Generasi muda LDII dari Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari berkumpul dalam sebuah agenda pembinaan terintegrasi bertajuk “Should Be Fun” yang digelar di Masjid Tawakal, Desa Mekarsari Makmur, Muaro Jambi. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026 ini dirancang secara khusus untuk memperkokoh fondasi keagamaan sekaligus mengasah potensi kreativitas dan jiwa kemandirian para peserta di tengah dinamika zaman yang kian kompetitif.
Penguatan Karakter dan Kemandirian Generasi Muda di Era Digital
Dewan Penasihat LDII Kabupaten Muaro Jambi, H. Chairudin Said, menekankan pentingnya bagi setiap individu muda untuk memiliki resiliensi mental dan integritas moral yang kokoh. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan terus belajar adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan yang tidak menentu.
“Generasi muda perlu memiliki mental yang kuat, akhlak yang baik, serta kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kreativitas. Kemandirian juga perlu dibangun sejak dini agar mereka memiliki bekal dalam menghadapi kehidupan,” ujar H. Chairudin Said di hadapan para peserta.
Langkah pembinaan ini tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dan kesiapan sosial. Penekanan pada kemandirian menjadi poin krusial agar generasi penerus tidak sekadar menjadi penonton dalam perkembangan zaman, melainkan menjadi aktor yang mampu menciptakan peluang bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas.
Integrasi Kajian Keagamaan dengan Keterampilan Praktis
Dalam pelaksanaannya, panitia mengemas acara dengan alur yang dinamis agar pesan-pesan spiritual dapat diserap dengan lebih menyenangkan. Selain sesi rutin yang mencakup kajian Al-Qur’an dan pemberian nasihat agama, para peserta juga dilibatkan langsung dalam workshop pembuatan kerajinan tangan. Aktivitas ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan sarana untuk melatih ketelitian, kerja sama tim, dan ketekunan dalam menghasilkan sebuah karya.
Para generus tampak antusias mengikuti instruksi pembuatan karya seni menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan. Melalui praktik nyata ini, LDII berupaya memberikan pengalaman empiris bahwa nilai-nilai ketuhanan dapat diimplementasikan dalam bentuk kerja keras dan karya nyata yang bermanfaat.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Peluang Kemandirian Ekonomi
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, peluang untuk mandiri secara finansial kini terbuka lebar melalui platform digital. H. Chairudin Said memberikan wawasan mengenai bagaimana bakat dan keterampilan yang diasah melalui kegiatan positif dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi melalui pengelolaan media sosial yang bijak.
“Masa saat ini lebih mudah dalam menjual bakat dan kemampuan. Dengan memanfaatkan sosial media, ada banyak peluang kemandirian yang dapat dikejar,” tambahnya menjelaskan potensi ekonomi kreatif bagi anak muda.
Strategi pembinaan dengan konsep “Should Be Fun” ini diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus kecakapan teknis. Perpaduan antara penguatan agama, keterbukaan wawasan digital, dan keterampilan praktis menjadi modal utama bagi LDII Muaro Jambi dan Batanghari dalam mempersiapkan generus yang siap menjawab tantangan global di masa mendatang.
📖 Glosarium Istilah
- Generus: Akronim dari Generasi Penerus, sebutan bagi para pemuda dan remaja yang berada dalam masa pembinaan.
- Pengajian: Aktivitas pembelajaran agama Islam yang meliputi kajian Al-Qur’an dan Al-Hadits serta bimbingan akhlak.
- Kemandirian: Salah satu dari Tri Sukses pembinaan LDII yang mendorong individu untuk mampu menopang kebutuhan hidupnya sendiri secara halal.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.