Kemenag Bali dan LDII Perkuat Sinergi: Wujudkan Moderasi Beragama dan Harmonisasi Pulau Dewata

Kemenag Bali dan LDII Perkuat Sinergi: Wujudkan Moderasi Beragama dan Harmonisasi Pulau Dewata
foto: ilustrasi

Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Bali melakukan kunjungan silaturahim strategis ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bali di Denpasar pada Senin, 4 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen kedua belah pihak untuk menjaga stabilitas sosial dan harmoni kehidupan beragama di tengah dinamika masyarakat Bali yang heterogen.

⚡ Poin Utama Berita

  • Sinergi Kemenag-LDII: Penguatan kolaborasi untuk menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama di Pulau Dewata.
  • Pembinaan Generasi Muda: Fokus pada pencegahan kenakalan remaja melalui agenda seperti Festival Generus Taqwa.
  • Kontribusi Strategis: Apresiasi pemerintah terhadap peran aktif LDII dalam penentuan rukyatul hilal dan akurasi arah kiblat.

Mengapa Sinergi Kemenag Bali dan LDII Sangat Penting bagi Kerukunan?

Pertemuan yang berlangsung hangat ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan langkah konkret untuk menyatukan visi antara lembaga dakwah dan otoritas pemerintah. Wakil Ketua DPW LDII Bali, Agus Purmadi, mengungkapkan bahwa koordinasi yang intensif merupakan kunci agar implementasi program kerja di lapangan berjalan selaras dengan kebijakan negara.

“Kami telah menyampaikan berbagai program kerja yang sudah maupun yang akan berjalan. Selaras dengan tagline 'LDII untuk Bangsa', kerukunan umat beragama di Bali memang harus terus kita jaga bersama. Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mempererat tali persaudaraan, baik di antara sesama umat muslim maupun dengan umat beragama lainnya,” ujar Agus Purmadi.

Langkah ini diambil demi memastikan bahwa setiap napas dakwah yang dilakukan oleh LDII mampu menjadi perekat sosial, bukan pemisah. Agus menekankan bahwa keterbukaan informasi dan perkenalan struktur kepengurusan baru menjadi fondasi kepercayaan (trust) antara ormas dan pemerintah.

Apa Saja Kontribusi Nyata LDII yang Diapresiasi Pemerintah?

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, menyambut baik inisiatif LDII. Ia memberikan apresiasi khusus terhadap keterlibatan aktif organisasi ini dalam aspek-aspek teknis keagamaan yang krusial bagi umat Islam di Bali, seperti pemantauan hilal dan verifikasi arah kiblat di berbagai wilayah.

Sunartha menyadari bahwa menjaga nama baik Bali sebagai destinasi wisata dunia memerlukan kerja keras kolektif dalam merawat toleransi. Peran ormas seperti LDII dianggap vital dalam menjaga ketenteraman yang berkelanjutan.

“Bali selalu menjadi destinasi pariwisata internasional, tentu membangun dan merawat harmoni dalam keberagaman ini bukanlah hal yang mudah. Saya sangat berharap LDII dapat terus membangun sinergi bersama Kemenag, khususnya pembinaan generasi muda untuk mencegah kenakalan remaja, serta membekali dengan kemandirian dan keimanan yang kokoh menjelang usia dewasa,” ungkap I Gusti Made Sunartha.

Bagaimana Strategi LDII dalam Membina Generasi Muda di Bali?

Salah satu agenda besar yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana penyelenggaraan Festival Generus Taqwa. Program ini dirancang untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan serta meningkatkan kapasitas intelektual dan spiritual mereka. LDII Bali secara khusus mengundang pihak Kemenag untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan moral dan administratif.

Plt Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Kabid Bimas Islam) Kanwil Kemenag Bali, Aminullah, turut memberikan pandangannya mengenai evolusi pola dakwah LDII. Menurutnya, pendekatan yang lebih dinamis dan adaptif sangat diperlukan di era digital saat ini.

“LDII saat ini telah memperkuat visi dan misinya dengan bergerak dalam dakwah yang lebih dinamis. Kami berharap keberadaan dan kontribusi dirasakan secara nyata manfaat serta dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat, selagi terus berandil aktif menjalankan kegiatan yang selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Bali,” tegas Aminullah.

Dengan adanya dukungan penuh dari Kanwil Kemenag Bali, LDII berkomitmen untuk terus berakulturasi dengan kearifan lokal Bali tanpa mengesampingkan syariat Islam. Sinergi ini diharapkan menjadi model ideal bagi kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan religius.

📖 Glosarium Istilah

  • Rukyatul Hilal: Aktivitas mengamati visibilitas bulan sabit muda saat matahari terbenam untuk menentukan awal bulan pada kalender Hijriah.
  • Sinergisitas: Bentuk kerja sama yang menghasilkan pengaruh atau dampak lebih besar dibandingkan jika bekerja sendiri-sendiri.
  • Generus: Istilah yang merujuk pada generasi penerus, dalam konteks LDII adalah pembinaan anak usia dini hingga remaja.
  • Moderasi Beragama: Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.