya menilai musibah ini sebagai pengingat akan pentingnya mitigasi bencana pada bangunan-bangunan bersejarah.

“Duka ini adalah duka nasional karena Kampung Adat Sade merupakan warisan budaya yang memiliki keunikan tersendiri. Rumah-rumah adat dibangun menggunakan material tradisional seperti kayu, bambu, dan atap ilalang yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak,” tutur Dody.

LDII mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dalam proses rekonstruksi Desa Adat Sade. Konsep pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan aspek perlindungan lingkungan dan mitigasi bencana harus menjadi prioritas utama agar warisan budaya tersebut tetap lestari dan aman bagi wisatawan di masa depan.

Adapun puncak perhelatan Muswil VIII LDII NTB dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Agustus di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB. Acara ini akan dihadiri oleh delegasi pengurus dari 8 kabupaten dan 2 kota di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat untuk menentukan nakhoda dan arah perjuangan organisasi di periode mendatang.

📖 Glosarium Istilah

  • Muswil (Musyawarah Wilayah): Forum pengambilan keputusan tertinggi tingkat provinsi dalam struktur organisasi LDII yang diadakan secara berkala.
  • Profesional Religius: Konsep pembinaan SDM yang menggabungkan keahlian profesional di bidangnya dengan karakter moral yang berlandaskan nilai agama.
  • PPSBM (Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid): Inovasi lingkungan LDII yang mengintegrasikan pengelolaan limbah rumah tangga melalui partisipasi jamaah di lingkungan tempat ibadah.
  • Dakwah Bil Hal: Metode penyebaran nilai-nilai kebaikan melalui perbuatan nyata dan keteladanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.