Koramil Ampelgading Sosialisasi Rekrutmen TNI AD di Ponpes LDII Pemalang, Bekali Santri Wawasan Karier Militer

Koramil Ampelgading Sosialisasi Rekrutmen TNI AD di Ponpes LDII Pemalang, Bekali Santri Wawasan Karier Militer
foto: ilustrasi
  • PEMALANG – Guna memperluas cakrawala masa depan generasi muda di lingkungan pesantren, Koramil 0818/17 Ampelgading secara resmi menggelar sosialisasi rekrutmen Calon Bintara dan Tamtama TNI Angkatan Darat (AD). Kegiatan yang berlangsung kolaboratif dengan DPD LDII Kabupaten Pemalang ini dipusatkan di Pondok Pesantren KH Zaenal Asyikin, Banglarangan, pada Rabu (29/7). Lebih dari 100 santri antusias mengikuti pemaparan ini sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan sekaligus pengenalan jenjang karier di institusi militer.

    Langkah proaktif ini tidak hanya sekadar memberikan informasi administratif, tetapi juga bertujuan untuk menanamkan jiwa patriotisme di hati para santri. Materi yang disampaikan mencakup prosedur pendaftaran, tahapan seleksi yang ketat, pola pembinaan fisik yang terukur, hingga kesiapan mental yang menjadi pilar utama seorang prajurit.

    Membangun Karakter Santri untuk Pengabdian Bangsa

    Mulyanto, anggota Koramil 0818/17 Ampelgading yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan bahwa santri memiliki keunggulan komparatif yang sangat relevan dengan kebutuhan TNI. Kedisiplinan tinggi, kemandirian dalam kehidupan asrama, serta fondasi moral yang kuat di pondok pesantren dianggap sebagai modalitas penting dalam menghadapi kerasnya pendidikan militer.

    “TNI AD memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh putra bangsa. Santri memiliki peluang yang besar untuk menjadi prajurit. Persiapkan kemampuan fisik, kesehatan, pengetahuan, dan mental sejak sekarang. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan tanpa biaya,” ujar Mulyanto di hadapan ratusan santri.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan peringatan keras terkait maraknya praktik penipuan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan materi. Keberhasilan dalam seleksi TNI AD sepenuhnya bergantung pada kapasitas personal dan persiapan yang matang dari masing-masing individu.

    “Keberhasilan ditentukan oleh usaha dan kesiapan masing-masing calon. Teruslah berlatih, jaga kesehatan, tingkatkan kemampuan akademik, dan pelihara sikap disiplin. Nilai kejujuran menjadi modal penting dalam setiap tahapan seleksi,” tegas Mulyanto menambahkan.

    Sinergi LDII dan Aparat dalam Mencetak Generasi Profesional Religius

    Pihak DPD LDII Kabupaten Pemalang menyambut hangat inisiatif strategis ini. Ketua DPD LDII Pemalang, Agus Sarwono, menyatakan bahwa kolaborasi antara aparat negara dan lembaga pendidikan agama merupakan langkah krusial dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam.

    “Kami mendukung setiap program yang memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun karakter generasi muda. Santri harus memiliki cita-cita yang tinggi dan siap berkontribusi di berbagai bidang, termasuk menjadi bagian dari TNI. Kolaborasi seperti ini memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan, aparat negara, dan masyarakat,” kata Agus Sarwono.

    Melalui pembekalan ini, LDII berharap para pemuda binaannya mampu mengambil peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Fokus pada pembinaan karakter dan kedisiplinan yang selama ini dijalankan di lingkungan LDII diharapkan menjadi jembatan bagi para santri untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara melalui jalur pengabdian di TNI Angkatan Darat.

    Harapan besarnya, dari rahim pesantren ini akan lahir prajurit-prajurit tangguh yang tetap memegang teguh nilai-nilai religiusitas di tengah tugas pengabdiannya kepada NKRI.

    📖 Glosarium Istilah

    • Bintara: Golongan pangkat dalam TNI yang berada di atas Tamtama dan di bawah Perwira, sering menjadi tulang punggung satuan.
    • Tamtama: Golongan pangkat terendah dalam struktur militer yang menjadi pelaksana teknis di lapangan.
    • Wawasan Kebangsaan: Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah.
    • Profesional Religius: Konsep pembinaan LDII yang menggabungkan keahlian profesi dengan karakter moral dan spiritual yang kuat.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.