Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Gresik secara resmi memperkuat jalinan sinergi dengan Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Gresik. Langkah strategis ini direalisasikan melalui kunjungan formal yang bertujuan untuk menyelaraskan visi dalam meningkatkan kualitas pembinaan serta pendampingan bagi para calon jamaah haji di wilayah tersebut.
⚡ Poin Utama Berita
- Sinergi LDII & Kemenhaj: Pertemuan resmi untuk membahas peningkatan standar pembinaan jamaah haji di Kabupaten Gresik.
- KBIHU Minhajurrosyidin: LDII memperkenalkan lembaga bimbingan haji dan umrah sebagai mitra strategis pemerintah.
- Fokus Pembinaan: Penguatan aspek manasik, kesiapan fisik, dan pemahaman syariat bagi jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk bertukar gagasan. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap calon jamaah haji asal Gresik tidak hanya mendapatkan kuota keberangkatan, tetapi juga memiliki bekal ilmu dan kesiapan mental yang mumpuni sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Apa Tujuan Kunjungan LDII Gresik ke Kantor Kemenhaj?
Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik, Khusnul Hamidi, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dalam mendukung program pemerintah di bidang keagamaan. LDII berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam proses edukasi jamaah melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Minhajurrosyidin.
“Kehadiran kami sekaligus memperkenalkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Minhajurrosyidin sebagai bentuk kontribusi organisasi dalam memberikan bimbingan dan pendampingan kepada calon jamaah haji dan umrah,” jelas Khusnul Hamidi.
Menurut Khusnul, keberadaan KBIHU ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan jamaah akan informasi teknis dan spiritual. Dengan pembinaan yang terstruktur, jamaah diproyeksikan memiliki kemandirian saat melaksanakan rangkaian ibadah di Arab Saudi nantinya.
Mengenal Peran KBIHU Minhajurrosyidin dalam Pembinaan Jamaah
Pembinaan haji bukan sekadar masalah administrasi, melainkan persiapan menyeluruh yang mencakup aspek fisik dan batin. LDII memandang bahwa keterlibatan aktif organisasi kemasyarakatan sangat krusial untuk membantu tugas pemerintah yang memiliki keterbatasan jangkauan secara personal kepada ribuan jamaah.
Khusnul menambahkan bahwa melalui KBIHU Minhajurrosyidin, pihaknya ingin memastikan jamaah memahami tata cara ibadah secara detail. Hal ini sangat penting agar kualitas ibadah haji yang dilakukan benar-benar sesuai dengan literatur keagamaan yang valid.
“Kami berharap KBIHU Minhajurrosyidin dapat menjadi mitra strategis Kementerian Haji dalam memberikan bimbingan kepada calon jamaah, sehingga mereka dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dan umrah dengan baik, benar, dan sesuai tuntunan syariat,” tambah Khusnul menekankan pentingnya akurasi manasik.
Bagaimana Tanggapan Kemenhaj Terhadap Sinergi Ini?
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Gresik, Lulus, menyambut positif inisiatif yang ditunjukkan oleh LDII Gresik. Baginya, kehadiran lembaga bimbingan swasta yang kredibel seperti KBIHU Minhajurrosyidin adalah bantuan besar bagi otoritas berwenang. Layanan manasik yang diperluas oleh pihak ormas akan sangat membantu masyarakat dalam mempersiapkan diri jauh-jauh hari.
“KBIHU sangat dibutuhkan masyarakat karena membantu calon jamaah mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kami berharap KBIHU Minhajurrosyidin dapat memberikan pembinaan yang baik sehingga jamaah semakin siap menjalankan ibadah haji,” ujar Lulus dalam pertemuan tersebut.
Kedua lembaga ini sepakat bahwa kolaborasi harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan LDII sebagai organisasi pelaksana diharapkan menciptakan ekosistem layanan haji yang lebih optimal, transparan, dan edukatif bagi seluruh warga Gresik.
📖 Glosarium Istilah
- KBIHU: Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, lembaga yang memberikan bimbingan manasik kepada calon jamaah.
- Manasik: Peragaan atau pelatihan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya sebelum keberangkatan.
- Syariat: Aturan atau hukum Islam yang mengatur segala aspek kehidupan umat Muslim, termasuk tata cara ibadah.
- Mitra Strategis: Hubungan kerja sama antara dua pihak yang memiliki tujuan yang sama untuk mencapai hasil yang lebih efektif.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.