LDII Banyuwangi Dorong Lansia Sehat dan Religius Lewat Pengajian Serta Pemeriksaan Kesehatan Gratis

LDII Banyuwangi Dorong Lansia Sehat dan Religius Lewat Pengajian Serta Pemeriksaan Kesehatan Gratis
foto: ilustrasi

BANYUWANGI – DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan pengajian khusus bagi warga lanjut usia (lansia) yang dipadukan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Majelis Ta’lim Thoriqul Jannah, Sukorejo, Minggu (9/8/2026). Inisiatif yang digerakkan oleh Pimpinan Cabang (PC) LDII Bangorejo ini bertujuan untuk memastikan para warga senior tetap bugar secara fisik sekaligus mendapatkan suntikan semangat spiritual dalam menjalani masa tua.

Sinergi Kesehatan dan Ibadah di Hari Kemerdekaan

Kegiatan ini terasa spesial karena bertepatan dengan momentum menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. LDII Banyuwangi memandang bahwa kemerdekaan sejati bagi lansia adalah kemampuan untuk tetap berdaya, sehat, dan mampu berkontribusi bagi lingkungan sosialnya. Tak sekadar berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama, para lansia diajak untuk lebih peduli terhadap deteksi dini kondisi kesehatan mereka.

Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., yang hadir langsung memberikan materi, menekankan pentingnya menjaga konsistensi amal ibadah tanpa terhalang faktor usia. Ia mengajak seluruh peserta untuk melihat usia sebagai anugerah yang harus disyukuri dengan tindakan nyata.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk beribadah tidak boleh surut,” ujar Ir. Heri Sujatmiko dengan penuh penekanan.

Heri menambahkan bahwa tubuh yang sehat merupakan aset utama dalam menjalankan perintah agama. Tanpa kondisi fisik yang prima, mobilitas seorang muslim dalam beribadah tentu akan sangat terbatas.

“Menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah dan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT,” tegas Ir. Heri Sujatmiko.

Kolaborasi dengan Tenaga Medis FKKI

Dalam teknis pelaksanaannya, LDII menggandeng Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) Banyuwangi. Sinergi ini memungkinkan para peserta mendapatkan layanan medis profesional di lokasi pengajian. Berbagai indikator kesehatan penting diperiksa secara teliti, mulai dari tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, hingga profil kolesterol dan golongan darah.

Tim medis dari FKKI tidak hanya sekadar memberikan angka hasil tes. Mereka secara proaktif memberikan penyuluhan mengenai pola hidup sehat dan manajemen penyakit kronis yang sering menghantui kelompok usia senja. Hal ini menjadi ruang konsultasi terbuka bagi lansia yang mungkin selama ini jarang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan formal.

Teguh, salah satu petugas kesehatan dari FKKI Banyuwangi, mengungkapkan bahwa intervensi kesehatan di kelompok pengajian sangat efektif untuk menjangkau masyarakat yang rentan risiko kesehatan.

“Kami menyasar warga yang berusia 50 tahun ke atas karena pada usia ini sering muncul keluhan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan asam urat tinggi,” jelas Teguh.

Langkah preventif ini diakui mampu membantu mendeteksi gangguan kesehatan lebih dini. Dengan data yang akurat, para lansia dapat segera mengubah gaya hidup atau melakukan tindakan medis lanjutan sebelum kondisi kesehatan mereka memburuk.

Komitmen Berkelanjutan di 71 Majelis Ta’lim

Program pemeriksaan kesehatan ini bukanlah agenda insidental. LDII Banyuwangi telah mengintegrasikan layanan medis ke dalam jadwal pengajian rutin bulanan secara bergiliran. Cakupannya pun cukup luas, mengingat saat ini terdapat sekitar 71 Majelis Ta’lim LDII yang tersebar di berbagai titik di Kabupaten Banyuwangi.

Model pengajian hibrida ini diharapkan menciptakan ekosistem lansia yang tangguh. Heri Sujatmiko kembali mengingatkan bahwa kesehatan mental dan spiritual harus berjalan beriringan dengan kebugaran jasmani. Dengan tetap aktif bersilaturahim dan belajar agama, risiko degradasi kognitif pada lansia dapat diminimalisir.

Melalui semangat kemerdekaan, LDII Banyuwangi berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat kohesi sosial, dan membuktikan bahwa peran warga senior tetap vital dalam pembangunan karakter bangsa yang religius dan sehat.

📖 Glosarium Istilah

  • FKKI: Forum Komunikasi Kesehatan Islam, organisasi profesional di bidang kesehatan yang berafiliasi dengan nilai-nilai islami.
  • Majelis Ta’lim: Tempat atau lembaga pendidikan keagamaan non-formal yang menjadi pusat pembelajaran Islam bagi masyarakat.
  • Lansia: Kelompok lanjut usia, dalam konteks kegiatan ini difokuskan pada warga berusia di atas 50 tahun.
  • Deteksi Dini: Upaya untuk mengenali gejala atau risiko penyakit sejak awal agar dapat ditangani dengan cepat.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.