LDII Kota Bekasi Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Pengurus PC dan PAC demi Pelayanan Masyarakat

LDII Kota Bekasi Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Pengurus PC dan PAC demi Pelayanan Masyarakat
foto: ilustrasi
LDII Kota Bekasi Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Pengurus PC dan PAC demi Pelayanan Masyarakat
  • Bekasi – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Bekasi mengambil langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Melalui agenda konsolidasi dan pelatihan public speaking yang digelar pada Minggu (22/8/2026), sebanyak 78 pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Bekasi Barat dibekali kemampuan komunikasi publik yang mumpuni. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kolektif organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mempererat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat maupun pemangku kebijakan daerah.

    Penguatan Kapasitas SDM dalam Menghadapi Dinamika Sosial

    Ketua DPD LDII Kota Bekasi, Ary Wijanarko, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan respons terhadap kebutuhan organisasi yang terus berkembang. Menurutnya, kapasitas pengurus dalam menjalankan program kerja harus diimbangi dengan kemampuan menyampaikan pesan yang efektif, sehingga kontribusi LDII dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar. Agenda ini juga merupakan tindak lanjut konkret dari arahan Pimpinan Wilayah (DPW) guna mengoptimalkan peran pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan.

    “Kami berharap semua pengurus Bekasi Barat dapat mengimplementasikan hasil pelatihan pada hari ini,” ujar Ary Wijanarko di sela-sela kegiatan.

    Ary menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi secara verbal bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan instrumen vital dalam menjalin hubungan eksternal. Pengurus PC dan PAC seringkali menjadi wajah organisasi saat berhadapan langsung dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, maupun warga luas. Oleh karena itu, penyampaian program kerja yang profesional dan elegan menjadi sebuah keharusan.

    Pentingnya Komunikasi Publik Profesional bagi Organisasi Dakwah

    Sebagai organisasi yang mengusung nilai profesional dan religius, LDII memandang citra positif harus dibangun melalui interaksi yang santun dan informatif. Pelatihan public speaking diarahkan agar para pengurus mampu mengomunikasikan solusi atas persoalan sosial yang muncul di lingkungan mereka masing-masing secara efektif.

    “Dalam berkomunikasi secara eksternal ada teknik-teknik yang harus dilakukan. Organisasi LDII adalah organisasi yang besar, profesional, dan religius, maka para pengurus harus dibekali ilmu berkomunikasi yang tepat,” kata Ary menambahkan.

    Melalui penguasaan teknik komunikasi yang benar, pengurus diharapkan tidak hanya mampu memperkenalkan kegiatan internal, tetapi juga mampu membangun narasi kolaboratif dengan pemangku kepentingan. Hal ini penting untuk memastikan setiap program LDII selaras dengan visi pembangunan daerah dan kebutuhan sosial di wilayah Bekasi Barat.

    Sistem Koordinasi dan Monitoring Evaluasi Berkelanjutan

    Selain fokus pada aspek komunikasi, konsolidasi ini juga menyentuh penguatan mekanisme internal organisasi. Para pengurus diingatkan untuk senantiasa mematuhi garis koordinasi dengan Dewan Penasehat di setiap tingkatan. Penajaman pemahaman struktur ini bertujuan agar pelaksanaan tugas organisasi berjalan lebih terukur, transparan, dan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan dalam musyawarah.

    Ketua pelaksana kegiatan, Nur Wahyu, menyatakan bahwa pelatihan ini tidak berhenti pada seremoni belaka. Pihaknya telah menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi untuk memastikan materi yang didapat benar-benar diterapkan di lapangan. Pengurus harian DPD akan secara rutin memantau perkembangan program di tiap-tiap wilayah PC dan PAC.

    “Setiap bulan akan selalu diadakan musyawarah dan pertemuan untuk mengevaluasi bagaimana implementasi dan pelaksanaan tugas-tugas PC dan PAC berjalan,” jelas Nur Wahyu.

    Pertemuan rutin bulanan tersebut nantinya menjadi ruang diskusi terbuka bagi pengurus untuk melaporkan tantangan di wilayahnya sekaligus memastikan seluruh program kerja berjalan optimal. Di tengah dinamika masyarakat perkotaan yang cepat berubah, fleksibilitas dan ketajaman pola komunikasi pengurus di tingkat akar rumput menjadi kunci keberhasilan dakwah dan pelayanan sosial LDII di masa depan.

    📖 Glosarium Istilah

    • DPD (Dewan Pimpinan Daerah): Struktur organisasi LDII di tingkat Kota atau Kabupaten yang mengoordinasikan kegiatan di wilayah tersebut.
    • PC (Pimpinan Cabang): Unit kepengurusan LDII yang berada di tingkat Kecamatan.
    • PAC (Pimpinan Anak Cabang): Unit kepengurusan LDII yang berada di tingkat Desa atau Kelurahan.
    • Public Speaking: Kemampuan berbicara di depan umum secara sistematis untuk menyampaikan pesan, informasi, atau mempengaruhi audiens.
    • Konsolidasi: Upaya untuk memperkuat, menyatukan, dan memperteguh hubungan serta struktur di dalam organisasi.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.