LDII Badung Perkuat Sinergi Lintas Ormas, Dua Kader Resmi Masuk Pengurus DMI Badung 2026-2031

LDII Badung Perkuat Sinergi Lintas Ormas, Dua Kader Resmi Masuk Pengurus DMI Badung 2026-2031
foto: ilustrasi

BADUNG – Sinergi antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Bali semakin solid dengan diresmikannya kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Badung masa bakti 2026–2031. Acara pengukuhan yang berlangsung khidmat di Musala At-Taqwa, Yayasan Mukti Santosa, Kuta Utara, pada Sabtu (1/8/2026) ini, menandai babak baru kolaborasi inklusif yang melibatkan berbagai elemen umat, termasuk perwakilan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

⚡ Poin Utama Berita

  • DMI Badung 2026-2031: Resmi mengukuhkan 33 pengurus baru dengan semangat “Tawadhuk Melayani Umat” untuk memakmurkan masjid.
  • Inklusivitas Ormas: Struktur kepengurusan melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII guna memperkuat persatuan bangsa.
  • Peran LDII: Dua kader LDII Badung, Hardilan dan Eka Suprihatna, resmi mengemban amanah di jajaran Majelis Mustasyar serta Bidang Pemberdayaan Organisasi dan Media Sosial.

Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian estafet kepemimpinan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat fungsi masjid di tengah keberagaman masyarakat Bali. Kehadiran jajaran Pengurus Wilayah (PW) DMI Bali, Bupati Badung, hingga tokoh-tokoh lintas ormas memberikan sinyal kuat bahwa moderasi beragama dan kerja sama lintas sektoral menjadi prioritas utama dalam lima tahun ke depan.

Apa Fokus Utama Pengurus DMI Badung Periode 2026-2031?

Di bawah kepemimpinan Supriadi selaku Ketua Umum, DMI Kabupaten Badung membawa visi besar untuk menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, melainkan episentrum pemberdayaan. Rangkaian acara yang diawali dengan penampilan hadrah dan pembacaan ayat suci Al-Quran ini menegaskan komitmen pengurus dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

“DMI juga akan memperluas sinergi dengan seluruh pengurus masjid serta berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Badung,” ujar Supriadi, Ketua Umum DMI Kabupaten Badung.

Ia menegaskan bahwa fokus utama ke depan adalah penguatan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan semangat tersebut, masjid diharapkan mampu menjawab tantangan sosial yang dihadapi umat secara nyata.

Bagaimana Dukungan Pemerintah terhadap Kerukunan Umat?

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap terbentuknya kepengurusan yang inklusif. Menurutnya, DMI memiliki posisi tawar yang strategis sebagai mitra pemerintah dalam merawat tenun kebangsaan di wilayah Badung yang heterogen.

“DMI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program keagamaan,” tutur I Wayan Adi Arnawa.

Harapan besar disematkan agar DMI mampu menjadi katalisator persatuan, memastikan bahwa setiap program keagamaan yang dijalankan selaras dengan upaya pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Siapa Saja Perwakilan LDII dalam Kepengurusan DMI Badung?

Satu hal yang menarik perhatian dalam struktur baru ini adalah pengakuan terhadap representasi ormas-ormas Islam besar. DMI Bali secara terbuka merangkul potensi yang dimiliki oleh LDII, NU, dan Muhammadiyah untuk bergerak bersama dalam satu payung koordinasi keumatan.

Wakil Ketua I PW DMI Bali, KH Nurhamid, menjelaskan bahwa keterlibatan kader dari berbagai latar belakang ormas adalah upaya nyata untuk mewadahi semua aspirasi tanpa membeda-bedakan status sosial maupun organisasi.

“Di masjid ada beberapa ormas Islam, seperti NU, Muhammadiyah, LDII, harus bisa mewadahi semua tanpa membedakan dalam berbangsa dan bernegara. Sedangkan dalam operasional masing-masing ormas berjalan sesuai program kerjanya, DMI tinggal mendorong dalam urusan keumatan,” tegas KH Nurhamid.

Dari 33 pengurus yang dikukuhkan, dua tokoh LDII Badung resmi mendapatkan mandat. Hardilan dipercaya untuk membidangi Majelis Mustasyar, sementara Eka Suprihatna mendapatkan amanah di Bidang Pemberdayaan Organisasi, Hukum, SDM, dan Media Sosial.

Ketua DPD LDII Badung, Eka Suprihatna, menyambut positif langkah inklusif ini. Baginya, keterlibatan LDII dalam DMI merupakan jalan untuk memperluas kemanfaatan organisasi bagi masyarakat luas.

“DMI merupakan wadah penting untuk mempererat silaturahim antarormas Islam sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun kehidupan umat yang harmonis di Kabupaten Badung,” ungkap Eka Suprihatna dengan optimis.

Melalui kepengurusan yang baru ini, koordinasi antar takmir masjid se-Badung diharapkan semakin solid, sehingga masjid benar-benar menjadi perekat persatuan di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

📖 Glosarium Istilah

  • DMI (Dewan Masjid Indonesia): Organisasi tingkat nasional yang bertujuan untuk mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat, dan persatuan umat.
  • Mustasyar: Penasihat atau dewan pertimbangan dalam struktur organisasi Islam yang memberikan arahan strategis.
  • Hadrah: Kesenian islami berupa rebana yang biasanya mengiringi pembacaan selawat atau puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Tawadhuk: Sikap rendah hati dan tidak sombong, yang dalam konteks ini menjadi semangat pelayanan pengurus DMI kepada umat.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.