KEDIRI – Gelombang semangat patriotisme menyelimuti Kota Kediri saat ratusan santri dari Pondok Pesantren Wali Barokah (PPWB) turut ambil bagian dalam aksi heroik Kirab Bendera Raksasa Merah Putih. Kegiatan kolosal yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Kediri ini digelar pada Minggu (16/8/2026) sebagai representasi penghormatan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 100 santri pilihan bergabung dengan ribuan peserta lainnya untuk mengarak kain dwiwarna berukuran masif melintasi jalanan kota hingga menuju puncak ketinggian.
Acara tahunan ini melibatkan sedikitnya 1.147 pemuda yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, hingga tokoh lintas komunitas. Di bawah terik matahari yang membakar semangat, para santri PPWB bahu-membahu bersama Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, membentangkan bendera merah putih yang memiliki dimensi panjang 60 meter dan lebar 40 meter. Perjalanan panjang tersebut dimulai dari titik keberangkatan di Balai Kota Kediri, menyusuri Jalan Basuki Rahmat, hingga akhirnya bendera tersebut berkibar di kawasan Puncak Gunung Klotok.
Manifestasi Penghormatan terhadap Sejarah Perjuangan Bangsa
Momentum ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan sebuah refleksi mendalam atas pengorbanan para pahlawan di masa lampau. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menekankan bahwa setiap jengkal kain yang diarak memikul beban sejarah yang sangat berat dan mulia. Kehadiran ribuan pemuda di tengah kota menjadi bukti bahwa api nasionalisme masih menyala terang di hati generasi penerus.
"Di balik bendera yang kita arak dan kibarkan ini ada sejarah panjang perjuangan para pejuang kita. Karena dulu, para pejuang berkorban jiwa raga untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.
Vinanda juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang menunjukkan antusiasme luar biasa. Ia meyakini bahwa keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan seperti ini akan menjadi energi tambahan yang krusial dalam mengakselerasi pembangunan Kota Kediri ke depan. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan serta kemajuan daerah.
Komitmen Pesantren dalam Memperkuat Jati Diri Kebangsaan
Dari perspektif lembaga pendidikan Islam, keikutsertaan santri dalam kirab ini merupakan bagian dari kurikulum non-formal untuk membentuk karakter yang cinta tanah air. Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan para santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki integritas nasionalisme yang kuat.
"Keterlibatan 100 santri kami dalam kirab ini adalah bukti bahwa pesantren tidak pernah lepas dari sejarah perjuangan bangsa. Kami ingin para santri menghayati arti kemerdekaan dan siap melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui karya dan kontribusi positif bagi negeri," tegas KH. Sunarto.
Menurut KH. Sunarto, keterlibatan santri dalam momentum bersejarah ini adalah simbol nyata dari sinergi tripartit antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kehadiran mereka di ruang publik menunjukkan bahwa pesantren adalah institusi yang inklusif dan senantiasa hadir dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta persatuan di tengah kemajemukan bangsa.
Edukasi Kebangsaan Melalui Aksi Nyata dan Kolaborasi Lintas Elemen
Langkah kaki para santri yang beriringan dengan kelompok masyarakat lainnya menciptakan pemandangan harmonis yang merepresentasikan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Humas Ponpes Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno, yang turut terjun langsung sebagai peserta kirab, menilai bahwa pengalaman empiris seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.
"Melalui kegiatan ini, santri belajar langsung tentang arti kebersamaan, toleransi, tolong menolong, gotong royong, dan persatuan. Berjalan beriringan bersama seluruh elemen masyarakat Kota Kediri memperkuat rasa persaudaraan dan cinta tanah air dalam diri para santri," tutur Asyhari Eko Prayitno.
Kegiatan kirab bendera raksasa ini diakhiri dengan suasana khidmat saat kain Merah Putih berhasil mencapai puncak Gunung Klotok. Keberhasilan ini menjadi pesan kuat bahwa dengan kerja sama dan semangat gotong royong, segala rintangan yang dihadapi bangsa ini dapat dilalui dengan kemenangan yang membanggakan.
📖 Glosarium Istilah
- Kirab: Perjalanan bersama-sama atau iring-iringan kelompok masyarakat dalam suatu perayaan atau upacara tertentu yang biasanya membawa simbol-simbol kebesaran.
- Ponpes (Pondok Pesantren): Lembaga pendidikan Islam tradisional di mana para siswanya (santri) tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru atau kiai.
- Nasionalisme: Kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu.
- Sinergi: Operasi atau kegiatan gabungan antara beberapa unsur yang menghasilkan pengaruh lebih besar dibandingkan jika dikerjakan sendiri-sendiri.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.