Ketua LDII Depok Tekankan Pentingnya Karakter Unggul di Jamnas XII Pramuka

Ketua LDII Depok Tekankan Pentingnya Karakter Unggul di Jamnas XII Pramuka
foto: ilustrasi
  • JAKARTA – Momentum Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka yang digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, menjadi sorotan penting bagi pengembangan sumber daya manusia unggul. Ketua DPD LDII Kota Depok, Choirul Baihaqi, secara khusus memberikan apresiasi atas terselenggaranya perhelatan besar yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 tersebut sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

    ⚡ Poin Utama Berita

    • Fokus Karakter: Jamnas XII menjadi wadah strategis dalam membangun kemandirian, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan melalui aktivitas kepramukaan yang terukur.
    • Sako SPN: Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Kota Depok turut berpartisipasi sebagai wujud nyata kontribusi LDII dalam pembinaan pemuda.
    • Persaudaraan Nasional: Pertemuan Pramuka Penggalang dari seluruh pelosok negeri mempererat semangat gotong royong dan toleransi lintas daerah.

    Mengapa Pembentukan Karakter di Jamnas XII Menjadi Krusial?

    Dalam kunjungannya ke lokasi perkemahan, Choirul Baihaqi menjelaskan bahwa Jamnas bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang inkubasi bagi peserta untuk mengasah empati dan kerja sama tim. Di tengah dinamika zaman, nilai-nilai dasar kepramukaan dianggap sebagai fondasi yang relevan untuk menjawab tantangan masa depan.

    “Jamnas memberikan ruang bagi peserta untuk belajar bekerja sama, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, pertemuan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas pengalaman dan membangun persaudaraan,” ujar Baihaqi saat meninjau kontingen.

    Ia menambahkan bahwa pengalaman yang didapatkan para peserta selama sepekan penuh di Buperta Cibubur harus mampu ditransformasikan ke dalam kehidupan sosial mereka sekembalinya ke daerah masing-masing. Baginya, keberhasilan sebuah pelatihan kepemimpinan bukan dilihat dari medali yang diraih, melainkan dari perubahan sikap yang lebih positif.

    “Semoga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan yang diperoleh selama Jamnas dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya menekankan pentingnya keberlanjutan nilai pasca-kegiatan.

    Siapa Saja yang Berperan dalam Kontribusi LDII di Jamnas?

    Partisipasi LDII dalam ajang nasional ini direpresentasikan melalui kehadiran Satuan Komunitas (Sako) Sekawan Persada Nusantara (SPN) Kota Depok. Sako SPN sendiri merupakan satuan komunitas Pramuka yang bergerak di bawah naungan LDII, yang secara konsisten fokus pada pembinaan karakter religius dan mandiri bagi para santri serta pemuda.

    Kehadiran Baihaqi di area perkemahan kontingen Kota Depok dan Sako SPN adalah bentuk dukungan moral bagi para peserta yang tengah berjuang mengasah keterampilan mereka. Beliau memandang keterlibatan aktif ini sebagai bukti nyata bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak pemimpin masa depan.

    “Kehadiran Sako SPN Kota Depok dalam Jamnas menjadi bagian dari kontribusi LDII dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan,” ungkapnya dengan optimisme tinggi.

    Melalui berbagai simulasi lapangan dan interaksi antarbudaya, para peserta mendapatkan kesempatan langka untuk mengembangkan keterampilan teknis (hard skills) sekaligus kecerdasan emosional (soft skills). Hal ini mencakup kemandirian dalam mengelola logistik pribadi hingga kedisiplinan waktu yang sangat ketat selama di perkemahan.

    Apa Dampak Jangka Panjang bagi Peserta Penggalang?

    Kegiatan yang mempertemukan ribuan Pramuka Penggalang dari berbagai latar belakang budaya ini dirancang untuk menciptakan ikatan emosional nasionalisme. Selain bertukar pengalaman teknis kepramukaan, para peserta juga belajar mengenai toleransi dan indahnya keberagaman Indonesia dalam satu harmoni.

    Dengan semangat yang dibawa oleh tokoh-tokoh seperti Choirul Baihaqi, diharapkan sinergi antara gerakan pramuka dan organisasi kepemudaan terus menguat. Fokus utama tetap pada tujuan awal: melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan semangat pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

    📖 Glosarium Istilah

    • Jamnas (Jambore Nasional): Pertemuan akbar Pramuka Penggalang tingkat nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali.
    • Sako SPN (Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara): Organisasi kepanduan di bawah naungan LDII yang terintegrasi dengan Gerakan Pramuka.
    • Pramuka Penggalang: Tingkatan dalam Gerakan Pramuka untuk anggota berusia 11 hingga 15 tahun.
    • Buperta: Bumi Perkemahan dan Graha Wisata, lokasi ikonik kegiatan kepramukaan nasional di Cibubur.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.